Rabu, 30 Oktober 2019

Cara budidaya Bebek Petelur




Budidaya bebek petelur sangat potensial dijadikan usaha baik sebagai sambilan atau sumber penghasilan pokok. Bebek dikenal mudah dalam pemeliharaan dan tahan terhadap penyakit. Bisa dipelihara dengan cara tradisional, digembalakan, atau secara intensif, didalam kandang, atau bisa juga digabungkan antara keduanya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk budidaya bebek petelur adalah sebagai berikut :
Perkandangan
Kandang yang cocok untuk budidaya bebek petelur adalah jenis Ren. Jenis ini terdiri dari 2 bagian :

  • tempat berteduh, beristirahat dan bertelur dimalam hari
  • tempat bermain disiang hari atau playangan.

Tempat berteduh, beristirahat dan bertelur berupa ruangan beratap, berlantai tanah dan beralas / litter. Atap dapat berupa asbes, genting atau rumbia. Alas/litter bisa berupa sekam, jerami atau serbuk kayu gergajian. Alas berguna untuk menyerap cairan kotoran bebek sehingga kandang tidak mudah becek, memberi suasana hangat untuk merangsang itik bertelur, menjaga telur agar tidak mudah pecah. Sebelum ditaburi alas/litter, tanah diberi kapur lebih dahulu untuk mencegah penyakit dan mengurangi bau kotoran. Berikan ventilasi yang cukup agar sirkulasi udara dalam kandang lancar. Gas-gas yang timbul dari tumpukan kotoran bisa mengganggu kesehatan bebek yang berdampak pada produktifitas telur. Sirkulasi udara yang lancar mencegah gangguan kesehatan pada bebek yang ditimbulkan oleh gas-gas yang dihasilkan dari timbunan kotoran. Untuk tempat beristirahat sebaiknya diisi 4-5 ekor bebek untuk 1 m2 luas kandang.
Tempat bermain (playangan) berfungsi memberi ruang gerak bagi bebek untuk bergerak aktif sehingga meningkatkan kesehtan bebek. Disini bisa diberi peneduh berupa pohon waru atau talok, tetapi tetap harus menyediakan ruang untuk masuknya sinar matahari. Lantai tanah tempat bermain dibuat sedikit miring agar saat hujan air tidak menggenang. Sediakan tempat minum yang cukup, atau lebih bagus diberi kolam. 1 m2 luas kandang untuk 2 ekor bebek.
Bibit
Untuk budidaya bebek petelur sebaiknya membeli bibit berupa bebek siap telur/bayah agar perputaran modal lebih cepat. Memeliha DOD hingga menjadi bebek siap telur bisa dijadikan peluang usaha tersendiri. Untuk memilih bebek siap telur yang baik diperlukan pengalaman dan kejelian. Bagi peternak pemula sebaiknya membawa teman yang berpengalaman saat membeli bebek agar terhindar dari ulah pedagang nakal. Berikut beberapa ciri fisik bebek siap telur :


  • ukuran tubuh seragam,
  • bentuk tubuh langsing dan berdiri tegak,
  • bulu tubuh lengkap berwarna kemerahan berbeda dengan bebek afkir yang cenderung berbulu pucat keputih-putihan,


Pakan
Bebek petelur rata-rata membutuhkan pakan 0.2 kg/ekor/hari atau 10% dari berat tubuh. Jenis pakan yang diberikan tergantung lokasi peternakan, pilih bahan yang mudah didapat sehingga ketersediaan pakan terjamin. Contoh ransum untuk bebek petelur : bekatul, nasi bekas dan konsentrat dengan perbandingan 2:2:1. Ketiga bahan tersebut dicampur merata dengan air secukupnya. Lebih bagus lagi kalau air yang digunakan adalah air panas, sehingga pakan lebih mudah ditelan dan dicerna. Pakan diberikan 2 sampai 3 kali sehari. Jadi untuk 100 ekor bebek diperlukan 20 kg pakan yang terdiri dari 8 kg bekatul, 8 kg nasi bekas dan 4 kg konsentrat.
Hasil budidaya
Hasil utama dari budidaya bebek petelur adalah telur bebek. Satu ekor bebek rata-rata menghasilkan 200-230 butir telur per tahun. Telur bebek dijual per biji bukan kiloan seperti telur unggas yang lain.
Hasil sampingan berupa bebek afkir yang dijual sebagai bebek potong. Bebek memasuki masa afkir ditandai dengan turunnya produktifitas telur dan meningkatnya berat badan/gemuk.

Sumber :
https://paktanimacul2.blogspot.com/2013/01/budaya-bebek-petelur.html

Cara membedakan anak itik (DOD) jantan dan betina



Memilah anak itik jantan dan betina (sexing) wajib kuasai oleh orang-orang yang terjun didunia budidaya itik terutama pembibitan. Karena anak itik jantan dan betina djual dengan harga yang jauh berbeda.

Berikut adalah cara memilah kelamin anak itik :


1.Hand sexing

Adalah cara memilah kelamin anak itik dengan cara
membuka anus/kloaka. Jika terdapat benjolan kecil dianus maka anak itik ini berkelamin jantan, jika tidak ada maka berkelamin betina. Sexing dengan cara ini memiliki tingkat akurasi/ketepatan yang tinggi, tapi sedikit repot dan makan waktu lumayan lama. Bayangkan jika yang dipilah berjumlah ratusan atau bahkan ribuan.

2.Bend sexing

Adalah memilah kelamin anak itik dengan memperhtikan tingkah anak itik. Termasuk dalam cara ini adalah membedakan warna bulu dan paruh anak itik. Bulu anak itik jantan lebih gelap dan kasar daripada anak itik betina. Warna paruh anak itik jantan abu-abu kehitaman, sedang anak itik betina lebih terang mirip warna bawang merah (bhs jawa : mbrambang). Dengan cara ini akan lebih mudah dan cepat dibanding cara nomer 1 /hand sexing. Namun jika ada keraguan maka cara nomer 1 dilakukan.

3.Voice sexing

Adalah pemilahan kelamin anak itik dengan membedakan suara yang dikeluarkan anak itik. Anak itik jantan bersuara serak, sedangkan anak itik betina nyaring. Cara ini membutuhkan latihan dan konsentrasi.

Demikianlah cara memilah kelamin anak itik yang baru menetas. Saya lebih suka menggunakan cara nomer 2/dengan membedakan warna paruh dan bulu karena lebih mudah dan cepat. Namun ada sedikit kejadian warna paruh sulit dibedakan, kalau terjadi demikian saya gunakan cara nomer 1/hand sexing untuk lebih meyakinkan.

Semoga bermanfaat.

note : DOD: day old duck/anak itik umur sehari

Sumber : https://paktanimacul2.blogspot.com/2012/08/cara-mudah-membedakan-anak-itik-dod.html

Rabu, 17 Juli 2019

bebek hibrida 45 hari panen




Bebek Atau Itik adalah nama umum untuk beberapa spesies burung dalam famili Anatidae. Bebek umumnya adalah burung akuatik yang sebagian besar berukuran lebih kecil dibandingkan kerabatnya, angsa dan angsa berleher pendek, dan dapat ditemukan pada perairan air tawar maupun air laut. Wikipedia

Selama ini pemenuhan kebutuhan daging itik hanya berasal dari itik petelur yang sudah habis masa produktifnya alias sudah di afkir. Hal ini tidak sejalan dengan marak dan berkembangnya bisnis kuliner seperti resto dan yang semisalnya yang menyajikan menu masakan daging bebek (itik). Maraknya resto dan warung tenda yang menyajikan menu bebek seperti lalapan bebek goreng, bebek bakar, dan bebek presto di berbagai daerah bisa menjadi sandaran bagi peternak itik pedaging. Menu olahan daging bebek ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner.
Kualitas dari daging itik afkir tidak sebaik daging itik yang memang dikembangkan sebagai itik pedaging. Daging itik muda mempunyai tekstur lebih lembut, lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi lantaran mulai dipotong rata-rata umur 45 hari.
Berikut kami sajikan beberapa pertanyaan yang akan dapat menghilangkan keraguan anda untuk memulai usaha penggemukan itik :
Kenapa mesti itik?
Kita semua tahu dan akan mufakat bahwa satu porsi nasi bebek harganya lebih mahal 1-2 kali lipat jika dibandingkan dengan harga satu porsi nasi ayam (goreng, bakar, crispy, dll). Mengapa? Karena daging itik mempunyai cita rasa khas tersendiri apalagi daging itik muda.

Sebesar 30% biaya produksi masuk untuk biaya pakan. Kebutuhan pakan meningkat seiring dengan bertambahnya umur itik. Selain itu itik jantan relatif lebih banyak mengkonsumsi pakan daripada itik betina. Semakin cepat waktu pemeliharaan harapannya adalah semakin sedikit biaya yang kita keluarkan untuk pakannya. Kedua adalah dengan memperhitungkan harga jual bebek umur 45 hari yang lumayan tinggi. Dan ketiga karena pada rentang umur tersebut adalah laju pertumbuhan yang optimal.
Harga jual dan peluang pasar
Kalau kita cermati harga itik afkir sekarang sekitar Rp 27.000-30.000/ekor dengan berat sekitar 1,5-1,8kg. Dengan harga yang sama kita akan bisa mendapatkan 2 ekor itik remaja.
Setelah beberapa pertanyaan dan keraguan anda sedikit terjawab, dan keinginan untuk usaha ini tetap ada maka kita melangkah pada usaha  manajemen pemeliharaan antara lain masalah bibit, pakan, kandang dan penyakit. Berikut akan kami uraikan sedikit tentang ke-4 hal tersebut.
Bibit
Umur itik antara 1-7 hari disebut dengan DOD (Day Old Duck).  Banyak cara untuk mendapatkan DOD antara lain dengan menetaskan sendiri, beli telur tetasnya, atau beli DOD langsung dari supplier atau produsen DOD. Kami di sini tidak bicara untung-rugi tentang cara mendapatkan DOD, tapi yang kita bicarakan dalam konteks ketersediaan bibit. Kalau lokasi anda dekat dengan penyedia DOD maka mintalah DOD yang sudah berumur 3-7 hari meskipun harganya terpaut sekitar Rp 200-300/ekor tapi akan lebih menguntungkan kalau kita hitung lebih teliti. Keuntungan kalau kita membeli pada umur tersebut adalah sudah bisa diketahui DOD yang kerdil atau tali pusatnya bermasalah dan tingkat kematian (mortalitas) rendah.
Pakan
Pakan DOD umur 1-3 minggu sebaiknya menggunakan pakan pabrikan (concentrate). Yang sering digunakan adalah jenis pakan starter untuk ayam pedaging. Multivitamin dan antibiotika juga perlu diberikan seperti vitachick, rhodivit, sorbitol dan lain sebagainya. Frekuensi pemberian pakan kalau bisa diusahakan lebih banyak dan teratur. Keuntungannya yang akan di dapat dengan frekuensi pemberian pakan lebih banyak adalah pakan yang kita berikan senantiasa fresh dan terkontrol. Setelah umur 3 minggu pakan bisa diganti dengan komposisi 1 bagian konsentrat dengan 2 bagian dedak. Bahan pakan alternatif lain yang bisa diberikan antara lain : siput, rejekan mie instan, ampas kelapa, bihun afkir, roti afkir dan lain sebagainya. Kadar protein yang dibutuhkan antara 16-22% dan energy metabolisme sekitar 2900-3000 kkal/kg.
Kebutuhan pakan dan minum per 100 ekor
Umur (minggu)
Jumlah pakan (kg)
Jumlah minum (ltr)
1
1,5
3,2
2
3
7,2
3
4
10,4
4
6,1
13,6
5
6,5
16
6
6,8
17,6
Kandang
Model kandang untuk penggemukan itik jantan cukup sederhana yaitu kandang bok dan postal. Kandang box digunakan untuk pemeliharaan 1-3 minggu, sedangkan kandang postal untuk pemeliharaan 3 minggu sampai panen. Kunci utama dalam pemeliharaan di kandang box adalah faktor pemanas. Pemanas yang bisa anda gunakan antara lain pemanas buatan (brooder) dengan sumber panas dari minyak tanah, briket batubara, LPG, lampu neon, dop dan sebagainya. Kepadatan kandang per m2 sekitar 30-40 ekor. Sedangkan pada kandang postal yang perlu mendapatkan perhatian adalah kepadatan kandang dan pemantauan laju pertumbuhan. Sering-seringlah mengganti atau menambah alas kandang baik dengan jerami, sekam, atau bahan lain sejenis.
Analisa usaha   
Analisa usaha yang kami berikan dengan meniadakan biaya sewa lahan, pembuatan kandang dan tenaga kerja. Mengapa? Anda tentu lebih mengerti jawabannya. Berikut perhitungan usaha penggemukan itik jantan per 100 ekor dalam 45 hari :
Biaya  
  • DOD 100 ekor  x Rp 10.000 = Rp 1.000.000
  • Pakan dedak l.k 50 kg x Rp 2.000 = Rp 100.000
  • Pakan pabrik 100 kg x Rp 7.500 = Rp 750.000
  • Obat-obatan Rp 50.000
  • Biaya lain-lain Rp 100.000
  • Total Pengeluaran Rp 2.000.000,-
Pendapatan
Asumsi bebek yang mati sebelum 6 minggu sebesar 10% (termasuk tinggi). Sehingga yang tersisa adalah 90 ekor dengan harga jual Rp 30.000/ekor maka akan di dapat pendapatan sebesar 90 ekor x Rp 30.000 = Rp 2.700.000,-
Keuntungan
Keuntungan = total pendapatan - total biaya = Rp 2.700.000 - 2.000.000 = Rp 700.000
Mungkin keuntungan di atas jauh dari bayangan kita, akan tetapi jangan berpaling dulu.  Perhitungan di atas hanya untuk jumlah pemeliharaan 100 ekor maka kami menyarankan kepada anda untuk memulainya dengan jumlah minimal 500 ekor. Sehingga keuntungan yang bisa diperoleh 5 x Rp.700.000 = 3.500.000.
Dan selanjutnya cobalah 1000 ekor yang berarti 10 x Rp.700.000 = 7.000.000
Di samping itu waktu kita juga tidak banyak terpakai karena ini sifatnya usaha sambilan dan anda dapat membandingkanya dengan waktu yang terbuang seorang buruh pabrik yang kerja 8 jam per hari dengan gaji yang diterima. Anda perlu tengok kembali waktu perputaran modal anda. Keuntungan bisa kita maksimalkan dengan usaha berikut :
  • Penggunaan pakan alternatif
  • Menekan angka kematian
  • Mencari harga jual tertinggi
Tak selamanya usaha selalu mulus dan mendatangkan fulus alias duit, sehingga kita mesti siap-siap dengan resiko dan kendala yang siap menghadang. Resiko jangan membuat kita lari akan tetapi kita perlu menghadapinya dengan optimisme akan berhasil.

Jumat, 28 September 2018

Cara penentasan telur bebek/itik menggunakan mesin tetas

Bebek atau Itik adalah nama umum untuk beberapa spesies burung dalam famili Anatidae. Bebek umumnya adalah burung akuatik yang sebagian besar berukuran lebih kecil dibandingkan kerabatnya, angsa dan angsa berleher pendek, dan dapat ditemukan pada perairan air tawar maupun air laut. 



Berikut cara dan tips bagaimana menetaskan telur itik atau bebek. Sebenarnya tata cara penetasan telur itik hampir sama dengan tata cara penetasan telur ayam. Perbedaan yang mencolok hanyalah  masalah waktu atau lama hari penetasan. Telur itik membutuhkan waktu sekitar 28 hari sedangkan telur ayam hanya butuh waktu sekitar 21 hari.Berikut akan kami sajikan pengetahuan kami perihal tata cara penetasan telur itik meskipun kami bukanlah yang terbaik dalam hal ini. Mudah-mudahan yang kami berikan ini membawa manfaat bagi kita semua. Aamiin.Persiapan telur.

  1. Memilih atau menyeleksi telur tetas sesuai dengan kriteria telur tetas yang baik
  2. Telur yang kulitnya terlalu kotor perlu dibersihkan, akan tetapi perlu ke hati-hatian dalam membersihkan kulit telur jangan sampai lapisan kulit ikut hilang
  3. Pisahkan telur retak, kerabang tebal/tipis

Persiapan mesin tetas

  • Fumigasi mesin tetas telah dilakukan satu hari sebelum mesin dipakai meskipun mesin tersebut baru dibeli. caranya adalah dengan menggunakan KMNO4 dan formalin. Masukkan wadah pada mesin tetas. Tuang KMNO4 pada wadah setelah itu campur dengan formalin. Setelah itu tutup mesin tetas dan lubang ventilasi. Fumigasi berlangsung selama 30 menit atau 1 jam. Telur jangan dimasukkan dulu. Takaran untuk formalin 2 kali lipat dari KMNO4
  • Hubungkan mesin tetas dengan catu daya listrik dan tunggu sampai suhu mencapai kestabilan pada suhu 37-38°C. Pemanasan mesin tetas dilakukan minimal 3 jam sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin tetas
  • Cek dengan seksama cara kerja thermostat, pitingan lampu dan yang lainnya
  • Sediakan cadangan bola lampu (dop) atau lampu templok (minyak tanah)
Setelah segala sesuatunya telah siap maka saatlah kita masuk ke tahap proses penetasan telur yang sebenarnya.  Adapun urutan kerja selama proses penetasan telur itik adalah sebagai berikut :

Hari ke-1

  • Masukkan telur ke dalam mesin tetas dengan posisi miring atau tegak (bagian tumpul di atas). Telur bisa langsung begitu saja dimasukkan ke dalam mesin atau melalui proses prewarming terlebih dahulu yaitu dibilas secra merata dengan air hangat.
  • Ventilasi ditutup rapat
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C)

Hari ke-2

  • Ventilasi dibiarkan tertutup sampai hari ke-3
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C)

Hari ke-3

  • Pembalikan telur harian bisa dimulai pada hari ini atau masuk hari hari ke-4. Disarankan pembalikan telur minimal 3x dalam sehari-semalam (jika memungkinkan dipakai rentang waktu setiap 8 jam. Misalkan pagi pukul 05.00, siang pukul 13.00, dan malam pukul 21.00.
  • Bersamaan dengan itu bisa dilakukan peneropongan telur kalau sudah memungkinkan karena ketelitian seseorang berbeda-beda. Telur yang berembrio ditandakan dengan bintik hitam seperti mata yang ikut bergoyang ketika telur digerakkan dan disekitarnya ada serabut-serabut kecil. Kalau telur tidak menandakan tersebut dikeluarkan saja dam masih layak untuk dikonsumsi. Peneropongan telur dilaukan ditempat yang gelap argar bayangan telur nampak lebih jelas.
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-4

  • Pembalikan telur harian sesuai jadwal hari ke-3
  • Lubang ventilasi mulai dibuka ¼ bagian
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C)

Hari ke-5

  • Pembalikan telur harian
  • Ventilasi dibuka ½ bagian
  • Kontrol suhu antara (37.8-38,8°C)

Hari ke-6

  • Pembalikan telur harian
  • Ventilasi dibuka ¾ bagian
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-7

  • Pembalikan telur harian
  • Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui perkembangan embrio (hidup atau mati). Embrio mati mati ditandakan dengan bercak darah atau lapisan darah pada salah satu sisi kerabang telur sedang embrio yang berkembang serabut yang menyerupai sarang laba-laba semakin jelas
  • Ventilasi dibuka seluruhnya

Hari ke-8 sampai ke-13

  • Pembalikan telur harian
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-14

  • Pembalikan telur harian
  • Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup atau sudah mati. Telr fertile membentuk gambaran mulai gelap dengan rongga udara yang terlihat jelas

Hari ke 15 sampai ke-20

  • Pembalikan telur harian
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-21

  • Pembalikan telur harian
  • Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup dan mati. Embrio mati ditandakan dengan bocornya lapisan rongga udara sehingga telur terlihat hitam semua
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C) dan tambahkan air ke dalam bak

Hari ke-22 sampai ke-25

  • Pembalikan telur harian
  • Kontrol suhu antara  (37,8-38,8°C) dan tambahkan air ke dalam bak

Hari ke-26 sampai ke-27

  • Pembalikan telur dihentikan
  • Kontrol kelembaban, lakukan penyemprotan jika diperlukan (dengan semburan yang paling halus)
  • Biasanya ada telur yang sudah mulai menetas di malam hari

Hari ke-28

  • Telur-telur sudah banyak yang menetas
  • Keluarkan cangkang telur dari rak agar space atau ruangan lebih longgar
  • Keluarkan anak itik yang baru menetas setelah bulunya setengah kering atau kering seluruhnya
  • Proses menetas biasanya berlangsung hingga hari ke-29
  • Dan setelah semuanya selesai mesin tetas bisa dibersihkan dan difumigasi kembali untuk persiapan proses penetasan berikutnya.               
  • Catatan tambahan : hendaklah melakukan pendinginan telur minimal 2 kali sehari karena kalau melihat prilaku unggas yang mengerami telurnya maka dia akan meninggalkan telur untuk berenang beberapa saat kemudian masuk ke tempat pengeraman kembali dan begitu seterusnya dan kalau diperhatikan hal tersebut kadang dilakukan setiap hari.

Peternakan Bebek di lampung

Umumnya usaha peternakan bebek ditujukan untuk bebek petelur. Namun peluang bebek pedaging juga bisa diambil dari bebek jantan atau bebek betina yang sudah lewat masa produksinya. Selain itu bisa juga pebisnis mengambil bagian pembibitan ternak bebek sebagai fokus usaha.
Namun sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan pemasaran hasil. Misalnya bagaimana pemeliharaan anak bebek (1-8 minggu), pemeliharaan bebek Dara (umur 8-20 minggu ke atas) dan pemeliharaan bebek petelur (umur 20 minggu ke atas).
 
Masa produksi telur yang ideal adalah selama 1 tahun. Produksi telur rata-rata bebek lokal berkisar antara 200-300 butir per tahun dengan berat rata-rata 70 gram. Bahkan, bebek tegal memiliki produktivitas tinggi di atas 250 butir per tahun dengan masa produksi telur hingga 10 bulan tiap periode bertelur selama 3 periode dengan sistem pemeliharaan sistem intensif..
Pemeliharaan bebek pejantan untuk di potong/ pedaging tidak membutuhkan waktu yang lama, dimana hasil sudah bisa dipetik dalam waktu 2-3 bulan. Hal tersebut disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya relatif lebih baik daripada bebek betina. Berat badan sampai saat dipotong tidak kurang dari 1,5 kg. Pemotongan pada umur yang relatif muda, menghasilkan daging yang lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi.

Sumber : http://bebeklampung.blogspot.com/2012/04/centra-penjualan-bebek-telur-dod.html