Sabtu, 07 September 2019

Panduan Lengkap Usaha Ternak Ayam Kampung Untuk Pemula



Daily Lampung - Ayam kampung adalah sebutan di Indonesia bagi ayam peliharaan yang tidak ditangani dengan cara budidaya massal komersial serta tidak berasal-usul dari galur atau ras yang dihasilkan untuk kepentingan komersial tersebut. Ayam kampung tidak memiliki istilah ayam kampung petelur ataupun pedaging. Wikipedia

Sebetulnya banyak sekali jenis peluang usaha di bidang peternakan yang bisa dikembangkan, namun Anda juga perlu memikirkan bagaimana prospek serta permintaan pasar dari usaha yang kita jalani untuk jangka panjang.

Dari sudut kacamata bisnis, ternak ayam kampung menjadi salah satu bisnis yang sangat menarik untuk kita tekuni. Alasannya adalah membudidayakan ayam kampung dirasa cukup mudah dibandingkan dengan ternak ayam broiler. Apalagi yang perlu kita perhatikan yaitu harga dari ayam kampung sendiri saat ini cenderung naik berbanding terbalik dengan harga ayam broiler yang lebih fluktuatif.

Jika anda ingin memulai usaha di bidang peternakan khususnya usaha ternak ayam kampung perlu memperhatikan beberapa hal seperti berikut ini:

Gali informasi sebelum beternak ayam kampung


Apapun jenis usaha yang akan anda jalani pastinya, diperlukan informasi serta pengetahuan yang cukup sehingga hasil dari usaha yang anda jalani bisa mencapai kesuksesan, tidak terkecuali dengan bisnis ternak ayam kampung. Jangan sampai ketika sedang memulai bisnis ini, anda akan merasa kebingungan di tengah jalan dan tidak mampu menguasai teknis beternak yang baik sehingga hasilnya tidak akan bisa optimal serta ancaman kegagalan pun bisa menjumpai anda. Oleh karena itu, pelajari bagaimana teknis beternak ayam kampung yang baik dan ketahui bagaimana proses pembibitan, perawatan, hingga proses perkembangbiakannya bisa anda kuasai dengan baik. Anda pun bisa mencari informasi tersebut di berbagai media online, buku, maupun majalah seperti yang Anda lakukan saat ini.

Selain itu jalin komunikasi dengan para peternak ayam kampung yang lain, yang bisa diajak bertukar pikiran tentang pengalaman beternak ayam kampung. Jika anda masih memulai usaha ternak ayam kampung anda bisa melakukan kerjasama pembelian bibit ayam kampung dari beternak yang bersangkutan.

Anda juga bisa mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan budidaya ayam kampung oleh beberapa instansi baik dari dinas pertanian maupun dari swasta. Kegiatan tersebut bisa membantu anda dalam memperkaya pengetahuan serta memperoleh petunjuk teknis cara ternak ayam kampung yang benar dan sesuai dengan anjuran.

Perhatikan Persyaratan Beternak Ayam kampung


Sejak jaman dahulu kala petani kita sudah melakukan ternak ayam kampung dengan sistem umbaran, namun ternyata pola pemeliharaan umbaran kurang efisien untuk dijalankan di masa sekarang karena pemeliharaan yang ala kadarnya serta pertumbuhan bobot ayam dan produksi telur nya masih cukup rendah.

Sebagai contohnya apabila beternak ayam kampung secara tradisional atau umbaran Anda membutuhkan waktu hampir 6 bulan untuk mencapai bobot 1 kg ayam kampung, sedangkan jika kita beternak secara intensif kita hanya membutuhkan waktu sekitar 2-2,5 bulan untuk mendapatkan ayam pedaging yang siap jual.

jika ingin memulai bisnis ternak ayam kampung sebaiknya Anda harus memperhatikan betul persyaratan lokasi serta teknik budidaya yang sesuai dengan standar peternakan. Apabila kondisi peternakan baik maka bisa membuat para peternak menjalankan usahanya secara fokus.

Fokus Menentukan Arah Usaha ayam kampung


Sedari awal tentukan arah usaha peternakannya, mau bisnis ayam pedaging atau ayam petelur. Hal ini untuk memilih DOC (bibit ayam kampung) yang tepat dan sesuai dengan bibit untuk petelur atau pedaging, sehingga hasil dari ternak bisa optimal. Kesalahan yang sering dilakukan oleh petani kita adalah kurang fokus dalam memilih jenis usaha, kebanyakan dari mereka beternak kedua-duanya tanpa memisahakan bibit ayam kampung (DOC) sesuai dengan tipe perkembangannya. Akibatnya hasil ternak pun kurang optimal dan rugi dari sisi biaya pemeliharaan.

Yang perlu menjadi cacatan penting adalah DOC petelur dan DOC pedaging berbeda dalam sistem pemeliharaanya. DOC petelur dalam pemeliharaanya lebih difokuskan kepada percepatan bertelur dan kuantitas telur ayam, sedangkan DOC pedaging pemeliharaanya lebih pada kualitas dagingnya dan lama pemeliharaan. Jadi, sebaiknya DOC petelur dan DOC pedaging jangan sampai tertukar pemeliharaannya karena bisa berdampak langsung terhadap biaya pemeliharaan.

Mulailah Dari Tahapan Termudah Bagi Pemula


Bagi Anda yang mau memulai bisnis ternak ayam kampung sebaiknya menggunakan tahapan termudah dalam memulai peternakannya, hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko kegagalan dalam segi investasi dan pendanaan. Berikut ini kami sampaikan beberapa langkah sederhana dalam memulai bisnis ternak ayam kampung.

Jika Anda memilih menjalankan ternak ayam kampung pedaging, sebaiknya memulai bisnis ini dengan membeli DOC untuk dikembangbiakan. Cara pemeliharaan ayam pedaging dirasa cukup mudah dibandingkan pelihara ayam petelur. Waktu pembesaran ayam pedaging hingga siap panen cenderung lebih singkat sekitar 2 – 2,5 bulan. Apabila sudah melewati tahapan pembesaran ayam pedaging, Anda bisa memulai menambah segmen usaha seperti pembibitan ayam pedaging maupun ternak ayam petelur.

Untuk Anda yang mau memulai bisnis ayam kampung petelur, bisa memulai usaha dengan membeli dara ayam petelur berusia 4 hingga 5 bulan. Pelihara ayam tersebut sampai siap untuk menghasilkan telur pada usia 6 bulan. Cara ini terbilang cukup singkat dan efektif daripada membeli DOC yang membutuhkan waktu pemeliharaan lebih lama dan untuk mengurangi resiko selama masa pemeliharaan.

Namun demikian, Anda juga bisa membeli DOC petelur dengan mempertimbangkan memudahkan adaptasi ayam terhadap lingkungan baru sehingga lebih mudah dalam menghasilkan telur. Yang menjadi catatan penting adalah Anda perlu didampingi oleh orang yang sudah pengalaman di bidang ternak ayam kampung sehingga memudahkan dalam berkonsultasi serta bisa memastikan bahwa usaha ternak yang kita rintis bisa berjalan dengan baik.

Mulailah Dari Skala Kecil


Bagi Anda yang masih pemula dalam memulai bisnis ayam kampung, kami menyarankan untuk tidak serta merta investasi besar dalam beternak meskipun modal yang dipunyai mencukupi. Anda bisa memulai ternak ayam kampung beberapa puluh ekor sebagai permulaan, ini penting dilakukan bisa digunakan sebagai media pembelajaran beternak ayam kampung. Amati sekaligus pelajari bagaimana perilaku ayam kampung serta teknik pemeliharaannya ( Learning by Doing ).

Jadikan pengalaman dan pengetahuan beternak ayam selama periode pemeliharaan pertama sebagai modal Anda dalam beternak ayam kampung di periode berikutnya. Jadi, apabila pada periode pertama beternak ayam kampung berhasil maka keuntungan yang Anda dapatkan bisa digunakan sebagai modal untuk beternak di periode selanjutnya. Sebaliknya jika periode pertama belum berhasil, maka modal  simpanan yang Anda punyai masih bisa digunakan untuk beternak di periode selanjutnya.

Pelajari Waktu Memulai Beternak ayam kampung


Dalam memulai beternak ayam kampung perlu mempertimbangkan keadaan musim, karena bisa berpengaruh terhadap hasil ternak. Kami menyarankan untuk memulai beternak ayam kampung ketika musim kemarau atau awal musim kemarau. Pada musim tersebut, kita akan lebih mudah dalam proses pemeliharaan.

Kami contohkan, pada musim kemarau Anda lebih mudah dalam memelihara DOC pada malam hari karena cuacanya cukup mendukung. Namun jika dilakukan pada musim penghujan, pemeliharaan DOC akan lebih repot karena kelembapannya tinggi dan cuaca yang dingin. Apalagi ketika memasuki pancaroba atau pergantian musim, DOC lebih gampang terserang penyakit.

“Apabila Anda terpaksa memulai beternak ayam kampung ketika musim penghujan, kami sarankan untuk memelihara doc di kandang yang memiliki pemanas. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalkan serangan penyakit dan kematian. Kami tidak menyarankan memulai beternak ayam kampung ketika masa pancaroba”

Dalam beternak ayam kampung bisa dilakukan sepanjang tahun karena memang permintaan akan ketersediaan ayam kampung cukup stabil, begitupun dengan harganya yang cenderung stabil dan makin merangkak naik. Lonjakan harga dan permintaan pasar biasanya terjadi pada waktu hari raya. Sebaiknya menjelang hari raya, produksinya digenjot untuk memenuhi permintaan pasar.

Perhatikan Perlengkapan Ternak dan Manajemen Pemeliharaan


Anda perlu memperhatikan kelengkapan peralatan ternak serta melakukan manajemen pemeliharaan yang sesuai standar. Pastikan berbagai kebutuhan ternak sudah mencukupi dalam hal jumlah serta kualitasnya. Pada umumnya peternakan yang sudah melakukan teknik pemeliharaan sesuai standar sudah mempunyai perlengkapan yang memadai.

Jagalah kebersihan kandang ayam, pastikan tempat pakan dan minum sesuai dengan jumlah ayam yang dipelihara. Bersihkan kandang beserta peralatannya tidak terkecuali tempat pakan dan minum ketika sudah mulai kotor. Peralatan lain yang harus dimiliki oleh peternakan ayam kampung yaitu perlengkapan pembibitan seperti genset dan cooling room. Genset digunakan untuk mengantisipasi pemadaman listrik PLN karena bisa mengganggu proses penetasan telur. Apabila listrik terlalu lama padam maka telur terancam tidak bisa menetas. Dalam proses penetasan telur diperlukan mesin tetas yang dipakai secara manual maupun otomatis.

Perlengkapan lain yang tidak kalah pentingnya yaitu cooling room dipakai dalam masa pembibitan yang merupakan ruang khusus tempat menyimpan telur yang memakai pendingin udara. Fungsi dari cooling room adalah sebagai media penyimpan sementara telur tetas sebelum dijual atau sebelum dimasukkan ke dalam mesin penetasan. Untuk menyimpan telur tetas di cooling room sebaiknya memakai suhu dibawah suhu normal ruangan yaitu sekitar 25°C , gunanya untuk mencegah pertumbuhan embrio terlalu dini sebelum dimasukkan ke dalam mesin penetasan.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan dalam beternak ayam kampung yaitu menajemen pemeliharaan yang baik. Aturlah waktu dalam pemeliharan ternak, mulai dari perawatan kandang, pemberian pakan ternak, pemberian vaksin dan penyemprotan disinfektan pada kandang. Buatlah catatan pada masing-masing periode beternak untuk digunakan sebagai bahan evaluasi beternak ke depan.
Demikian. Semoga bermanfaat.

sumber: www.sipendik.com

Analisa Dan Perhitungan Usaha budidaya lele




dailylampung- Lele atau ikan keli, adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki "kumis" yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Wikipedia

Budidaya lele terus berkembang pesat hampir di seluruh Indonesia. 


Mulai dari lele kolam, lele di sawah dan baru-baru ini ada lele di kolam terpal plastik, semua itu dikarenakan;

1. Dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas
2. Padat tebar tinggi
3. Teknologi budidaya relatif mudah
4. Pemasarannya relatif mudah
5. Modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.

Parameter kualitas air yan baik untuk pemeliharaan ikan lele sangkuriang adalah sebagai berikut:
a. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32°C. Suhu air akan mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air.
b. pH air yang ideal berkisar antara 6-9.
c. Oksigen terlarut di dalam air harus > 1 mg/l.

Pembesaran lele :

  1. Menebarkan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2,
  2. Dibuat perlindungan bisa dari peralon
  3. Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2
  4. Kolam dibiarkan ± 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami.
  5. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas
  6. Jumlah benih yang ditebar kurang lebih 50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.
  7. Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan
  8. Pakan dapat diberikan 2-3 kali sehari
  9. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dibuat bentuk pellet.
  10. Setelah 3 bulan pembesaran dapat mencapai berat 200 - 250 gram per ekor dengan panjang 15 - 20 cm

Analisa Dan Perhitungan Usaha budidaya lele

 
ukuran 500 meter
1. Investasi
a. Sewa lahan 1 tahun
@ Rp 750.000,-.              = Rp 1.000.000
b. Persiapan kolam.      = Rp 500.000
                  
                                             Rp 1.500.000,-
2. Biaya Tetap
a. Perbaikan kolam.        = Rp 1.000.000
b. Perbaikan saluran air = Rp 500.000
                                            Rp 1.500.000,-
3. Biaya Variabel
a. Pakan pellet dan
buatan.                              = Rp 20.000.000
b. Benih ukuran 5-8 cm
25.000 ekor @ Rp 100,-  = Rp 2.500.000
c. Obat-obatan 6 unit
@ Rp 50.000                     = Rp 300.000
d. Alat perikanan 2 paket
@ Rp 100.000                   = Rp 200.000
                                            Rp 23.000.000,-
4. Total Biaya
Biaya Tetap +
Biaya Variabel                  = Rp. 24.500.000,-
                                            Rp 24.500.000,-
5. Produksi
4000 kg x Rp 10.000/kg = Rp. 40.000.000
6. Pendapatan
Produksi - (Biaya tetap + Variabel)
Rp 40.000.000 - ( Rp 24.500.000,-)
                    Pendapatan = Rp 15.500.000,-
Volume Produksi               = 4.000 kg
Harga produksi                  = Rp 10.000
Harga tingkat konsumen = Rp 13.000

 demikianlah Analisa Dan Perhitungan Usaha budidaya lele Tahun 2020

Rabu, 17 Juli 2019

ayam ketawa di lampung




Ayam ketawa, Manugaga atau juga dikenal dengan sebutan ayam jantan dari timur adalah ayam asli Indonesia yang berasal dari kabupaten Sindrap, Sulawesi Selatan.Ayam ini dinamai demikian karena bunyi kokoknya yang menyerupai bunyi tertawa manusia. Wikipedia
Warna telur: Putih
Berat: Jantan
Warna kulit: Variasi
 
Seperti ayam lokal lainnya, budidaya ayam ketawa relatif mudah. Pakannya gampang didapat, daya tahan tubuhnya pun kuat di berbagai cuaca. Hal ini jelas berbanding terbalik dengan harga ayam ketawa yang bisa menjulang.
Pakan terdiri dari jagung, gabah, beras merah, dan pur. Keempat bahan ini dengan mudah bisa ditemukan di pasar-pasar burung.
Dalam sehari ayam-ayam ini diberi makan tiga kali, pagi, siang, dan sore. “Porsinya, satu genggam untuk satu ekor,” 

Selain pakan tadi, ayam juga diberi pakan khusus sebagai jamunya ayam ketawa. Pakan tersebut berupa campuran jahe, kunyit, dan kencur. Ketiga bahan ini diiris kecil-kecil untuk kemudian disuapkan ke ayam. Pemberian pakan ini bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh si ayam.
Pemeliharaan ayam ketawa pun relatif mudah. Ayam ini tak perlu ditempatkan di area khusus. “Cukup dimasukkan ke dalam kandang,”
Harga seekor ayam ketawa Rp 250.000 sampai Rp 3 juta. Mahal murahnya, tergantung dari umur si ayam. Semakin dewasa usia ayam, kian mahal harganya. “Di usia dua hingga tiga tahun, ketawanya sudah bagus sekali,”

Satu ekor ayam ketawa yang sering ikut kontes biasanya harganya mulai Rp 3 juta sampai Rp 60 juta, tergantung dari suara ketawa si ayam. Ada tiga kategori ketawa. Pertama, tawa standar. Ayam kategori ini memiliki suara tertawa pendek. Kedua, dangdut. Suaranya agak rapat. Ketiga, slow. Tipe suara ketawanya mengalun.

Di luar kategori ini ada pula kategori antik. Suara tertawa ayam tipe memiliki ini durasi satu hingga dua menit. Namun, yang biasa menjadi jawara kontes adalah tipe tawa dangdut dan slow. “Kalau yang antik, terlalu lama ketawanya,”  

Usaha beternak ayam arab di lampung sumatera




Ayam arab merupakan keturunan dari ayam brakel kriel-silver dari Belgia. Disebut ayam arab karena dua hal: pejantannya memiliki daya seksual yang tinggi dan keberadaannya di Indonesia melalui telurnya yang dibawa oleh orang yang menunaikan ibadah haji dari Mekah. Wikipedia

Dengan melihat tren peningkatan kesadaran masyarakat akan kandungan gizi disetiap makanan yang mereka konsumsi, berdampak positif terhadap peningkatan permintaan telur ayam kampung. Peternak berusaha untuk meraup peluang tersebut namun terkendala oleh tingkat produktifitas ayam kampung yang selama ini mereka budidayakan yang rata-rata hanya memiliki produktifitas 30%.

Namun, Peternak ayam kampung kini bisa sedikit bernafas lega karena
telah hadir Ayam Kampung Arab yang telah terbukti memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ayam kampung petelur. Produktifitas Ayam Kampung Arab boleh dibilang cukup tinggi jika dibandingkan ayam kampung biasa.

Produksi telur ayam arab rata-rata 50 sampai 60 % sedangkan ayam kampung biasa hanya mencapai 30% saja. Pada puncak produksi ayam kampung arab mampu berproduksi hingga 85%. Meski masih lebih rendah dibandingkan ayam petelur leghorn, namun peluang bisnis ayam arab petelur sangat baik, karena harga telur ayam kampung arab setara dengan ayam kampung biasa.

Keunggulan ayam kampung arab dibandingkan ayam leghorn adalah pada ukuran tubuh yang lebih kecil, ini akan berakibat pada konsumsi pakan yang lebih sedikit.

- Pola Pemeliharaan Ayam Arab Petelur
Pada budidaya ayam kampung arab, ada berbagai macam bentuk pola budidaya. Cara tradisional adalah dengan mengumbar ayam arab petelur dan bebas berkeliaran. Cara kedua adalah dengan model kandang terbatas, pola pemeliharaan ini bisa lebih terkontrol dibandingkan cara pertama. Ayam kampung arab petelur ditempatkan pada kandang batere tanpa pejantan, satu ayam satu kandang.

Kunci utama dari produktivitas ayam arab ini adalah pada masalah pakan. Kebutuhan gizi harus tercukupi, makanan ayam kampung arab boleh dibilang mudah, cukup dengan bekatul, jagung giling dan konsentrat petelur.

- Analisa Usaha Ternak Ayam Arab
Untuk memulai usaha ternak ayam kampung arab, anda dapat memulai dengan jumlah yang disesuaikan dengan kemampuan dan keadaan. Analisis sederhana usaha ternak ayam arab dengan jumlah pemeliharaan 1000 ekor adalah sebagai berikut:

I. Biaya Investasi
- Bangunan dan Kandang Rp. 35.000.000, bisa dipakai 7 periode. Satu periode produktif ayam arab rata-rata 2 tahun.

- Investasi Ayam Arab Mulai Produksi Rp. 55.000 x 1000 = Rp.55.000.000
Total Investasi = Rp 90.000.000,-

- Setelah masa produksi ayam arab afkir masih bisa dijual sebagai ayam pedaging.

II. Biaya Pemeliharaan Harian Ayam kampung Arab
- Pakan Harian 85 gram x 1000 x Rp.6,5/gr = Rp.552.500
- Obat-obatan Rp.10 x 1000 = Rp.10.000
- Tenaga Kerja Rp.25.000
Total Biaya Harian Rp. 587.500

III. Pendapatan Harian Telur Ayam Arab
- Pendapatan telur : rata2 = 1.000e x 54% = 540 butir / hari.

IV. Perhitungan BEP Ternak Ayam Arab
Untuk menghitung nilai BEP atau nilai impas ternak ayam arab per harinya, maka harga jual telur ayam arab adalah sebagai berikut:
- Harga Jual Telur Minimal = Total Biaya Harian / Jumlah Produksi Telur Per hari
Rp. 587.500 / 540 butir = Rp. 1.087,-

Di pasaran harga telur ayam arab/ayam kampung lebih tinggi dari harga tersebut yang bisa mencapai Rp.1800 s/d Rp.2.000,-/butir. Untuk menghitung BEP dari keseluruhan biaya yang dikeluarkan, silahkan dihitung sesuai dengan harga telur di daerah masing-masing.

Bila menggunakan harga telur Rp.1.800,- saja, maka dapat diperoleh perhitungan
- Modal Harian = Rp.587.500,-
- Omzet Telur Harian = Rp.1.800,- x 540 butir = Rp.972.000,-
- Keuntungan Harian = Rp.972.000 - Rp.587.500,-  = Rp. 384.500,-/hari

Berarti dalam sebulan dapat diperoleh Laba sebesar = Rp.384.500,- x 30 hari = Rp.11.535.000,-

BEP = Rp.90.000.000,- : Rp.11.535.000 = 7,8 bulan = digenapkan 8 bulan

Berarti, hanya dalam waktu kurang dari setahun (8 bulan), peternak sudah bisa balik modal. Sehingga dibulan-bulan berikutnya, peternak dapat menuai keuntungan hingga Ayam Kampung Arab afkir atau kurang produktif lagi (produktif sekitar : 1,5 s/d 2 tahun) selanjutnya dapat dijual sebagai ayam kampung pedaging.

Peternak juga masih mendapatkan keuntungan berupa fasilitas kandang yang dapat dipakai hingga 6 periode pemakaian kedepan. Menarik bukan?

atau dengan modal yang lebih kecil bisa juga,
caranya dengan membeli DOC ayam arab lalu memeliharanya sampai umur 5 bulan (usia bertelur).
harga DOC ayam arab di lampung berkisar 9000/ekor.
untuk menyiasati biaya kandang, ayam arab juga bisa bertelur pada kandang biasa (kandang ngampar atau hanya dipagar keliling)