Bebek Atau Itik adalah nama umum untuk beberapa spesies burung
dalam famili Anatidae. Bebek umumnya adalah burung akuatik yang sebagian
besar berukuran lebih kecil dibandingkan kerabatnya, angsa dan angsa
berleher pendek, dan dapat ditemukan pada perairan air tawar maupun air
laut. Wikipedia
Selama ini pemenuhan kebutuhan daging itik hanya berasal
dari itik petelur yang sudah habis masa produktifnya alias sudah di
afkir. Hal ini tidak sejalan dengan marak dan berkembangnya bisnis
kuliner seperti resto dan yang semisalnya yang menyajikan menu masakan
daging bebek (itik). Maraknya resto dan warung tenda yang menyajikan
menu bebek seperti lalapan bebek goreng, bebek bakar, dan bebek presto
di berbagai daerah bisa menjadi sandaran bagi peternak itik pedaging.
Menu olahan daging bebek ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi
pecinta kuliner.
Kualitas dari daging itik afkir tidak sebaik
daging itik yang memang dikembangkan sebagai itik pedaging. Daging itik
muda mempunyai tekstur lebih lembut, lebih empuk, lebih gurih dan nilai
gizinya lebih tinggi lantaran mulai dipotong rata-rata umur 45 hari.
Berikut kami sajikan beberapa pertanyaan yang akan dapat menghilangkan
keraguan anda untuk memulai usaha penggemukan itik :
Kenapa mesti itik?
Kita semua tahu dan akan mufakat bahwa satu porsi nasi bebek harganya
lebih mahal 1-2 kali lipat jika dibandingkan dengan harga satu porsi
nasi ayam (goreng, bakar, crispy, dll). Mengapa? Karena daging itik
mempunyai cita rasa khas tersendiri apalagi daging itik muda.
Sebesar 30% biaya produksi masuk untuk biaya pakan. Kebutuhan pakan
meningkat seiring dengan bertambahnya umur itik. Selain itu itik jantan
relatif lebih banyak mengkonsumsi pakan daripada itik betina. Semakin
cepat waktu pemeliharaan harapannya adalah semakin sedikit biaya yang
kita keluarkan untuk pakannya. Kedua adalah dengan memperhitungkan harga
jual bebek umur 45 hari yang lumayan tinggi. Dan ketiga karena pada
rentang umur tersebut adalah laju pertumbuhan yang optimal.
Harga jual dan peluang pasar
Kalau kita cermati harga itik afkir sekarang sekitar Rp
27.000-30.000/ekor dengan berat sekitar 1,5-1,8kg. Dengan harga yang
sama kita akan bisa mendapatkan 2 ekor itik remaja.
Setelah beberapa pertanyaan dan keraguan anda sedikit terjawab, dan
keinginan untuk usaha ini tetap ada maka kita melangkah pada usaha
manajemen pemeliharaan antara lain masalah bibit, pakan, kandang dan
penyakit. Berikut akan kami uraikan sedikit tentang ke-4 hal tersebut.
Bibit
Umur itik antara 1-7 hari disebut dengan DOD (Day Old Duck).
Banyak cara untuk mendapatkan DOD antara lain dengan menetaskan sendiri,
beli telur tetasnya, atau beli DOD langsung dari supplier atau produsen
DOD. Kami di sini tidak bicara untung-rugi tentang cara mendapatkan
DOD, tapi yang kita bicarakan dalam konteks ketersediaan bibit. Kalau
lokasi anda dekat dengan penyedia DOD maka mintalah DOD yang sudah
berumur 3-7 hari meskipun harganya terpaut sekitar Rp 200-300/ekor tapi
akan lebih menguntungkan kalau kita hitung lebih teliti. Keuntungan
kalau kita membeli pada umur tersebut adalah sudah bisa diketahui DOD
yang kerdil atau tali pusatnya bermasalah dan tingkat kematian (mortalitas) rendah.
Pakan
Pakan DOD umur 1-3 minggu sebaiknya menggunakan pakan pabrikan (concentrate).
Yang sering digunakan adalah jenis pakan starter untuk ayam pedaging.
Multivitamin dan antibiotika juga perlu diberikan seperti vitachick,
rhodivit, sorbitol dan lain sebagainya. Frekuensi pemberian pakan kalau
bisa diusahakan lebih banyak dan teratur. Keuntungannya yang akan di
dapat dengan frekuensi pemberian pakan lebih banyak adalah pakan yang
kita berikan senantiasa fresh dan terkontrol. Setelah umur 3 minggu
pakan bisa diganti dengan komposisi 1 bagian konsentrat dengan 2 bagian
dedak. Bahan pakan alternatif lain yang bisa diberikan antara lain :
siput, rejekan mie instan, ampas kelapa, bihun afkir, roti afkir dan
lain sebagainya. Kadar protein yang dibutuhkan antara 16-22% dan energy
metabolisme sekitar 2900-3000 kkal/kg.
Kebutuhan pakan dan minum per 100 ekor
Umur (minggu)
|
Jumlah pakan (kg)
|
Jumlah minum (ltr)
|
1
|
1,5
|
3,2
|
2
|
3
|
7,2
|
3
|
4
|
10,4
|
4
|
6,1
|
13,6
|
5
|
6,5
|
16
|
6
|
6,8
|
17,6
|
Kandang
Model kandang untuk penggemukan itik jantan cukup sederhana yaitu
kandang bok dan postal. Kandang box digunakan untuk pemeliharaan 1-3
minggu, sedangkan kandang postal untuk pemeliharaan 3 minggu sampai
panen. Kunci utama dalam pemeliharaan di kandang box adalah faktor
pemanas. Pemanas yang bisa anda gunakan antara lain pemanas buatan (brooder) dengan sumber panas dari minyak tanah, briket batubara, LPG, lampu neon, dop dan sebagainya. Kepadatan kandang per m2
sekitar 30-40 ekor. Sedangkan pada kandang postal yang perlu
mendapatkan perhatian adalah kepadatan kandang dan pemantauan laju
pertumbuhan. Sering-seringlah mengganti atau menambah alas kandang baik
dengan jerami, sekam, atau bahan lain sejenis.
Analisa usaha
Analisa usaha yang kami berikan dengan meniadakan biaya sewa lahan,
pembuatan kandang dan tenaga kerja. Mengapa? Anda tentu lebih mengerti
jawabannya. Berikut perhitungan usaha penggemukan itik jantan per 100
ekor dalam 45 hari :
Biaya
- DOD 100 ekor x Rp 10.000 = Rp 1.000.000
- Pakan dedak l.k 50 kg x Rp 2.000 = Rp 100.000
- Pakan pabrik 100 kg x Rp 7.500 = Rp 750.000
- Obat-obatan Rp 50.000
- Biaya lain-lain Rp 100.000
- Total Pengeluaran Rp 2.000.000,-
Pendapatan
Asumsi bebek yang mati sebelum 6 minggu sebesar 10% (termasuk tinggi).
Sehingga yang tersisa adalah 90 ekor dengan harga jual Rp 30.000/ekor
maka akan di dapat pendapatan sebesar 90 ekor x Rp 30.000 = Rp 2.700.000,-
Keuntungan
Keuntungan = total pendapatan - total biaya = Rp 2.700.000 - 2.000.000 = Rp 700.000
Mungkin keuntungan di atas jauh dari bayangan kita, akan tetapi jangan
berpaling dulu. Perhitungan di atas hanya untuk jumlah pemeliharaan 100
ekor maka kami menyarankan kepada anda untuk memulainya dengan jumlah
minimal 500 ekor. Sehingga keuntungan yang bisa diperoleh 5 x Rp.700.000 = 3.500.000.
Dan selanjutnya cobalah 1000 ekor yang berarti 10 x Rp.700.000 = 7.000.000
Dan selanjutnya cobalah 1000 ekor yang berarti 10 x Rp.700.000 = 7.000.000
Di samping itu waktu kita juga tidak banyak terpakai
karena ini sifatnya usaha sambilan dan anda dapat membandingkanya dengan
waktu yang terbuang seorang buruh pabrik yang kerja 8 jam per hari
dengan gaji yang diterima. Anda perlu tengok kembali waktu perputaran
modal anda. Keuntungan bisa kita maksimalkan dengan usaha berikut :
- Penggunaan pakan alternatif
- Menekan angka kematian
- Mencari harga jual tertinggi
Tak selamanya usaha selalu mulus dan mendatangkan fulus alias duit,
sehingga kita mesti siap-siap dengan resiko dan kendala yang siap
menghadang. Resiko jangan membuat kita lari akan tetapi kita perlu
menghadapinya dengan optimisme akan berhasil.
0 komentar
Posting Komentar