Senin, 07 Oktober 2019

Pengolahan Pupuk Kandang



Info Pertanian Online - Kotoran ternak merupakan salah satu masalah yang cukup mengganggu lingkungan dari  segi  kebersihan  dan  bau  yang  tidak sedap. Di sisi lain, terdapat permasalahan sawah yang sakit, sehingga tidak dapat memberikan hasil  panen  yang  tinggi  karena kekurangan unsur hara yang kemungkinan besar terkurasnya bahan organik dan unsur- unsur mikro dari tanah. Teknologi pengolahan kotoran ternak menjadi kompos merupakan alternatif pemecahan masalah lingkungan dan dapat mengatasi masalah lahan sawah yang sakit.

Salah satu metode yang mudah dilakukan  untuk   membuat  pupuk   kandang yaitu kotoran ternak dikumpulkan di tempat pembuatan  pupuk  kandang  yang  terlindung dari panas matahari dan terlindung dari air hujan. Kemudian dicampur dengan imbangan 2,5 kg Probiotik; 2,5 kg urea; 2,5 kg TSP; 100 kg abu sekam untuk setiap ton bahan pupuk yang ditumpuk sampai sekitar 1 meter. Campuran didiamkan selama ± 3 minggu (dibalik  setiap minggu).

Keberhasilan proses dekomposisi akan diikuti dengan peningkatan relatif   sama,  maka   dilakukan  pengeringan dengan sinar matahari selama 1 minggu, kemudian dilakukan penyaringan secara fisik, sehingga siap untuk dipergunakan (Haryanto, 2004). Penggunaan pupuk kandang dapat meningkatkan hasil gabah kering panen pada musim tersebut apabila dikombinasi dengan pupuk anorganik takaran rendah (Syam dan Sariubang, 2004).

Pemanfaatan kotoran sapi yang diolah menjadi pupuk cair dan pupuk kompos diharapkan  dapat  dijadikan  sumber penghasilan   tambahan   bagi   peternak   dan dapat  memperbaiki  kesuburan  lahan pertanian.  Introduksi teknologi  pola  integrasi ternak dengan tanaman padi mampu meningkatkan pendapatan petani sebesar Rp 34.488.800,-  lebih  tinggi  dibandingkan teknologi tradisional sebesar Rp 22.903.200,- dan berdasarkan analisis R/C ratio sebesar 6, lebih tinggi dibandingkan dengan pola tradisional dengan R/C ratio sebesar 4, sehingga layak untuk diusahakan oleh petani (Tabel 1).  

Usahatani integrasi ternak sapi dengan   padi   merupakan   usahatani   yang efisien dan dinilai efektif untuk perbaikan pendapatan  usahatani  rakyat  dengan pemilikan  lahan  sempit  di  pedesaan. Usahatani pola integrasi padi-sapi meningkatkan   pendapatan   petani   sebesar 70% pada usahatani skala luas tanaman padi 5 ha dan kepemilikan sapi sebanyak 20 ekor
(Basuni et al., 2010b).

Adanya kegiatan  SIPT, pengembangan  ternak  sapi  potong  di beberapa daerah wilayah potensial berdampak positif dalam hal peningkatan populasi sapi dalam negeri, sehingga diharapkan mampu berswasembada daging di tahun mendatang. Program SIPT bertujuan untuk menjaga keseimbangan stok ternak lokal sebagai plasma  nutfah  yang  sangat  besar  nilainya sekaligus untuk menekan kebutuhan impor daging   yang   selama   ini   sulit   dibendung sebagai   akibat   dari   tingginya   permintaan daging dalam negeri, akibatnya menguras devisa Negara yang cukup besar (Muslim dan Nurasa, 2006).

Selain itu, SIPT memberikan dampak positif bagi petani sekitarnya (yang bukan peserta program) secara tidak langsung terimbas oleh adanya informasi yang disampaikan oleh peternak SIPT. Di Nusa Tenggara Barat, adanya SIPT mampu meningkatkan  kinerja  kelompok  peternak dalam jual beli ternak sapi Keremen. Sedangkan di Jawa Timur dengan pola tanam padi 3 kali/tahun dan merupakan daerah irigasi teknis, maka jerami sepenuhnya untuk kebutuhan pakan ternak. Pemberian jerami untuk pakan ternak cukup tinggi yaitu 25 kg/hari/ekor  untuk  sapi  bibit  dan  31 kg/hari/ekor untuk penggemukan sapi (Muslim, 2006a).

Jumat, 27 September 2019

Cara pengolahan limbah menjadi pupuk cair



Info Pertanian Online - Sejalan dengan sejarah perkembangan peradaban manusia, eksploitasi dan upaya pemanfaatan sumber daya alam merupakan proses yang tidak terhindarkan. Salah satu yang menyebabkan eksploitasi tanah melalui peningkatan produktivitas pertanian adalah meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan pangan dari masyarakat. 

Cara pengeksploitasian petani guna meningkatkan produksivitas pertaniannya adalah dengan memberikan input yang besar berupa pupuk dan pestisida yang berbahan sintetis. Pemberian input yang berlebih pada tanah maupun tanaman dapat merusak kondisi tanah dan dapat juga mengakibatkan menurunnya kesehatan masyarakat. 

Kesadaran masyarakat akan kesehatan dan terjaganya lingkunga menciptakan suatu system pertanian berkelanjutan. Secara keseluruhan permasalahan tersebut telah membawa dampak bagi kehidupan umat manusia di bumi. Dampak ini dapat berakibat terhadap kesehatan manusia, kondisi ekonomi dan kehidupan sosial, serta berpengaruh terhadap tatanan perilaku budaya masyarakat. Sejalan dengan akibat masalah lingkungan yang dirasakan manusia, telah pula membawa kesadaran baru bagi umat manusia untuk lebih memperhatikan masalah lingkungan dan serta harus melakukan upaya-upaya untuk memperbaiki keadaan lingkungannya.

Ketersediaan makanan tumbuhan dipengaruhi oleh kesuburan tanah. Kesuburan tanah merupakan kemampuan tanah menyediakan hara dalam jumlah cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangbiakan. Definisi ini seringkali dipahami terlalu sempit dengan hanya mempertimbangkan sifat kimia/kesuburan tanah yang hanya menyangkut jumlah dan ketersediaan unsur hara yang dikandung tanah. Konsep kesuburan tanah sebenarnya jauh lebih luas. 

Aspek keseuburan adalah sifat fisik tanah, kerapatan lindak tanah, kedalam perakaran, struktur dan porositas tanah/kerenggangan tanah/kemampuan meresapkan air.  Untuk mendapatkan kesuburan tanah diperlukan penambahan bahan-bahan yang mengandung unsur hara. Unsur hara organik dapat diperoleh dari sisa hasil panen, bahan yang berasal dari luar usaha, bisa juga berasal dari tanaman kacang-kacangan, dll. Salah satu langkah untuk mengmbalikan kesuburan tanah Usaha pertanian organik seringkali dilakukan dengan mengembalikan sisa hasil  panen ke sawah, namun daur limbah pertanaman ini tidak cukup untuk menggantikan keseluruhan unsur hara yang hilang. Perbaikan kesuburan tanah dapat diusahakan dengan membuat pupuk organik sendiri.

Pupuk kandang dapat pula digunakan dalam bentuk cair. Pupuk kandang cair dapat dibuat dengan mencampur kotoran hewan dengan air lalu  diaduk. Setelah larutan tercampur rata simpanlah di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung dengan memberi penutup/pelindung. Biarkan agar terjadi proses fermentasi seblum digunakan. 

Penyimpanan pupuk kandang cair dilakukan dalam kondisi tertutup agar udara tidak dapat masuk. Hal ini dilakukan untuk menekan kehilangan nitrogen dalam bentuk gas amoniak yang menguap. Dengan menyimpannya terlebih dahulu sebelum digunakan akan meningkatkan kandungan fosfat dan membuat kandungan hara menjadi seimbang. Penggunaan pupuk kandang cair juga akan meningkatkan efisiensi penggunaan fosfat oleh tanaman. 

Dalam penggunaan pupuk kandang perlu diwaspadai dalam pengggunaan langsung dalam tanaman adalah kemungkinan adanya kandungan gulma, organisme penyebab penyakit yang terkandung dalam pupuk kandang/kotoran hewan. Penggunaan secara langsung kemungkinan besar akan terjadi panas karena proses penguraian.

Pertanian merupakan sumber pangan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Hingga kinipun julukan itu masih melekat erat di sebagian besar penduduk kita terutama yang tinggal di pedesaan. Berbagai model bercocok tanam terdapat di tanah air kita, mulai dari bertanam padi, palawija, tanaman hutan dengan berbagai variasinya yang tergantung dari kondisi setiap wilayah. Sebagai negara agraris, berbagai aneka produk pertanian sangat mudah dijumpai, mulai dari buah-buahan, sayur-sayuran, padi, jagung, ketela, kayu hewan ternak seperti sapi, kerbau, ayam, kuda. 

Bahkan akhir-akhir ini di beberapa tempat sector pertanian telah berkembang dari tradisonal ke industri, sebagai contohnya adalah industri peternakan ayam. Namun demikian penggunaan tanah secara terus menerus untuk bercocok tanam telah menciptakan kemunduran tanah yang ditandai oleh maraknya erosi dan tanah longsor serta kebutuhan pupuk baik organik maupun buatan dengan jumlah yang cukup besar. Peledakan penduduk dan kemisikinan diantaranya juga ikut menjadi pendorong makin rusaknya lingkungan pertanian. Upaya untuk mengembalikan kesuburan tanah yang berkelanjutan dengan menggunakan agen pupuk organik rupanya sedang digemari akhirakhir ini. Limbah organik pertanian merupakan sumber pupuk organik yang penting bagi petani kita (Indrakusuma, 2000).

Pupuk organik cair merupakan salah satu jenis pupuk yang banyak beredar di pasaran. Pupuk organik cair kebanyakan diaplikasikan melalui daun atau disebut sebagai pupuk cair foliar yang mengandung hara makro dan mikro esensial (N, P, K, S, Ca, Mg, B, Mo, Cu, Fe, Mn, dan bahan organik). Pupuk organik cair mempunyai beberapa manfaat diantaranya dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun dan pembentukan bintil akar pada tanaman leguminosae sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara, dapat meningkatkan vigor tanaman sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca dan serangan patogen penyebab penyakit, merangsang pertumbuhan cabang produksi, serta meningkatkan pembentukan bunga dan bakal buah, serta mengurangi gugurnya daun, bunga dan bakal buah. 

Pemberian pupuk organik cair harus memperhatikan konsentrasi atau dosis yang diaplikasikan terhadap tanaman. Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair melalui daun memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang lebih baik daripada pemberian melalui tanah. Semakin tinggi dosis pupuk yang diberikan maka kandungan unsur hara yang diterima oleh tanaman akan semakin tinggi, begitu pula dengan semakin seringnya frekuensi aplikasi pupuk daun yang dilakukan pada tanaman, maka kandungan unsur hara juga semakin tinggi. Namun, pemberian dengan dosis yang berlebihan justru akan mengakibatkan timbulnya gejala kelayuan pada tanaman. Oleh karena itu, pemilihan dosis yang tepat perlu diketahui oleh para peneliti dan hal ini dapat diperoleh melalui pengujian-pengujian di lapangan. 

Diduga sampai batas tertentu kombinasi antara dosis yang diberikan dengan frekuensi aplikasi pupuk daun yang dilakukan merupakan faktor yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buncis (Rao, 1994 & Poerwowidodo (1992 ).

Banyaknya kandungan unsur hara yang ada di dalam lahan pertanian yang ada di lahan saudara dapat dilihat secara sederhana dari  penampakan warna tanaman di lahan saudara. Misalnya ada tanaman yang kelihatan hijau sementara yang lainnya terlihat kekuningan. Tanaman hijau menggambarkan bahwa tanah tersebut mempunyai cukup unsur hara. Sedangkan tanaman yang berwarna kuning biasanya menunjukkan bahwa tanah tersebut tidak cukup mempunyai unsur hara.

Untuk memudahkan unsur hara dapat diserap tanah dan tanaman bahan organik dapat dibuat menjadi pupuk cair terlebih dahulu. Pupuk cair menyediakan nitrogen dan unsur mineral lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, seperti halnya pupuk nitrogen kimia. Kehidupan binatang di dalam tanah juga terpacu dengan penggunaan pupuk cair. Pupuk cair tersebut dapat dibuat dari kotoran hewan yang masih baru. Kotoran hewan yang dapat digunakan misalnya kotoran kambing, domba, kelinci atau ternak lainnya (Prihmantoro, 1996).

Pembuatan pupuk cair 


Pembuatan pupuk cair dapat dilakukan dengan cara menempatkan kotoran ternak ke dalam goni. Kumpulkan 30-50 kg kotoran ternak yang masih segar. Masukkan dalam karung goni dan ikatlah karung tersebut. Masukkan karung yang berisi kotoran ke dalam drum yang berisi air 200 liter air. Dengan mengangkat ke atas dan kebawah dalam drum maka kotoran ternak tersebut akan muda larut. Lakukan setiap 3 hari. Dibutuhkan waktu kira-kira 2 minggu untuk melarutkan semua unsur hara dalam pupuk ke dalam air. Larutan siap bila warna ini berubah menjadi coklat tua. Cara lain, untuk memperkirakan kapan larutan telah siap/jadi adalah melalui penciuman. 

Hari pertama akan terasa bau amoniak yang kuat. Setelah 10-14 hari, bau tersebut menjadi berkurang. Larutan tersebut merupakan pupuk cair yang bagus untuk memupuk pertumbuhan tanaman. Pupuk ini dapat digunakan untuk berbagai macam tanaman. Untuk mendapatkan hasil yang bagus lebih baik pupuk cair tersebut diencerkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Untuk satu bagian larutan, tambahkan 1 atau 2 bagian air. Larutan tersebut digunakan untuk menyiram tanaman, di sekeliling tanaman. Beberapa tanaman dapat juga langsung menggunakan pupuk cair tersebut misalnya jagung. Ampas dari sisa pupuk cair ini dapat digunakan sebagai mulsa tanaman atau ditambahkan untuk pembuatan kompos (Anonim, 2004).

Unsur hara merupakan salah satu factor yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman kentang yang optimal. Penggunaan pupuk sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan produksi kentang sudah sangat membudaya dan para petani telah menganggap bahwa pupuk dancara pemupukan sebagai salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan usaha taninya. Dampak dari penggunaan pupuk anorganik menghasilkan peningkatan produkstivitas tanaman yang cukup tinggi. Namun penggunaan pupuk anorganik dalam jangka yang relative lama umumnya berakibat buruk pada kondisi tanah. Tanah menjadi cepat mengeras, kurang mampu menyimpan air dan cepat menjadi asam yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas tanaman (Ani, 2004)

Pupuk organik cair merupakan salah satu jenis pupuk yang banyak beredar di pasaran. Pupuk organik cair kebanyakan diaplikasikan melalui daun atau disebut sebagai pupuk cair foliar yang mengandung hara makro dan mikro esensial (N, P, K, S, Ca, Mg, B, Mo, Cu, Fe, Mn, dan bahan organik). 

Pupuk organik cair mempunyai beberapa manfaat diantaranya dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun dan pembentukan bintil akar pada tanaman leguminosae sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara, dapat meningkatkan vigor tanaman sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca dan serangan patogen penyebab penyakit, merangsang pertumbuhan cabang produksi, serta meningkatkan pembentukan bunga dan bakal buah, serta mengurangi gugurnya daun, bunga dan bakal buah. 

Pemberian pupuk organik cair harus memperhatikan konsentrasi atau dosis yang diaplikasikan terhadap tanaman. Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair melalui daun memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang lebih baik daripada pemberian melalui tanah. Semakin tinggi dosis pupuk yang diberikan maka kandungan unsur hara yang diterima oleh tanaman akan semakin tinggi, begitu pula dengan semakin seringnya frekuensi aplikasi pupuk daun yang dilakukan pada tanaman, maka kandungan unsur hara juga semakin tinggi. 

Namun, pemberian dengan dosis yang berlebihan justru akan mengakibatkan timbulnya gejala kelayuan pada tanaman.

Penggunaan pupuk cair lebih memudahkan pekerjaan, dan penggunaan pupuk cair berarti kita melakukan tiga macam proses dalam sekali pekerjaan, yaitu memupuk tanaman, menyiram tanaman dan mengobati tanaman.

Manfaat dari pemberian pupuk cair organik adalah :
  • Merangsang pertumbuhan tunas baru
  • Mempebaiki sistem jaringan sel dan memperbaiki sel-sel rusak
  • Merangsang pertumbuhan sel-sel baru pada tumbuhan
  • Memperbaiki klorofil pada daun
  • Merangsang pertumbuhan kuncup bunga
  • Memperkuat tangkai serbuk sari pada bunga
  • Memperkuat daya tahan pada tanaman

Bahan organik selain dapat meningkatkan  kandungan  C-organik tanah,  juga  merupakan  sumber hara. Penambahan bahan  organik  merupakan  suatu tindakan  perbaikan  lingkungan  tumbuh  tanaman  yang  dapat  meningkatkan  efisiensi  penggunaan pupuk .  Salah  satu sumber  bahan organik lokal  yang mudah  diperoleh dan  cukup potensial  sebagai sumber bahan organik  tanah  adalah  jerami padi.  Selain  sebagai sumber bahan organik,  jerami  juga  merupakan sumber pupuk kalium,  karena sekitar 80% kalium  yang diserap  tanaman.

Manfaat:
  • Untuk menyuburkan tanaman
  • Untuk menjaga stabilitas unsur hara dalam tanah
  • Untuk mengurangi dampak sampah organik di lingkungan sekitar

Keunggulan:
  • Mudah, murah
  • Tidak ada efek samping
  • Kekurangan:
  • Perlu ketekunan dan kesabaran yang tinggi.
  • Hasilnya kurang banyak
DAFTAR PUSTAKA

Ani, 2004. Penggunaan Pupuk Cair Pada Tanama Holtikultur. Tigaserangkai. Jakarta
Anonim. 2004. Buncis (Phaseolus vulgaris L.). http://warintek. progressio. or. id/pertanian/ buncis.htm. Diakses tanggal 18 Januari 2006.
Indrakusuma. 2000. Proposal Pupuk Organik Cair Supra Alam Lestari. PT Surya Pratama Alam. Yogyakarta
Poewowidodo, 1992. Telaah Kesuburan Tanah. Penerbit Angkasa. Bandung
Prihmantoro, H. 1996. Memupuk Tanaman Buah. Cetakan I. Penebar Swadaya. Jakarta
Rao, S. 1994. Mikroorganisme dan Pertumbuhan Tanaman. Univ. Indonesia Jakarta
http://dodikfaperta.blogspot.com/2012/02/pengolahan-limbah-menjadi-pupuk-cair.html

Sabtu, 21 September 2019

cara tips penggunaan ZPT bagi tanaman



Info Pertanian Online - Hormon tumbuhan, atau fitohormon, adalah sekumpulan senyawa organik bukan hara, baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia, yang dalam kadar sangat kecil mampu mendorong, menghambat, atau mengubah pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan tumbuhan. Wikipedia

Salah satu upaya agar tanaman cepat berbuah adalah merangsang dengan menggunakan zat perangsangtumbuh (ZPT). Dimasyarakat luas zat itu memiliki sebutan beragam, antara lain Zat Pengatur tumbuh, pengatur tumbuhan tanaman, perangsang tanaman, pengatur zat tumbuh, stimulant, hormon tumbuh, agrohormon. Dari ragam sebutan itu, istilah yang sering dipakai adalah Zat Perangsang Tumbuh.
ZPT berfungsi sebagai pengatur, perannya dapat mempengaruhi aktifitas jaringan berbagai organ maupun system organ tanaman. ZPT tidak memberi tambahan unsur hara, karena bukan pupuk. Tugasnya dalam jaringan tanaman adalah mengatur proses fisiologis seperti pembelahan dan pemanjangan sel, juga mengatur pertumbuhan akar, batang, daun, bunga dan buah.
ZPT alami (Hormon), murni dibuat oleh tanaman itu sendiri , namun dengan kemajuan tekhnologi pertanian, bisa dibuat tiruannya. Dengan mempelajari rumus kimia yang terkandung pada ZPT alami (Hormon). Hasil tiruan tersebut lazim disebut ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) Buatan. Kalau diaplikasikan pada tanaman, pengaruhnya sama persis seperti ZPT alami (hormon).
Aplikasi ZPT, selain berfungsi merangsang bunga keluar lebih cepat dan serempak, juga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas buah. Pemberian ZPT mutlak harus di ikuti pemupukan dan pengairan intensif, itu diperlukan untuk mengimbangi laju pertumbuhan dan kebutuhan hara pada tanaman, kalau aplikasi ZPT tanpa diimbangi pemupukan dan pengairan yang sesuai justru dapat membuat tanaman sakit (kurang baik).
Aplikasi ZPT perlu mempertimbangkan kondisi tanaman bersangkutan, saat aplikasi paling tepat, ketika pertumbuhan tanaman telah mencapai maksimum dan sehat kondisinya. Aplikasi ZPT hanya boleh dalam dosis kecil, kalau diberikan dengan dosis tinggi justru kurang efektif, justru dapat menghambat khasiat hormon yang di inginkan.
Produk-produk merk dagang yang beredar di pasar yaitu :

1.   Altagro
Mengandung bahan aktif natrium orto nitrofenol, natrium para nitrofenol, natrium 2,4 di netrofenol, dan natrium 5 nitroguaiakol. ZPT tersebut berhasiat merangsang pertumbuhan akar tanaman, meningkatkan daya serap akar terhadap unsur hara, mempercepat pertumbuhan daun, keluarnya Bungan dan pembentukan buah. Juga meningkatkan jumlah dan bobot buah.

2.   Premix
Kebanyakan orang mengenal premix itu adalah bahan bakar, akan tetapi perusahaan Surya Cipta Perkasa mengeluarkan nama premix tersebut untuk ZPT yang didalamnya mengandung bahan aktif Naphtalena Acetat, Giberelat Acid, Chlorophyll Stimulant. ZPT ini merupakan plant additive yang tergolong dalam derivate Auksin dan Giberelin yang berperan aktif dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, juga mengandung chlorropyll stimulant yang berfungsi untuk meningkatkan zat hijau daun, sehingga berhasiat mepercepat pertumbuhan tanaman, meningkatkan kualitas dan jumlah panen serta memulihkan kondisi tanaman akibat serangan hama dan penyakit.

3.   Dekamon
ZPT ini berhasiat merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru, mencegah kerontokan bunga dan buah memiliki bahan aktif 2.4 di notrofenol, natrium 5 nitroguaiakol, natrium orto nitrofenol, natrium para nitrofenol. Dan masih banyak ZPT yang lainnya.

            Ketika merangsang pembungaan dan pembuahan memakai ZPT, kondisi tanaman harus dipersiapkan agar tumbuh prima lebih dulu. Saat diaplikasi, umur tanaman sudah cukup dewasa (telah memasuki usia produktif), sehat, dan memiliki cadangan karbohidrat  tinggi. Kondisi prima tersebut sebenarnya tidak berdiri sendiri , banyak factor pendukung yang menunjang untuk mencapai kondisi tersebut. Antara lain ditunjang oleh keadaan lingkungan disekitar tanaman sperti udara, angin, air, sinar matahari, suhu, kelembapan, dan zat hara.
            Setelah kondisi prima terpenuhi, proses mempercepat tanaman berbuah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Selain dirangsang dengan aplikasi ZPT, juga bisa dilakukan melalui rekayasa pemangkasan, pengaturan pengairan, dan pemupukan. Aplikasi ZPT sebaiknya dikerjakan sebagai upaya terkhir. Perlakuan aplikasi ZPT harus diimbangi dengan pemupukan dan pengairan yang intensif supaya aplikasi pemberian ZPT berjalan lancar pada tanaman tersebut.

Minggu, 15 September 2019

akibat tanaman kelebihan pupuk N kimia



Info Pertanian Online - Di era yang produk pertanian yang kita hasilkan serba organik, ternyata merubah sikap petani yang tadinya menjadi petani yang fanatik selau menggunakan pupuk N kimia terutama pupuk Urea  berlebihan diganti dengan pupuk organik yang mengandung N yang ramah lingkungan sangat sulit, banyak upaya yang kita lakukan untuk memberikan pengertian akan bahaya menggunakan N yang berlebihan dari pupuk Kimia baik melalui kunjungan, anjangsana petani, pembuatan petak pembanding, workshop ternyata hasilnya juga belum memuaskan.

Petani lebih cenderung menggunakan pupuk Urea  ( Kimia ) dibanding dengan pupuk urea organik, dengan alasan penggunaan pupuk Urea kimia lebih praktis, mudah, reaksinya cepat, maupun dirasa harganya lebih murah, hal ini dikarenakan adanya subsidi.

Peran penyuluhan ditengah-tengah petani dalam rangka mengurangi ketergantungan akan pupuk N dari Urea sangat diharapkan, sehingga dampak penggunaan N yang berlebihan dilahan pertanian kita dapat diminimalisir.

Tetapi perlu diketahui bahwa penggunaan pupuk organik tidak berdampak terhadap kelebihan N dalam tanah. Pupuk urea banyak mengandung unsur bluret, dan natrium nitrat dan mengandung kalium perklorat yang tidak baik untuk pertumbuhan tanaman. Dan apabila terjadi persenyawaan asam nitrit  yang merupakan racun bagi tanaman.

Dampak  Kelebihan  N

  1. Masaknya buah tertunda
  2. Merangsang pertumbuhan vegetatif dan menunda terbentuknya bunga serta buah
  3. Gugurnya kuncup-kuncup bungan
  4. Batang, cabang dan ranting banyak mengandung air sehingga menjadi lunak dan tidak tahan gangguan mekanis dari luar
  5. Tanaman mudah terkena penyakit
  6. Menurunkan kwalitas buah, biji ( beras, jagung )
  7. Klorosis daun yang diikuti nekrosis
  8. Akar menjadi coklat seperti karat


Tindakan Petani


Oleh karena banyak negatif penggunaan bahan N dari Urea , hendaknya petani banyak mengurangi penggunaan pupuk Urea dengan mengganti N dari pupuk organik baik pupuk bhokashi maupun kompos, jangan biasakan membakar jerami / sisa tanaman di lahan, lakukan pergiliran tanaman, dengan tanaman yang berpolong misalnya kacang tanah, kedele, kacang hijau dll. Sehingga kesuburan tanahnya dapat terjaga secara alami. Penggunaan N , pada tanaman hendaknya berdasarkan hasil analisis kandungan unsur hara tanah yang ada pada lahan tersebut.


Sumber : https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2017/12/akibat-tanaman-kelebihan-n.html

pentingnya pupuk kalium pada tanaman padi sawah



Info Pertanian Online - Pupuk  Kalium merupakan jenis  pupuk yang banyak dibutuhkan oleh tanaman, karena pupuk ini banyak mengandung unsur K, unsur esensial yang sangat dibutuhkan oleh tanaman padi.

Kebutuhan akan pupuk Kalium dilahan sawah achir-achir ini sangat mendesak akan kebutuhannya, karena kandungan hara akan unsur K pada lahan sawah rata-rata kurang, dibanding dengan kebutuhan hara / unsur K pada tanaman padi sawah, hal ini dipicu adanya kebiasaan petani yang kurang baik dalam mengelola lahannya diantaranya kebiasaan petani yang selalu membakar sisa tanaman misalnya jerami padi mengakibatkan berkurangnya asupan unsur hara K dalam tanah, terlebih lagi petani diera sekarang selalu meggunakan pupuk kimia yang kandungan unsurnya terbatas ( Pupuk Tunggal ).

Kebiasaan  petani yang selalu membawa pupuk kandang kelahan sawah juga semakin berkurang, sehingga kondisi lahan kita strukturnya semakin menurun, dan miskin akan bahan organik. Jarang petani yang memikirkan kandungan unsur K yang ada dilahannya cukup atau tidak untuk kebutuhan tanaman yang dibudidayakannya, sehingga produksi yang dicapai tidak mencapai yang optimal, bahkan ada kecenderungan menurun akibat kesalaahan dalam pengelolaan lahannya.

FUNGSI DAN MANFAAT


-          Membantu perkembangan akar
-          Mempercepat jaringan tanaman sehingga daya tahan terhadap beberapa hama/ penyakit meningkat
-          Kalium mempunyai peranan dalam sintesa karbohydrat pada tanaman polong

C.      GEJALA KEKURANGAN


-          Daun berwarna hijau gelap, batang kecil
-          Daun berbecak becak yang dimulai dari ujung daun kemudian pinggir daun yang achirnya meluas keseluruh daun hingga daun menjadi kering dan berwarna kecoklat-coklatan
-          Pada daun , muda menjadi menggulung kelihatan seperti akibat kekurangan air ketika temperatur tinggi dan klembaban rendah
-          Gabah menjadi lebih ramping dan panjang dengan tingkat sterilitas yang tinggi serta pengisian gabah yang kurang
-          Akar-akar rumput menjadi busuk
-          Untuk tanaman padi akan peka terhadap helmintos porium, bercak daun coklat, bacterial leaf blight

D.     MACAM-MACAM PUPUK KALIUM

Jenis-jenis pupuk yang banyak mengandung unsur Kalium diantaranya adalah :
-          Kalium klorida KCL kandungannya 60% K2O,
-           Potasium Sulphate ( ZK = K2SO4 ) = 50% K2O
-          Kali salpeter = 14% N + 44 % K2O
-          NPK , Ponska 15 : 15 : 15 = kandungan unsur Kaliumnya 15 %
-          Pupuk Bokhasi / Kompos juga mengandung unsur Kalium yang dapat digunakan untuk memupuk tanaman

E.      WAKTU PEMBERIAN

-          Mengingat pupuk kalium mudah larut / terbasuk, maka pemberian kalium sama halnya dengan pupuk N
-          Untuk serealia diberikan 3 (tiga) kali, dimana 1/3 bagian K2O diberikan berturut – turut pada saat tanam dan pada saat primordia
-          Sedang pupuk K  yang berasal dari pupuk organik cair dapat diberikan pada saat pertumbuhan vegetatip dan generatip sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Sumber : https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2017/12/pentingnya-pupuk-kalium-pada-tanaman.html

Sabtu, 14 September 2019

Cara pemupukan yang berimbang untuk padi sawah




Info Pertanian Online - Akhir-akhir ini berdasarkan hasil ubinan yang ada menunjukkan bahwa produksi yang telah dicapai pada saat ini tidak ada kenaikan produksi dibanding tahun-tahun yang telah lalu, boleh dikatakan produksinya menurun. Kenaikan produksi yang Nampak telah dicapai di tahun 1980 s/d 1985, pada saat itu kita telah mencapai swasembada beras, kita mampu mengexport beras kenegara yang membutuhkan. Adanya kecenderungan penurunan produksi, dapat diistilahkan gejala leveling of, dari hasil penelitian dari para ahli, kondisi ini diakibatkan oleh perlakuan pemupukan yang tidak rasional, kecenderungan pemupukan N yang berlebihan, tidak diimbangi dengan pemberian unsure yang lain yang cukup, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi hara tanah yang ada.

Kebutuhan Hara Tanaman

Tanaman memperoleh makanan dapat berasal dari udara , air, tanah, dan unsure-unsur organic sebagai contoh :

1.       Dari udara dan air tanah : Karbon (C ) Hidrogen ( H ), oksigen (O)
2.       Dari tanah, pupuk buatan dan kotoran hewan : Nitrogen (N), Pospor (P), Kalium ( K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Sulfur ( S ), Besi (Fe), Mangan (Mn), dan Klorin (Cl), Co ( Kobalt)
Unsur-unsur tersebut memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan tanaman, masing-masing unsure memiliki fungsi yang spesifik dan tidak dapat digantikan oleh unsure yang lain. Dalam hal peningkatan produksi pertanian penggunaan pupuk berimbang sangat penting karena dengan pemberian pupuk yang mengandung unsure N, P, K, S. dapat meningkatkan produksi padi yang ada.                        

Pengertian Pupuk Berimbang


Pupuk berimbang adalah suatu cara pemberian pupuk makro (NPKS ) yang seimbang yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kandungan hara tanah, dengan tetap memperhatikan pemberian  unsure hara mikro yang lain. Untuk kebutuhan pupuk yang mengandung unsure N, P, K, S dapat diambil dari pupuk kimia, sedang unsure hara mikro dapat diambil dari pupuk organic/ kandang. Pemupukan berimbang yaitu pemberian berbagai unsure hara dalam bentuk pupuk untuk memenuhi kekurangan hara yang dibutuhkan tanaman berdasarkan tingkat hasil yang ingin dicapai dan hara yang tersedia dalam tanah. 

Fungsi & Manfaat Pemupukan Berimbang


a.       Pupuk Nitrogen (N) yang dapat berupa Amonium sulfat/ ZA (NH4)2SO4, Urea (CO (NH2)2), Amonium nitrat (NH4NO3).
Fungsi dari pupuk nitrogen antara lain :
-          Merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun
-          Membuat warna daun lebih tampak hijau
-          Memperbanyak anakan
-          Memperbaiki mutu dan jumlah hasil

b.      Pupuk P ( Fosfor )
Yang termasuk pupuk ini adalah super pospat tunggal (ES), Double superfosfat (DS) dan Triple super fosfat (TSP ), pupuk fosfor sebetulnya juga larut dalam air tetapi tidak secepat pupuk  urea, pupuk ini berfungsi :
-          Memperpanjang pertumbuhan akar, sehingga tanaman mudah menyerap makanan
-          Menguatkan batang dan mempercepat proses pemasakan buah
-          Memperbaiki mutu dan jumlah hasil

c.       Pupuk K ( Kalium)
Yang termasuk dalam pupuk kalium adalah pupuk kalium tunggal antara lain kalium sulfat (ZK), kalium magnesium sulfat.
Fungsi kalium bagi tanman :
-          Memperbaiki pertumbuhan tanaman
-          Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama/penyakit
-          Memperbaiki mutu hasil

Dosis Pupuk Berimbang


Sebagai Pedoman : untuk setiap ton gabag yang dihasilkan tanaman padi membutuhkan hara N sekitar 17,5kg, P. seanya 3 kg dan K sebanyak 17kg. agar pemberian pupuk dapat efektif dan efisien penggunaan pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah. Kebutuhan N tanaman dapat diketahui dengan mengukur tingkat kehijauan warna daun (BWD ). Pemupukan P dan K disesuaikan dengan hasil analisis status hara tanah sawah dan kebutuhan tanaman
Kisaran dosis pemupukan berdasarkan Permentan No.40/OT.140/4/2007
1.       Apabila menggunakan pupuk tunggal


Pupuk
Tanpa Organik
Dengan Jerami
5 Ton/ha
Dengan organic 2 ton/ha
Urea
250-350
230-330
200-250
SP 36
50-100
50-100
25-75
Kcl
50-100
0-50
30-80


2.       Apabila menggunakan kombinasi pupuk tunggal dan pupuk majemuk Phonska

Pupuk
Dosis kg/ha
Dosis Kg/Ha
Dosis Kg/Ha
Phonska
200
250
300
Urea
185-285
170-270
150-250
Sp36
Kurang 15
s/d surplus P
Surplus P
Surplus P
Kcl
Kurang 50 s/d cukup K
Kurang 40 s/d Surplus K
Kurang 35 s/d Surplus K


3.       Anjuran waktu pemupukan
Pemupukan I : umur 0-14 hari setelah tanam
Pemupukan ke II : umur 21-28 hari setelah tanam
Pemupukan ke III : umur 35 hari setelah tanam hingga primordia

Sumber : https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2015/06/pemupukan-berimbang-padi-sawah.html

Pengertian dan jenis pupuk majemuk



Info Pertanian Online - Pengertian pupuk majemuk adalah pupuk yang berisi hara lebih dari satu jenis atau pupuk yang mengandung unsur hara makro dan mikro, dalam hal ini bisa dua jenis unsur hara, bisa tiga jenis dan terakhir ini banyak muncul pupuk majemuk yang berisi unsur hara makro dan unsur hara kiro yang diberikan lewat akar seperti Dekaform, magamp plus K, Ponska dan lain-lain. 

Begitu juga pupuk majemuk yang cair diera sekrang sudah banyak produk-produk pupuk organik cair yang sudah beredar dipasaran, yang banyak mengandung baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro. 

Dipasaran pupuk majemuk yang banyak beredar adalah pupuk majemuk yang banyak mengandung unsur hara makro, N P K, karena jenis pupuk ini biasanya disamping mengandung unsur hara makro yang esensial juga mengandung unsur hara mikro yang dibutuhkan oleh tanaman.

Pupuk majemuk setidaknya mengandung unsur hara makro dan mikro minimal 5 jenis yaitu 3 unsur hara makro dan 2 unsur hara mikro

Jenis-jenis pupuk majemuk


Banyak jenis pupuk kimia yang kandungan unsur haranya  lebih dari satu jenis yang banyak dibutuhkan oleh petani yang banyak dijual dipasaran bebas diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Pupuk NPK  Ponska kandungan unsur haranya 15 : 15 : 15
  • Pupuk NPK  Mutiara kandungan hara NPK  : 16 : 16 : 16, disamping itu mengandung 05% MgO dan 6% CaO ( Kalsium)
  • Pupuk Nitra Po  : kandungannya N:P
  • Pupuk Kalium metafosfat kandungan hara unsur P dan K
  • Pupuk NPK Ria Plus 16: 16:16
  • Pupuk NPk Zamrud 16:16:16
  • Pupuk NPK Pak Tani 16 : 16: 16
  • Pupuk NPK Kebo Mas 16 : 16 : 16
  • Pupuk NPK Mahkota 16 : 16 : 16


Cara penggunaan pupuk majemuk

Banyak cara / aplikasi yang dapat digunakan untuk memberikan pupuk majemuk ke tanamannya, ada yang diberikan dengan cara diugal , ditebarkan kedalam tanah , dan ada yang diberikan dengan cara disemprot atau disiram ke bagian pangkal batang tanaman/ akar tanaman.

Dapat digunakan baik sebagai pupuk dasar maupun pupuk susulan yaitu untuk memacu pertumbuhan vegetatip maupun pertumbuhan generatip.

Sumber : https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2017/12/pupuk-majemuk.html

cara menghitung takaran kebutuhan pupuk untuk padi sawah



Info Pertanian Online - Cara menghitung takaran Kebutuhan Pupuk Untuk Padi sawah - Mengapa kita perlu menghitung kebutuhan pupuk untuk padi sawah ?, hal ini dimaksudkan supaya kebutuhan akan unsur hara baik unsur hara makro dan mikro dapat kita cukupi sehingga tanaman mampu memberikan produksi yang maksimal. Suatu tanaman akan tumbuh dengn baik apabila unsur hara yang dibutuhkan baik unsur hara Makro dan Unsur hara mikro tercukupi jumlahnya, banyak petani yang tidak tahu bagaimana cara menghitung kebutuhan unsur hara tanaman, terutama unsur hara makro N, P, K, dan S. Sehingga petani sering dihadapkan oleh permasalahan tanamannya yang tidak tumbuh dengan subur dan tidak mampu memberikan produksi yang optimum bahkan produksi tanamannya rendah, tidak sesuai dengan potensi yang ada.

Fungsi dan Maanfaat

1.     Tanaman tercukupi akan unsur hara makronya sesuai dengan dosis anjuran
2.     Tidak akan terjadi kelebihan maupun kekurangan dosis pupuk yang diberikan
3.     Petani dapat melakukan pemupukan dengan tepat ( tepat jenis, tepat jumlah, tepat cara dan tepat waktu )

Cara Menghitung :

Sebelum kita menghitung kebutuhan pupuk, suatu jenis tanaman sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu berapa kebutuhan unsur hara yang harus dipenuhi dalam satu periode tanaman, berikut ini contoh kebutuhan unsur hara komoditas padi, jagung, kedele, dan bawang merah dan lombok

Sebagai contoh tanaman padi akan dipupuk sebanyak, (135 kg N, 35 kg P2O5 dan 20 kg K2O per ha) , Cara menghitung takaran pupuk
adalah sebagai berikut :
1.     Apabila semuanya digunakan pupuk tunggal, maka jumlah pupuk yang dibutuhkan sebagai berikut:
N = 135/45 x 100 =  300 kg Urea (urea mengandung 45% N)
      P2O5 = 35/36 x100 = 100 kg SP-36 (SP-36 mengandung 36% P2O5)
      K2O = 20/60 x 100 = 33 kg/ha KCl (KCl mengandung 60% K2O )
2.     Menggunakan pupuk majemuk
Apabila digunakan pupuk tunggal dan majemuk, maka jumlah pupuk tunggal dan majemuk yang dibutuhkan sebagai berikut:
Contoh Phonska (15, 15, 15) yang berarti pupuk tersebut mengandung 15% N, 15% P2O5 , dan 15% K2O. Berapa kg Phonska yang diperlukan, maka gunakan standar dari kebutuhan pupuk tunggal yang paling rendah, yaitu 20 kg K2O/ha.
Cara menghitung takaran pupuk
(135 kg N, 35 kg P2O5 dan 20 kg K2O per ha)
Pupuk Phonska yang diperlukan = 20/15 x 100 = 133 kg/ha.
Dalam 133 kg pupuk Phonska mengandung 20 kg N, 20 kg P2O5, dan 20 kg K2O. Oleh sebab itu kebutuhan hara K sebesar 20 kg/ha sudah terpenuhi, namun keperluan hara N dan P belum tercukupi.
Kekurangan hara N adalah 135 kg N – 20 kg N = 115 kg N                              atau sama dengan 115 /45 x 100 = 256 kg urea.
Kekurangan hara P adalah 35 kg P2O5 - 20 kg P2O5 = 15 kg P2O5 atau sama dengan 15 /36 x 100 = 42 kg SP-36.

Sumber ; https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2017/12/cara-menghitung-takaran-kebutuhan-pupuk.html

cara membuat mol & pupuk bokhashi



Info Pertanian Online  - Pupuk memegang peranan yang sangat penting didalam budidaya tanaman. Tanaman membutuhkan pupuk yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan hara dan agar dapat tumbuh serta berkembang dengan baik. Pupuk dapat kita golongkan menjadi dua yaitu pupuk organic dan anorganik.