Minggu, 08 Maret 2020

4 Tanaman sayuran paling mudah di tanam bagi pemula



ika Anda seorang petani sayur, pasti banyak tau tentang berbagai sayuran apa yang paling mudah dibudidayakan. Namun bagi sebagian orang yang baru saja ingin bertani, pasti ini akan menjadi hal yang asing, dan tentunya menarik untuk diketahui.
Yang namanya bercocok tanam itu gampang-gampang susah. Susahnya itu terkadang ada pada tanaman yang sulit dibudidaya, yang bisa dibilang membutuhkan keahlian ekstra untuk mengelolanya.

Nah, maka dari itu, sebagai calon petani Anda juga harus mengetahui tanaman sayur apa saja yang paling mudah dibudidayakan. Ini agar memudahkan Anda, untuk merawat tanaman sayur tersebut.

Keuntungan menanam jenis sayuran ini adalah Anda akan lebih hemat tenaga, waktu, dan biaya perawatan. Sebab, jenis sayuran ini tidak terlalu butuh perawatan yang lebih dari Anda, tetapi bisa hidup dengan baik, dan tentunya menghasilkan.

Dan inilah jenis tanaman sayuran yang paling mudah dibudidaya

1. Sayur paku


Pasti Anda mengenal sayur paku. Ya, karena sayur ini merupakan kesukaan banyak orang. Sebab memiliki rasa yang nikmat, dan mudah ditemukan di pasaran. Sayur yang juga di sebut pakis ini, sering ditemukan tumbuh liar di daerah-daerah yang lembab. Biasa di pinggir sungai, di dekat rawa-rawa, di tebing-tebing, dan masih banyak lagi tempat lainnya, termasuk di hutan.



Nah, karena kemampuan tumbuhnya yang bisa di berbagai tempat inilah, yang bagus Anda manfaatkan. Untuk menanamnya, Anda tinggal memindahkan pohon-pohon pakis beserta akarnya, ke lahan yang telah Anda persiapkan.

Mengapa pakis mudah dibudidaya? itu karena tidak perlu di rawat pun, pakis bisa tumbuh dengan subur. Tidak perlu di sirami, karena tumbuh di daerah lembab. Tidak perlu di pupuk, dan tidak perlu di semprot pestisida, karena sayur ini tidak disukai hama.

Bahkan kelebihan pakis, bisa hidup bersanding dengan rumput-rumput liar. Kalau sudah begini, sekali tanam Anda tidak perlu menanamnya kembali, karena pakis akan menyebarkan anak dengan sendirinya. Dan tentunya, sekali tanam Anda tinggal membiarkannya dan menunggu hasilnya.

2. Sayur daun ubi kayu


Sama seperti pakis, sayur yang berasal dari daunnya ubi kayu ini juga mudah tumbuh di mana-mana. Bisa tumbuh di tanah lembab, mau pun tanah yang agak kering. Bisa tumbuh di pinggiran sungai, bahkan bisa tumbuh di semak-semak.



Cara menanamnya pun sangat mudah. Anda tinggal mengambil batang ubi kayu yang akan di tanam, kemudian menancapkannya di atas tanah. Sebenarnya dengan menaruhnya di atas tanah pun bisa tumbuh, asalkan tanah tersebut bukan tanah tandus yang tidak bisa ditumbuhi tumbuhan.

Juga untuk perawatan, saya rasa tidak terlalu diperlukan. Karena daun ubi hampir tidak memerlukan pupuk, dan tidak juga memerlukan pestisida. Karena seperti pakis, hampir tidak ada penyakit dan ulat yang merusak daunnya.

3. Genjer


Entah apa bahasa Indonesianya, yang jelas orang jawa menyebutnya genjer. Sayur genjer merupakan favorit orang jawa, bahkan banyak selain orang jawa yang juga menyukai sayur ini.



Berbeda dengan pakis dan daun ubi, genjer hanya tumbuh di daerah yang lembab, basah dan berair. Biasanya tumbuh di rawa-rawa, bekas sungai, dan di tanah gambut yang sangat lembab dan basah.

Untuk budidayanya Anda tinggal melakukan penanaman di tempat-tempat yang telah saya sebut di atas, dan kemudian membiarkannya. Kabar bagusnya, untuk penanamannya Anda tidak perlu mengolah lahan Anda sebelumnya. Anda hanya perlu menancapkan pohon-pohon genjer beserta akarnya, di lahan yang Anda inginkan. Setelah itu, anda tinggal menunggunya hingga menghasilkan, dan memanennya sesuka hati Anda.

Untuk perawatannya saya rasa tidak diperlukan. Anda tidak harus memupuknya, atau pun menyemprotnya dengan pestisida. Anda tidak perlu menyiramnya, karena tempat ia hidup di daerah yang berair. Anda juga tidak perlu terus menerus menanamnya, Karena sekali tanam pohon genjer akan beranak pinak melalui bijinya atau sulur (anakan).

4. Kangkung air


Kangkung tak kalah terkenalnya dengan sayur-sayur sebelumnya. Untuk rasanya pun, juga tak kalah nikmatnya dengan pakis. Makanya jangan heran kalau di setiap penjual sayur, pasti ada kangkung. Tumbuhnya juga hampir sama dengan genjer, yaitu di tempat-tempat yang berair dan lembab. Seperti di rawa-rawa, di bekas kuala, di pinggir kuala, dan di tanah gambut yang basah.



Untuk penanamannya sangat mudah, Anda tinggal memotong-motong batang kangkung sepanjang kurang lebih sejengkal tangan orang dewasa, kemudian menancapkannya di lahan yang telah disediakan. Selanjutnya Anda hanya perlu menunggu kangkung tersebut tumbuh dan menjalar, kemudian tinggal memanennya.

Untuk perawatannya, terkadang memang memerlukan semprot pestisida, Sebab, daun kangkung sangat disukai ulat daun. Namun sebenarnya, dengan sering-sering memetik daunnya pun biasanya akan cepat menumbuhkan daun kangkung muda, sehingga akan mengurangi daun yang berlubang akibat ulat. 

Demikianlah tulisan sederhana ini, saya mengharapkan dengan mengetahui jenis sayur yang mudah dibudidayakan, Anda dapat terbantu untuk mengatasi sulitnya bercocok tanam. Sehinga waktu, tenaga, pikiran dan modal Anda tidak habis terkuras hanya untuk merawat tanaman yang sulit dikembangkan. Saya hanya ingin berbagi, terimakasih.

Sumber : https://senibertani.blogspot.com

Rabu, 30 Oktober 2019

Cara budidaya Bayam serta manfaatnya



Bayam merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting bagi tubuh. Wikipedia

1. Manfaat Tanaman
-          Meningkatkan kinerja ginjal & melancarkan pencernaan.
-         Membersihkan darah sehabis bersalin, memperkuat akar rambut serta mengobati tekanan darah rendah, kurang darah (anemia) dan gagal ginjal.
-    Mencegah hilangnya pengelihatan akibat usia yang menua (macular degeneration), penyakit kanker, katarak dan bayi lahir cacat.
-          Sumber lutein dan folate yang hebat, yang membantu mencegah penyakit jantung & bayi yang lahir cacat.
-       Kandungan folic acid yang ada di bayam juga mampu melindungi otot jantung dari meningkatnya kadar glukosa yang mudah larut dan mengandung B9. Vitamin ini biasanya menjadi suplemen bagi perempuan yang mengandung untuk melindungi bayi dari cacat pada bagian syaraf.
-      Mengurangi pembentukan batu empedu sebab bayam kaya magnesium di samping ikan, kacang almon kering, alpukat, pisang, kismis.
-       Sayur bayam juga memberikan zat besi pencegah anemia namun zat besi di dalam bayam tidak mudah diserap.

2. Kultivar
Kultivar  bayam mempunyai nilai komersial yang tinggi diantaranya  Cummy, Green Lake, Tark, Strayful. Selain itu dikenal juga varietas lokal seperti  Giti merah, Giti hijau, Cimangkok, Kuningan, dan Sukamandi.
3. Syarat tumbuh
-       Tumbuh baik di daerah  dataran tinggi, tetapi dapat hidup di dataran rendah.
-       Menghendaki tanah yang subur dan gembur.
-       Derajat kemasaman (pH) 6-7.
4. Penanaman
-          Pengolahan tanah untuk bayam tahunan lebih dalam dari pada untuk bayam cabut.
-          Saat pengolahan tanah terakhir perlu  dilakukan pemupukan dasar.
-     Buat bedengan dengan ukuran 1 m x 5 m.  Diantara bedengan dibuat parit untuk memudahkan penyiraman.
-          Sebelum benih ditabur perlu dicampur dengan abu dengan perbandingan 1 bagian benih + 10 bagian abu untuk penaburan benih merata & tidak bertumpuk-tumpuk.
-          Buat larikan untuk penaburan benih,  dengan jarak antar baris sekitar 20 cm.
-          Kebutuhan benih untuk 1 hektar  pertanaman sekitar 5-10 Kg.
-          Benih yang sudah ditabur ditutup tipis dengan tanah secara merata
-          Setelah penanaman disiram dengan emrat  setiap pagi dan sore kecuali turun hujan.
5. Pemeliharaan
-     Kegiatan pemeliharaan meliputi  penyiangan, pengemburan, pemberian pupuk susulan dan pengendalian hama/penyakit.
-     Penyiangan dan penggemburan dilakukan 2 minggu setelah tanam selanjutnya dua minggu sekali
-     Pemupukan bergantung pada kesuburan tanah, sebagai acuan dapat menggunakan patokan n sebagai berikut:
Umur
Kg/ha/Musim
pH
Urea
ZA
SP-36
KCl
Sebelum tanam
56

250
90
6,5
3 MST
56


90


MST = Minggu setelah tanam

6. Pengendalian Penyakit
Penyakit Downy mildew
-       Gejala;  daun bagian atas menguning, daun bagian bawah berwarna hijau keunguan dan akhirnya berwarna cokelat.
-       Serangan umumnya  timbul bila ditanam pada musim hujan dan dingin.
-       Pencegahan dapat dilakukan dengan memetik daun yang diserang.
-       Pengendalian  dengan menggunakan fungisida sesuai petunjuk pada label
Penyakit Spinach blight (oleh Virus Mozaik cucumber )
-         Gejala:  daun menyempit, mengecil, menggulung dan berkerut. Permukaan daun berwarna kuning biasanya menyerang daun muda.
-       Pencegahan dilakukan dengan penyiangan gulma dan penyemprotan lalat pembawa virus menggunakan  insektisida.
-            Tanaman yang terinveksi harus segera dimusnahkan
Penyakit noda daun (leaf spot)
-     Gejala :  noda cokelat pada setengah bagian daun, noda kemudian meluas sehingga menghancurkan daun.
-     Agar tidak meluas tanaman terserang harus segera dimusnahkan.
-     Pencegahan dengan pemberian kapur pada saat pengolahan tanah terutama pada tanah yang kekurangan Mn  dan menyemprot  tanaman  yang belum diserang dengan fungisida.
-   Gangguan dapat disebabkan oleh kekurangan unsur Mn, sehingga  penanggulangan dapat dilakukan dengan pemberian pupuk yang mengandung Mn
7. Pemanenan.
-          Bayam cabutan : penjarangan dilakukan 20 HST kemudian hari ke-25, 30 dan seterusnya hingga semua selesai panen.
-      Bayam tahunan : penjarangan pada hari ke-20 sehingga menghasilkan jarak tanam 50 x 40 cm panen dilakukan sekitar 3 MST caranya pucuk-pucuk daun atau pada ujung-ujung cabang telah dipetik. Selanjutnya pemanenan dilakukan sewaktu-waktu bila di perhatikan.

Sumber :
http://tatangkostaman.blogspot.com/2011/12/budidaya-bayam.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Bayam

Cara budidaya Pakcoy



Pakcoy atau bok choy merupakan jenis sayuran yang populer. Sayuran yang dikenal pula sebagai sawi sendok ini mudah dibudidayakan dan dapat dimakan segar atau diolah menjadi asinan. Wikipedia

PAKCOY  (Brassica rapa cv. Pakchoy)
1. Manfaat
  • Menjaga kesehatan tulang, 
  • Menurunkan risiko kanker dan membantu mengatasi kanker, 
  • Meningkatkan kekebalan tubuh, 
  • Mengatasi lendir (dahak, ingus, dll.) Berlebihan, 
  • Menggiatkan fungsi organ pencernaan
  • Meningkatkan pembuangan racun dari dalam tubuh
2. Kultivar
Brisk green, Gracious, White-lLight 
3. Pembibitan
  • Buat bedengan untuk pesemaian
  • Taburkan benih pada permukaan bedengan lalu ditutup dengan tanah setebal 1-2 cm 
  • Lakukan perawatan dengan penyiraman menggunakan sprayer atau embrat 
  • Benih yang baik akan tumbuh setelah 3-4 hari 
  • Pindahkan bibit ke pertanaman setelah berdaun 3-5 helai (3-4 MST) 
4. Pengolahan Lahan
  • Olah tanah hingga gembur lalu dibuat bedengan, 2-4 minggu sebelum lahan ditanami 
  • Upayakan lahan harus bersih dari gulma dan tidak ternaungi 
  • Taburkan pupuk kandang sebagai pupuk dasar saat pengolahan tanah
  • Buat bedengan lebar 120 cm, panjang sesuai ukuran petak tanah, tinggi bedengan 20-30 cm, dan jarak antar bedengan 30 cm 
  • Lakukan pemupukan sesuai kesuburan tanah sebagai acuan dapat menggunakan dosis sebagai berikut: 

MST = Minggu Setelah Tanam 
5. Penanaman
  • Pilih bibit yang baik yaitu, batangnya tumbuh tegak, daun hijau segar dan tidak terserang hama atau penyakit 
  • Buat lubang tanam dengan ukuran 4-8 x 6-10 cm, 
  • Pindahkan bibit ke lubang tanam dengan hati-hati dan rapikan.
6. Pemeliharaan
  • Siram tanaman secara teratur, terutama pada musim kemarau penjarangan biasanya dilakukan pada saat 2 MST 
  • Lakukan penyulaman jika diperlukan
  • Lakukan penyiangan 2-4 kali selama pertanaman 
Hama dan Penyakit 
  • Hama yang biasa menyerang tanaman antara lain: ulat, siput, cacing, ulat Srocidolomia binotalis dan ulat Thepa javanica
  • Penyakit yang biasa menyerang ialah bakteri, virus, jamur dan gangguan fisiologi yang bisa saja terjadi 
  • Hama dan penyakit tanaman dikendalikan dengan menggunakan pestisida sesuai anjuran
7. Panen dan Pasca Panen
Pakcoy sudah bisa dipanen pada umur 30 -35 HST, tergantung pada ketinggian tempat penanaman. Semakin tinggi tempat penanaman, umur panen akan bertambah. Potong pakcoy di pangkal batangnya dengan menggunakan pisau tajam, lalu kumpulkan hasil panen di tempat pencucian. Setelah terkumpul, hasil panen dicuci dan dibersihkan dari bekas-bekas tanah sambil mengupas daun dan tangkai yang tua, kuning, berwarna, dan rusak. Tiriskan di rak-rak yang ditempatkan di ruangan yang teduh. Bila akan dijual ke supermarket perlu dikemas dengan cara mengikatnya dengan menggunakan label isolasi. Berat setiap kemasan sekitar 250-300 gr. Susun hasil kemasan secara rapi di dalam boks plastik untuk selanjutnya dikirim ke supermarket. Bila akan dijual di pasar tradisional, sayuran tidak perlu dikemas melainkan cukup dicurah saja asalkan kondisinya masih segar dan tidak rusak

Sumber :
http://tatangkostaman.blogspot.com/2011/12/budidaya-pakcoy.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Pakcoy

Jumat, 25 Oktober 2019

Sayuran yang dijual dipasar yang biasanya bebas dari pestisida



fakta menunjukkan bahwa pada umumnya petani selalu menggunakan pestisida dan bahan kimia lainnya untuk membudidayakan tanaman sayur mereka. Jadi, hampir semua sayuran yang ada di pasaran sudah tersentuh oleh racun hama, yang juga racun bagi manusia.

Namun demikian, Anda jangan khawatir dulu. Oleh karena itulah saya membuat tulisan ini, untuk memberitahukan kepada Anda, bahwa diantara sekian banyak sayuran, masih ada sayuran yang paling tidak lebih aman dari pestisida dan bahan kimia lainnya.

Tentunya sayur yang akan saya beritahukan di bawah ini, merupakan sayuran yang paling umum dikonsumsi, dan juga banyak di pasaran. Bahkan sayuran ini juga saya golongkan kedalam "jenis sayuran yang mudah di budidayakan.

Baiklah, inilah sayuran yang paling sehat bebas pestisida

1. Daun ubi


Anda pasti kenal kan dengan sayur ini? Ya, rasanya yang nikmat dan banyak dijumpai di penjual sayur, itulah yang membuat sayur ini terkenal. Bahkan di warung-warung makan dan restoran pun, banyak dijumpai menu masakan dari daun ubi.

Nah, selain harganya juga murah, daun ubi sangat sehat. Sebab bebas dari pestisida dan pupuk kimia. Saya tau, karena saya petani. Dan belum pernah saya melihat ada petani yang melakukan penyemprotan daun ubi atau memupuknya. Itu karena daun ubi, tidak disukai hama.

2. Kangkung air


Yang selanjutnya adalah kangkung air. Ingat, kangkung air, bukan kangkung darat atau kangkung cabut. Jadi kangkung air ini tumbuhnya di rawa-rawa atau di tempat yang basah. Ia bisa tumbuh subur meskipun tanpa pupuk, asalkan itu tadi, tumbuh di tempat yang berair atau lembab.

Kangkung air juga jarang disemprot (meskipun terkadang banyak diserang ulat). Sebab hanya dengan memetiknya setiap hari, ulat tidak sempat tumbuh dan berkempang pada daun kangkung tersebut.

3. Paku/Pakis



Nah, yang ketiga adalah sayur paku atau pakis. Sayur yang nikmat di tumis ini tidak pernah disemprot pestisida atau pun dipupuk. Sebab daunnya tidak disukai ulat seperti daun ubi. Tumbuhnya pun secara liar di semak-semak, di pinggir kali bahkan di hutan. Oleh karena itulah pakis tidak perlu diberikan pupuk.

4. Bunga pisang/Jantung pisang




Bunga pisang atau jantung pisang, adalah sayuran nomor empat yang bebas pestisida dan pupuk kimia. Sebab sayur yang disebut "ontong" oleh orang Jawa ini, juga tidak memerlukan sentuhan pestisida, karena hampir tidak ada ulat yang mau merusaknya.

Jantung pisang juga sudah mulai banyak dijual di pasaran. Meskipun banyak yang tidak menyukainya, tapi bila dimasak dengan cara yang benar dan racikan bumbu yang baik, sayur ini perlu diperhitungkan untuk hidangan keluarga Anda.

5. Genjer



Genjerrr.. Hem.. mendengar namanya saja, banyak yang pada mual. Sebab harus diakui, memang bagi pemula yang baru mencobanya, pasti mengatakan bahwa sayur ini tidak enak, pahit, getir, gatal di tenggorokan dan terlalu lembek. Oleh karena itulah sayur ini tidak pernah terhidang di meja makan sebagian orang.

Namun jangan dinilai dari rasanya saja. Tapi nilailah khasiat, dan tentunya nilai kesehatan dari genjer, yang bebas bahan kimia. Ya, genjer hampir sama seperti kangkung air, bahwa tumbuhnya di rawa-rawa dan di tempat berair. Kemudian tidak perlu disemprot atau pun dipupuk. Jadi, sayur ini aman.

6. Rebung



Yang ke enam adalah rebung, atau sayur bambu muda. Sayur ini juga sangat aman dari pestisida, dan hampir aman dari pupuk kimia lainnya. Sebab rebung dan bambunya biasa tumbuh di pinggir sungai, di hutan-hutan dan tidak dilakukan perawatan pun bisa hidup dengan subur.

Oleh karena itulah rebung tidak perlu dilakukan penyemprotan dan pemupukan. Sekali-kali Anda harus mencoba sayur ini. Tidak sulit kok mendapatkannya, itu karena telah banyak dijual di pasaran dalam keadaan siap dimasak.

7. Nangka muda



Yang selanjutnya adalah nangka muda atau tewel. Sayur ini juga banyak dijual di pasaran. Bahkan banyak dijual dalam keadaan sudah diiris-iris dan sudah direbus. Artinya Anda tinggal membelinya, dan memasaknya sesuai selera Anda.

Nah, nangka muda juga hampir bebas dari pestisida atau pun pupuk kimia. Setau saya, jarang petani yang melakukan penyemprotan terhadap nangka muda. Meskipun mungkin ada satu atau dua petani yang menyemprotnya, saya rasa tidak terlalu menghawatirkan, sebab kulit nangka itu sangat tebal. Sehingga resapan pestisida kedalam dagingnya, tidak separah sayur lainnya yang berkulit tipis.

8. Kelor



1001 manfaat yang bisa diambil dari daun kelor. Dan manfaat terbesarnya, tentunya adalah dapat menyehatkan mansia. Selain manfaatnya yang sangat banyak, daun kelor sangat-sangat aman Anda konsumsi. Itu karena sayur ini juga bebas dari pestisida dan pupuk kimia.

Memang terkadang agak sulit mendapatkan kelor di pasaran. Sebab, masih jarang yang membudidayakan kelor dengan tujuan untuk menghasilkan uang. Meskipun begitu, tetap ada saja beberapa pedagang yang menyediakan sayur ini di lapak mereka.

Para pembaca, dari sekian banyak pilihan sayuran yang sehat dan bebas bahan kimia, tentunya Anda bisa memilihnya untuk mengisi daftar menu sayuran Anda setiap harinya. Atau paling tidak, Anda harus menyelingi menu sayuran Anda, dengan sayuran sehat ini.

Sumber : https://senibertani.blogspot.com/2014/09/beberapa-sayuran-yang-paling-sehat.html

Cara Menanam Bayam Petik



Bayam merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting bagi tubuh. Wikipedia

Siapa yang tidak mengenal bayam, sayur yang banyak mengandung zat besi ini banyak terdapat di mana-mana. Tumbuhnya pun sangat mudah, bahkan bisa tumbuh di pekarangan rumah. Namun jika Anda ingin hasil yang lebih baik, tentunya Anda harus menanamnya sendiri dan merawatnya dengan baik.

Untuk menanam bayam itu sangat mudah. Namun ada beberapa cara, yang tentunya cara satu dengan yang lainnya ada perbedaan, tergantung dari jenis bayam itu sendiri. Nah, untuk kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana menanam bayam raja, yaitu bayam super berdaun lebar.


Sedikit saya beritahu bahwa bayam raja ini berdaun lebar, dan daunnya tidak memanjang atau runcing. Daunnya berbentuk lebih cenderung bulat, dan berwarna hijau. Sedangkan pohonnya berwarna hijau muda. Yang jelas jenis bayam ini berbeda dari yang biasanya tumbuh di kebun-kebun.

Sebenarnya untuk namanya pun saya tidak tau persis. Hanya saja petani di sini menyebutnya bayam raja, ada juga yang menyebut bayam pecel atau bayam peyek. Nah, untuk penanamannya sendiri, silahkan dibaca lebih lanjut di bawah ini.

1. Yang pertama siapkan tanah untuk menyebar benihnya. Usahakan tanah yang subur dan lembab.

2. Kemudian bersihkan tanah tersebut dari rumput-rumput liar. Jika Anda ingin mencangkulnya, itu lebih bagus. Tapi jika tidak juga tidak masalah asalkan kondisi tanahnya sudah gembur.

3. Selanjutnya sebar benih bayam di tanah bedengan tersebut. Usahakan siramilah jika Anda memberi atap pada tempat menyebar benih itu agar tanahnya jangan sampai mengering. Jika tidak Anda berikan penutup atap, Anda juga harus menyiraminya jika jarang terjadi hujan. Proses menyiram ini dilakukan pada pagi atau sore hari, hingga ia tumbuh dan siap dipindahkan.

4. Siapkan tanah yang lebih luas lagi untuk menanam bibit bayam yang telah disemaikan. Bersihkanlah lahan tersebut, kemudian cangkuli jika terlalu keras. Namun jika tanah tersebut tidak terlalu keras, cukup beri lubang-lubang untuk menancapkan bibit bayam dengan jarak tanam kurang lebih 30 cm.


5. Cabut bibit dengan tanahnya, jika ia telah berumur kurang lebih 40 hari sejak pertama penyebaran benihnya. Jika Anda tidak mau terlalu rumit, cabut saja bibit bayam tersebut dengan tangan Anda, tanpa perlu mengikutkan tanahnya.


6. Tanam bayam yang telah Anda cabut tersebut ke dalam lubang-lubang yang telah Anda buat tadi. Usahakan penanaman dilakukan di sore hari, agar ketika ia beradaptasi dengan tanah baru dalam waktu malam tanpa terik matahari supaya tidak mudah layu.

7. Siramilah bayam yang ditanam itu secukupnya, agar ia menjadi segar. Kemudian jangan lupa jika ladang tempat penanaman bayam tersebut kering, sirami saja pada pagi atau sore hari. Yang jelas usahakan agar tanahnya selalu lembab.

Nah, mudah bukan? sekarang Anda tinggal lanjut pada tahap perawatan dan tinggal menunggu bayam Anda siap dipanen. Baiklah, cukup sekian tulisan saya tentang cara menanam bayam peyek, semoga bermanfaat. Terima kasih.

Sumber : https://senibertani.blogspot.com/2014/08/cara-menanam-bayam-petik-bayam-raja.html