Jumat, 03 Februari 2023

Cara mendapatkan materi ayam elba di lampung




kali ini saya akan berbagi pengalaman saya mendapatkan materi ternak yaitu berupa ayam elba, ayam elba adalah ayam kampung petelur dengan postur kecil tapi menghasilkan telur yang banyak dan memiliki sifat tidak mengeram, saya mendapatkan ayam elba ini seacar online dari borneo farm pringsewu sobat yang dekat bisa langsung hubungi yang punya perternakan yakni om heru +62 813-6642-0058

Minggu, 22 September 2019

Pengaruh Iklim Terhadap Peternakan Ayam



Info Pertanian Online - Pengaruh Iklim Terhadap Peternakan Ayam - Perubahan iklim global merupakan salah satu tantangan bagi manusia sebagai penghuni bumi. Manusia dapat memberikan  pengaruh  negatif atau positif terhadap kelestarian alam, tergantung pada aktivitasnya. Hal ini setara dengan pernyataan  Adhi (2010) yang menyatakan bahwa meningkatnya gas rumah kaca disebabkan oleh kegiatan manusia dalam memproduksi gas rumah kaca (GRK) lebih besar dari kemampuan lingkungan dalam memperbaiki dirinya. Secara alami, GRK dapat didaur ulang oleh lingkungan sehingga jumlahnya seimbang. 

Oleh adanya kegiatan manusia,GRK yang dihasilkan melebihi kemampuan lingkungan untuk mendaur ulang sehingga GRK terkumpul di atmosfir. Peningkatan emisi gas CO2, CH4 dan N2O di atmosfir menyebabkan berbagai masalah antara lain terjadinya perubahan sifat iklim yang berdampak pada perubahan cuaca.

Tahun 2006, Perserikatan  Bangsa-Bangsa mengeluarkan laporan berjudul Livestock’s Long Shadow yang disusul pada tahun 2008 dengan judulnya Kick the Habit. Pada kedua laporan masing-masing setebal 400-an dan 200-an halaman tersebut dikatakan bahwa industri peternakan menyumbang 18% GRK berupa karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitro oksida (N2O), jauh lebih besar dari sumbangan gas rumah kaca (karbondioksida) dari seluruh moda transportasi di dunia yang hanya 13,5%. Selain itu, perubahan tanah yang berhubungan dengan peternakan menambah 2,4 triliun ton CO2 ke udara setiap tahun. Sementara itu, penggunaan lahan dunia sangat tidak proporsional yaitu 15 juta km2 lahan pertanian untuk pangan sedangkan 30 juta km2 lahan untuk penggembalaan ternak (Fao, 2011).


Pemanasan Global Secara Umum


Pemanasan global adalah proses naiknya suhu rata-rata atmosfer, laut serta daratan bumi. Meningkatnya suhu tersebut menyebabkan bumi yang kita diami ini terasa lebih panas, dan saat siang hari kita merasakan panas yang berlebihan. Kenaikan suhu bumi ini dimungkinkan diakibatkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca akibat dari ulah dan aktivitas manusia itu sendiri. Dengan adanya global warming banyak sekali kerusakan yang dapat ditimbulkan, bukan hanya satu namun bisa mencapai seluruh struktur yang berada di bumi itu sendiri.

Selama abad terakhir, temperatur dunia telah meningkat sebesar 0,7 ° C. Variasi hujan turun dalam waktu dan ruang telah mengalami perubahan yang luas dan tingkat air laut naik sekitar 25 cm. Kenaikan suhu telah mempengaruhi sistem perkembangan makhluk hidup di bumi. Perubahan ini telah diamati dalam distribusi spesies, ukuran populasi, musim reproduksi dan migrasi hewan dan parasit kejadian yang lebih tinggi dan penyakit dalam sistem hutan (Watson, 2008). 

Beberapa contoh dapat diberikan, antara lain suhu rata-rata, sebagai akibat dari pemanasan global, diperkirakan akan meningkat sebesar 2,1°C in 2050 dengan penurunan tajam dari curah hujan dan peningkatan variabilitas iklim (GTZ, 2007). Wilayah selatan akan terkena kenaikan tertinggi suhu rata-rata dan akan menurun pada musim kemarau. Ketersediaan air akan menurun sebesar 28 % pada tahun 2030 hasil pertanian dihasilkan oleh lahan kering dan akan menurun sebesar 50 % pada tahun 2050. Daging sapi, produksi kambing dan domba akan sangat dipengaruhi terutama di pusat dan selatan dan kehilangan 80% dapat direkam selama tahun-tahun kekeringan.

1.     Teori Karbondioksida – Teori Efek Rumah Kaca


Karbondioksida merupakan salah satu gas yang menyusun atmosfer. Gas ini memiliki keistimewaan sifatnya sebagai penyaring energi radiasi, baik yang datang dari bumi maupun dari matahari. Energi radiasi dari kedua sumber tersebut dipancarkan dan menjalar dalam wujud gelombang yang tersusun dari berbagai panjang gelombang.

Kehadiran gas-gas dari atmosfer berperan penting sebagai penyaring terhadap beberbagai panjang gelombang ad:energi radiasi; sehingga energi radiasi yang paling banyak masuk dan sampai di bumi adalah energi radiasi dengan panjang gelombang  0,3 s.d 0,7  yang disebut sebagai gelombang sinar tampak. Energi radiasi dari bumi memiliki panjang gelombang >0,7 u. Energi dari matahari, selanjutnya, dikenal sebagai energi radiasi gelombang pendek, sedangkan yang datang dari bumi disebut sabagai energi radiasi gelombang panjang.

Gas CO2 memiliki sifat tembus oleh energi radiasi gelombang pendek asal matahari, akan tetapi menyerap energi radiasi gelombang panjang yang berasal dari bumi, dan di saat lain  memancarkan kembali energi yang diserap tersebut ke arah bumi;fenomena ini dikenal sebagai “green house effect” atau efek rumah kaca. Sebelum revolusi industri, konsentrasi CO2 di atmosfer diperkirakan 280 ppmv ( part per million volume ); hasil pengukuran pada tahun 1994, konsentrasi tersebut telah mencapai 360 ppmv ( peningkatan 1,3 kali ); konsentrasi ini akan terus meningkat mencapai 500 ppmv pada tahun 2050, dan 700 ppmv pada tahun 2100 ( IPCC,2001,dalam Rahardja, D.P. 2010.).

Sementara kehadiran CO2 telah banyak menyita perhatian, terdapat gas-gas pengisi atmosfer lain dengan konsentrasi yang lebih kecil tetapi memiliki potensi yang lebih tinggi sebagai gas rumah kaca, yaitu gas methan (CH4), nitrogen oksida (NO2), cholorofluorocarbon-11 dan 12  (CFC-11 DAN CFC-12. Publikasi IPCC (1990 dan 1992) pada tabel 1.1 mengungkapkan potensi gas-gas rumah kaca tersebut. Sebagai konsekuensi dari meningkatnya gas-gas efek rumah kaca tersebut di atmosfer adalah peningkatan suhu  global rata-rata, dan oleh karenanya fenomena ini dikanel pula sebagai “global warming”. Publikasi (moss,dkk,2000,dalam Rahardja, D.P. 2010.) memperkirakan bahwa sampai dengan tahun 2030, suhu global akan meningkat 0,5- 2,5°C.

Peningkatan konsentrasi gas-gas efek rumah kaca tersebut sangat  berkaitan dengan berbagai aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Perihal yang menarik adalah bahwa aktivitas di bidang pertanian- termasuk peternakan memberikan kontribusi yang besar.

2.     Wilayah Tropis

Wilayah tropis adalah wilayah di antara 23,5°LU sampai 23,5°LS. Tetapi, batas daerah tropis bukan berupa garis lurus.  Indonesia merupakan salah satu negara beriklim tropis. Selain itu wilayah-wilayah yang lainnya  di belahan bumi barat, negara-negara yang termasuk  negara dengan iklim tropis adalah Meksiko, Amerika tengah, dan bagian atas amerika selatan, termasuk Kolombia, Ekuador, Peru, Bolivia, Venezuela, Guyana, utara Chile, Argentina, Paraguay, Dan Brasil. Salah satu ciri iklim tropis adalah terdapat dua musim utama sepanjang tahun, yakni musim hujan dan musim kemarau. Matahari bersinar  sepanjang tahunnya. Oleh karena itu, intensitas matahari cukup besar di daerah ini. Wilayah-wilayah di atas merupakan wilayah yang akan berdampak terparah apabila pemanasan global terjadi.

Dampak Pemanasan Global di Sektor Peternakan

Pengaruh pemanasan global terhadap produktivitas ternak dapat berdampak langsung dan tidak langsung. Pengaruh langsung meliputi : perubahan suhu tubuh yang mengakibatkan perubahan suhu darah yang memasuki daerah hipotalamus; dan juga perubahan suhu tubuh menyebabkan perubahan aktivitas metabolisme, produksi susu menurun dan timbulnya beberapa penyakit. Sedangkan pengaruh tidak langsung adalah perubahan nafsu makan atau konsumsi pakan, sehingga ketersediaan zat-zat pakan organik dan anorganik untuk produktivitas ternak berkurang dan proses fisiologi dalam tubuh.



Pengaruh Iklim Global Pada Ayam

Produktivitas ayam yang optimum dapat dicapai pada kondisi thermoneutral zone, yaitu suhu lingkungan yang nyaman. Suhu lingkungan yang nyaman bagi ayam buras belum diketahui, namun diperkirakan berada pada kisaran suhu 18 hingga 25 °C. Ayam pada suhu lingkungan yang tinggi (25-31 °C) menunjukkan penurunan produktivitas, yaitu produksi dan berat telur yang rendah, serta pertumbuhan yang lambat . Penurunan produksi telur pada suhu lingkungan tinggi dapat mencapai 25% bila dibandingkan dengan yang dipelihara pada suhu nyaman . Berat badan ayam buras umur 8 minggu juga berbeda, yaitu 257 g/ekor pada suhu tinggi, sedangkan pada lingkungan nyaman dapat mencapai berat 427 g/ekor. Penurunan produktivitas tersebut terutama disebabkan oleh penurunan jumlah konsumsi pakan, maupun perubahan kondisi fisiologis ayam.

Upaya meningkatkan produktivitas ayam di daerah suhu lingkungan tinggi antara lain melalui seleksi dan perkawinan silang, manipulasi lingkungan mikro, perbaikan tatalaksana pemeliharaan dan manipulasi pakan. Manipulasi kualitas pakan adalah metode yang paling murah, mudah dilakukan dan umumnya bertujuan meningkatkan jumlah konsumsi zat gizi . Metode ini berupa penambahan vitamin C, mineral phosphor atau pemberian sodium bikarbonat dalam ransum . Disarankan jumlah penambahan vitamin C sebanyak 200-600 mg/kg ransum pada fase produksi telur dan sebanyak 100-200 mg/kg ransum pada fase pertumbuhan.

Dalam kisaran suhu lingkungan optimum, ayam dapat menggunakan pakan lebih efisien, karena ayam tidak mengeluarkan energi untuk mengatasi suhu lingkungan yang tidak normal. Pada suhu lingkunganyang lebih - tinggi, ayam berusaha menjaga suhu tubuhnya dengan cara menyeimbangkan produksi panas dengan hilangnya panas, menggunakan bantuanalat-alat fisik dan mengubah-ubah sifat insulatif bulu .

Untuk mengatasi pengaruh iklim yang tidak dapat dikontrol, maka salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan manipulasi iklim mikro melalui rasionalisasi perkandangan. Menurut Austic dan Nesheim (1990), dalam pembuatannya kandang harus ditinjau dari tiga sudut pandang:

  1. Sebagai problem biologi
  2. Sebagai problem teknik dan
  3. Sebagai problem ekonomi. Artinya,

Peternak harus mengetahui kondisi suhu, kelembaban dan pergerakan udara yang ideal untuk produksi telur dan laju pertumbuhan yang maksimum. Demikian juga konstruksi kandang yang baik agar kondisi di atas dapat dikontrol pada suatu flock dengan jumlah ayam tertentu, batas maksimum atau minimum masing-masing faktor tanpa mempengaruhi produksi secara berarti, serta biaya konstruksi kandang haruslah dalam batas kewajaran (Austic dan Nesheim, 1990).

Dari segi konstruksi, menurut Abbas (1992) manipulasi perbaikan kandang haruslah memperhatikan lokasi, lebar kandang, bahan dan sistem atap yang digunakan, tipe dan susunan cage, penyinaran dan ventilasi dalam kandang. Lebar kandang hendaknya 4-8 m dengan bagian samping yang terbuka dan panjang dapat disesuaikan. Pembatasan lebar 4-8 m dimaksudkan agar aerasi dan pertukaran udara dalam kandang menjadi lancar. Kandang yang terlalu lebar akan menyebabkan pertukaran O2, CO2 dan amoniak (yang tidak boleh lebih dari 25 ppm) akan menjadi sukar.

Banyak penyusunan cage dalam kandang tidak boleh melebihi tiga tingkat, karena menyebabkan aerasi akan menjadi jelek. Alasan efisiensi penggunaan ruang kandang tidaklah tepat (Abbas, 1992).Sistem ventilasi harus sangat diperhatikan sekali. Hal ini penting, agar aliran udara bertambah selama periode panas. Dengan bertambah cepatnya udara dalam kandang, suhu dalam kandang menjadi berkurang. Jika pergerakan aliran udara sedikit (60 feet/menit atau lebih), suhu kandang adalah 90ºF dan ayam akan merasakan panas sebesar itu pula. Tetapi bila aliran udara 300 feet/menit, maka ayam akan merasakan panas hanya sebesar 67ºF. Sebaiknya fan ventilasi disediakan dalam kandang (Bokhari, 1993).

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah atap kandang hendaklah dibuat dengan sistem monitor, sebab panas dalam kandang dapat keluar melalui monitornya. Sehubungan dengan daya refleksi, bahan kandang hendaklah menggunakan bahan-bahan yang mampu memantulkan panas sebanyak mungkin. Untuk itu cat/pengapuran putih serta digunakannya atap asbes, genteng atau rumbia lebih baik  dari pada atap seng yang sekarang ini banyak digunakan oleh peternak (Abbas, 1992)

Selain manipulasi iklim mikro, dapat juga dilakukan  perbaikan manajemen  pada saat lonjakan suhu tinggi.  Penyesuaian dan perbaikan manajemen pada suhu lingkungan tinggi juga perlu mendapat perhatian, terutama menyangkut program vaksinasi , debeaking, litter, pemungutan telur, perbaikan kualitas air minum dengan selalu menyediakan air yang segar, pembuangan kotoran agar kadar amoniak tidak naik dan penambahan Ca dan P ekstra.


Kesimpulan


Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemanasan global berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap produktivitas ternak. Pengaruh langsung meliputi; menurunnya produksi susu, timbulnya sumber-sumber penyakit, dan perubahan aktivitas metabolisme pada ternak. Sedangkan pengaruh tidak langsung meliputi perubahan nafsu makan atau konsumsi pakan sehingga berakibat kepada produktivitas ternak berkurang.

Dalam kisaran suhu lingkungan optimum, ayam dapat menggunakan pakan lebih efisien, karena ayam tidak mengeluarkan energi untuk mengatasi suhu lingkungan yang tidak normal. Untuk mengatasi pengaruh iklim yang tidak dapat dikontrol, maka salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan manipulasi iklim mikro melalui rasionalisasi perkandangan. Menurut Austic dan Nesheim (1990), dalam pembuatannya kandang harus ditinjau dari tiga sudut pandang sebagai problem biologi, sebagai problem teknik dan, sebagai problem ekonomi.

Selain manipulasi iklim mikro, dapat juga dilakukan  perbaikan manajemen  pada saat lonjakan suhu tinggi.  Penyesuaian dan perbaikan manajemen pada suhu lingkungan tinggi juga perlu mendapat perhatian, terutama menyangkut program vaksinasi , debeaking, litter, pemungutan telur, perbaikan kualitas air minum dengan selalu menyediakan air yang segar, pembuangan kotoran agar kadar amoniak tidak naik dan penambahan Ca dan P ekstra.

 Sumber : http://kuantannet.blogspot.com/2016/12/makalah-pengaruh-iklim-terhadap.html

Sabtu, 07 September 2019

Panduan Lengkap Usaha Ternak Ayam Kampung Untuk Pemula



Daily Lampung - Ayam kampung adalah sebutan di Indonesia bagi ayam peliharaan yang tidak ditangani dengan cara budidaya massal komersial serta tidak berasal-usul dari galur atau ras yang dihasilkan untuk kepentingan komersial tersebut. Ayam kampung tidak memiliki istilah ayam kampung petelur ataupun pedaging. Wikipedia

Sebetulnya banyak sekali jenis peluang usaha di bidang peternakan yang bisa dikembangkan, namun Anda juga perlu memikirkan bagaimana prospek serta permintaan pasar dari usaha yang kita jalani untuk jangka panjang.

Dari sudut kacamata bisnis, ternak ayam kampung menjadi salah satu bisnis yang sangat menarik untuk kita tekuni. Alasannya adalah membudidayakan ayam kampung dirasa cukup mudah dibandingkan dengan ternak ayam broiler. Apalagi yang perlu kita perhatikan yaitu harga dari ayam kampung sendiri saat ini cenderung naik berbanding terbalik dengan harga ayam broiler yang lebih fluktuatif.

Jika anda ingin memulai usaha di bidang peternakan khususnya usaha ternak ayam kampung perlu memperhatikan beberapa hal seperti berikut ini:

Gali informasi sebelum beternak ayam kampung


Apapun jenis usaha yang akan anda jalani pastinya, diperlukan informasi serta pengetahuan yang cukup sehingga hasil dari usaha yang anda jalani bisa mencapai kesuksesan, tidak terkecuali dengan bisnis ternak ayam kampung. Jangan sampai ketika sedang memulai bisnis ini, anda akan merasa kebingungan di tengah jalan dan tidak mampu menguasai teknis beternak yang baik sehingga hasilnya tidak akan bisa optimal serta ancaman kegagalan pun bisa menjumpai anda. Oleh karena itu, pelajari bagaimana teknis beternak ayam kampung yang baik dan ketahui bagaimana proses pembibitan, perawatan, hingga proses perkembangbiakannya bisa anda kuasai dengan baik. Anda pun bisa mencari informasi tersebut di berbagai media online, buku, maupun majalah seperti yang Anda lakukan saat ini.

Selain itu jalin komunikasi dengan para peternak ayam kampung yang lain, yang bisa diajak bertukar pikiran tentang pengalaman beternak ayam kampung. Jika anda masih memulai usaha ternak ayam kampung anda bisa melakukan kerjasama pembelian bibit ayam kampung dari beternak yang bersangkutan.

Anda juga bisa mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan budidaya ayam kampung oleh beberapa instansi baik dari dinas pertanian maupun dari swasta. Kegiatan tersebut bisa membantu anda dalam memperkaya pengetahuan serta memperoleh petunjuk teknis cara ternak ayam kampung yang benar dan sesuai dengan anjuran.

Perhatikan Persyaratan Beternak Ayam kampung


Sejak jaman dahulu kala petani kita sudah melakukan ternak ayam kampung dengan sistem umbaran, namun ternyata pola pemeliharaan umbaran kurang efisien untuk dijalankan di masa sekarang karena pemeliharaan yang ala kadarnya serta pertumbuhan bobot ayam dan produksi telur nya masih cukup rendah.

Sebagai contohnya apabila beternak ayam kampung secara tradisional atau umbaran Anda membutuhkan waktu hampir 6 bulan untuk mencapai bobot 1 kg ayam kampung, sedangkan jika kita beternak secara intensif kita hanya membutuhkan waktu sekitar 2-2,5 bulan untuk mendapatkan ayam pedaging yang siap jual.

jika ingin memulai bisnis ternak ayam kampung sebaiknya Anda harus memperhatikan betul persyaratan lokasi serta teknik budidaya yang sesuai dengan standar peternakan. Apabila kondisi peternakan baik maka bisa membuat para peternak menjalankan usahanya secara fokus.

Fokus Menentukan Arah Usaha ayam kampung


Sedari awal tentukan arah usaha peternakannya, mau bisnis ayam pedaging atau ayam petelur. Hal ini untuk memilih DOC (bibit ayam kampung) yang tepat dan sesuai dengan bibit untuk petelur atau pedaging, sehingga hasil dari ternak bisa optimal. Kesalahan yang sering dilakukan oleh petani kita adalah kurang fokus dalam memilih jenis usaha, kebanyakan dari mereka beternak kedua-duanya tanpa memisahakan bibit ayam kampung (DOC) sesuai dengan tipe perkembangannya. Akibatnya hasil ternak pun kurang optimal dan rugi dari sisi biaya pemeliharaan.

Yang perlu menjadi cacatan penting adalah DOC petelur dan DOC pedaging berbeda dalam sistem pemeliharaanya. DOC petelur dalam pemeliharaanya lebih difokuskan kepada percepatan bertelur dan kuantitas telur ayam, sedangkan DOC pedaging pemeliharaanya lebih pada kualitas dagingnya dan lama pemeliharaan. Jadi, sebaiknya DOC petelur dan DOC pedaging jangan sampai tertukar pemeliharaannya karena bisa berdampak langsung terhadap biaya pemeliharaan.

Mulailah Dari Tahapan Termudah Bagi Pemula


Bagi Anda yang mau memulai bisnis ternak ayam kampung sebaiknya menggunakan tahapan termudah dalam memulai peternakannya, hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko kegagalan dalam segi investasi dan pendanaan. Berikut ini kami sampaikan beberapa langkah sederhana dalam memulai bisnis ternak ayam kampung.

Jika Anda memilih menjalankan ternak ayam kampung pedaging, sebaiknya memulai bisnis ini dengan membeli DOC untuk dikembangbiakan. Cara pemeliharaan ayam pedaging dirasa cukup mudah dibandingkan pelihara ayam petelur. Waktu pembesaran ayam pedaging hingga siap panen cenderung lebih singkat sekitar 2 – 2,5 bulan. Apabila sudah melewati tahapan pembesaran ayam pedaging, Anda bisa memulai menambah segmen usaha seperti pembibitan ayam pedaging maupun ternak ayam petelur.

Untuk Anda yang mau memulai bisnis ayam kampung petelur, bisa memulai usaha dengan membeli dara ayam petelur berusia 4 hingga 5 bulan. Pelihara ayam tersebut sampai siap untuk menghasilkan telur pada usia 6 bulan. Cara ini terbilang cukup singkat dan efektif daripada membeli DOC yang membutuhkan waktu pemeliharaan lebih lama dan untuk mengurangi resiko selama masa pemeliharaan.

Namun demikian, Anda juga bisa membeli DOC petelur dengan mempertimbangkan memudahkan adaptasi ayam terhadap lingkungan baru sehingga lebih mudah dalam menghasilkan telur. Yang menjadi catatan penting adalah Anda perlu didampingi oleh orang yang sudah pengalaman di bidang ternak ayam kampung sehingga memudahkan dalam berkonsultasi serta bisa memastikan bahwa usaha ternak yang kita rintis bisa berjalan dengan baik.

Mulailah Dari Skala Kecil


Bagi Anda yang masih pemula dalam memulai bisnis ayam kampung, kami menyarankan untuk tidak serta merta investasi besar dalam beternak meskipun modal yang dipunyai mencukupi. Anda bisa memulai ternak ayam kampung beberapa puluh ekor sebagai permulaan, ini penting dilakukan bisa digunakan sebagai media pembelajaran beternak ayam kampung. Amati sekaligus pelajari bagaimana perilaku ayam kampung serta teknik pemeliharaannya ( Learning by Doing ).

Jadikan pengalaman dan pengetahuan beternak ayam selama periode pemeliharaan pertama sebagai modal Anda dalam beternak ayam kampung di periode berikutnya. Jadi, apabila pada periode pertama beternak ayam kampung berhasil maka keuntungan yang Anda dapatkan bisa digunakan sebagai modal untuk beternak di periode selanjutnya. Sebaliknya jika periode pertama belum berhasil, maka modal  simpanan yang Anda punyai masih bisa digunakan untuk beternak di periode selanjutnya.

Pelajari Waktu Memulai Beternak ayam kampung


Dalam memulai beternak ayam kampung perlu mempertimbangkan keadaan musim, karena bisa berpengaruh terhadap hasil ternak. Kami menyarankan untuk memulai beternak ayam kampung ketika musim kemarau atau awal musim kemarau. Pada musim tersebut, kita akan lebih mudah dalam proses pemeliharaan.

Kami contohkan, pada musim kemarau Anda lebih mudah dalam memelihara DOC pada malam hari karena cuacanya cukup mendukung. Namun jika dilakukan pada musim penghujan, pemeliharaan DOC akan lebih repot karena kelembapannya tinggi dan cuaca yang dingin. Apalagi ketika memasuki pancaroba atau pergantian musim, DOC lebih gampang terserang penyakit.

“Apabila Anda terpaksa memulai beternak ayam kampung ketika musim penghujan, kami sarankan untuk memelihara doc di kandang yang memiliki pemanas. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalkan serangan penyakit dan kematian. Kami tidak menyarankan memulai beternak ayam kampung ketika masa pancaroba”

Dalam beternak ayam kampung bisa dilakukan sepanjang tahun karena memang permintaan akan ketersediaan ayam kampung cukup stabil, begitupun dengan harganya yang cenderung stabil dan makin merangkak naik. Lonjakan harga dan permintaan pasar biasanya terjadi pada waktu hari raya. Sebaiknya menjelang hari raya, produksinya digenjot untuk memenuhi permintaan pasar.

Perhatikan Perlengkapan Ternak dan Manajemen Pemeliharaan


Anda perlu memperhatikan kelengkapan peralatan ternak serta melakukan manajemen pemeliharaan yang sesuai standar. Pastikan berbagai kebutuhan ternak sudah mencukupi dalam hal jumlah serta kualitasnya. Pada umumnya peternakan yang sudah melakukan teknik pemeliharaan sesuai standar sudah mempunyai perlengkapan yang memadai.

Jagalah kebersihan kandang ayam, pastikan tempat pakan dan minum sesuai dengan jumlah ayam yang dipelihara. Bersihkan kandang beserta peralatannya tidak terkecuali tempat pakan dan minum ketika sudah mulai kotor. Peralatan lain yang harus dimiliki oleh peternakan ayam kampung yaitu perlengkapan pembibitan seperti genset dan cooling room. Genset digunakan untuk mengantisipasi pemadaman listrik PLN karena bisa mengganggu proses penetasan telur. Apabila listrik terlalu lama padam maka telur terancam tidak bisa menetas. Dalam proses penetasan telur diperlukan mesin tetas yang dipakai secara manual maupun otomatis.

Perlengkapan lain yang tidak kalah pentingnya yaitu cooling room dipakai dalam masa pembibitan yang merupakan ruang khusus tempat menyimpan telur yang memakai pendingin udara. Fungsi dari cooling room adalah sebagai media penyimpan sementara telur tetas sebelum dijual atau sebelum dimasukkan ke dalam mesin penetasan. Untuk menyimpan telur tetas di cooling room sebaiknya memakai suhu dibawah suhu normal ruangan yaitu sekitar 25°C , gunanya untuk mencegah pertumbuhan embrio terlalu dini sebelum dimasukkan ke dalam mesin penetasan.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan dalam beternak ayam kampung yaitu menajemen pemeliharaan yang baik. Aturlah waktu dalam pemeliharan ternak, mulai dari perawatan kandang, pemberian pakan ternak, pemberian vaksin dan penyemprotan disinfektan pada kandang. Buatlah catatan pada masing-masing periode beternak untuk digunakan sebagai bahan evaluasi beternak ke depan.
Demikian. Semoga bermanfaat.

sumber: www.sipendik.com

Rabu, 17 Juli 2019

ayam ketawa di lampung




Ayam ketawa, Manugaga atau juga dikenal dengan sebutan ayam jantan dari timur adalah ayam asli Indonesia yang berasal dari kabupaten Sindrap, Sulawesi Selatan.Ayam ini dinamai demikian karena bunyi kokoknya yang menyerupai bunyi tertawa manusia. Wikipedia
Warna telur: Putih
Berat: Jantan
Warna kulit: Variasi
 
Seperti ayam lokal lainnya, budidaya ayam ketawa relatif mudah. Pakannya gampang didapat, daya tahan tubuhnya pun kuat di berbagai cuaca. Hal ini jelas berbanding terbalik dengan harga ayam ketawa yang bisa menjulang.
Pakan terdiri dari jagung, gabah, beras merah, dan pur. Keempat bahan ini dengan mudah bisa ditemukan di pasar-pasar burung.
Dalam sehari ayam-ayam ini diberi makan tiga kali, pagi, siang, dan sore. “Porsinya, satu genggam untuk satu ekor,” 

Selain pakan tadi, ayam juga diberi pakan khusus sebagai jamunya ayam ketawa. Pakan tersebut berupa campuran jahe, kunyit, dan kencur. Ketiga bahan ini diiris kecil-kecil untuk kemudian disuapkan ke ayam. Pemberian pakan ini bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh si ayam.
Pemeliharaan ayam ketawa pun relatif mudah. Ayam ini tak perlu ditempatkan di area khusus. “Cukup dimasukkan ke dalam kandang,”
Harga seekor ayam ketawa Rp 250.000 sampai Rp 3 juta. Mahal murahnya, tergantung dari umur si ayam. Semakin dewasa usia ayam, kian mahal harganya. “Di usia dua hingga tiga tahun, ketawanya sudah bagus sekali,”

Satu ekor ayam ketawa yang sering ikut kontes biasanya harganya mulai Rp 3 juta sampai Rp 60 juta, tergantung dari suara ketawa si ayam. Ada tiga kategori ketawa. Pertama, tawa standar. Ayam kategori ini memiliki suara tertawa pendek. Kedua, dangdut. Suaranya agak rapat. Ketiga, slow. Tipe suara ketawanya mengalun.

Di luar kategori ini ada pula kategori antik. Suara tertawa ayam tipe memiliki ini durasi satu hingga dua menit. Namun, yang biasa menjadi jawara kontes adalah tipe tawa dangdut dan slow. “Kalau yang antik, terlalu lama ketawanya,”  

Usaha beternak ayam arab di lampung sumatera




Ayam arab merupakan keturunan dari ayam brakel kriel-silver dari Belgia. Disebut ayam arab karena dua hal: pejantannya memiliki daya seksual yang tinggi dan keberadaannya di Indonesia melalui telurnya yang dibawa oleh orang yang menunaikan ibadah haji dari Mekah. Wikipedia

Dengan melihat tren peningkatan kesadaran masyarakat akan kandungan gizi disetiap makanan yang mereka konsumsi, berdampak positif terhadap peningkatan permintaan telur ayam kampung. Peternak berusaha untuk meraup peluang tersebut namun terkendala oleh tingkat produktifitas ayam kampung yang selama ini mereka budidayakan yang rata-rata hanya memiliki produktifitas 30%.

Namun, Peternak ayam kampung kini bisa sedikit bernafas lega karena
telah hadir Ayam Kampung Arab yang telah terbukti memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ayam kampung petelur. Produktifitas Ayam Kampung Arab boleh dibilang cukup tinggi jika dibandingkan ayam kampung biasa.

Produksi telur ayam arab rata-rata 50 sampai 60 % sedangkan ayam kampung biasa hanya mencapai 30% saja. Pada puncak produksi ayam kampung arab mampu berproduksi hingga 85%. Meski masih lebih rendah dibandingkan ayam petelur leghorn, namun peluang bisnis ayam arab petelur sangat baik, karena harga telur ayam kampung arab setara dengan ayam kampung biasa.

Keunggulan ayam kampung arab dibandingkan ayam leghorn adalah pada ukuran tubuh yang lebih kecil, ini akan berakibat pada konsumsi pakan yang lebih sedikit.

- Pola Pemeliharaan Ayam Arab Petelur
Pada budidaya ayam kampung arab, ada berbagai macam bentuk pola budidaya. Cara tradisional adalah dengan mengumbar ayam arab petelur dan bebas berkeliaran. Cara kedua adalah dengan model kandang terbatas, pola pemeliharaan ini bisa lebih terkontrol dibandingkan cara pertama. Ayam kampung arab petelur ditempatkan pada kandang batere tanpa pejantan, satu ayam satu kandang.

Kunci utama dari produktivitas ayam arab ini adalah pada masalah pakan. Kebutuhan gizi harus tercukupi, makanan ayam kampung arab boleh dibilang mudah, cukup dengan bekatul, jagung giling dan konsentrat petelur.

- Analisa Usaha Ternak Ayam Arab
Untuk memulai usaha ternak ayam kampung arab, anda dapat memulai dengan jumlah yang disesuaikan dengan kemampuan dan keadaan. Analisis sederhana usaha ternak ayam arab dengan jumlah pemeliharaan 1000 ekor adalah sebagai berikut:

I. Biaya Investasi
- Bangunan dan Kandang Rp. 35.000.000, bisa dipakai 7 periode. Satu periode produktif ayam arab rata-rata 2 tahun.

- Investasi Ayam Arab Mulai Produksi Rp. 55.000 x 1000 = Rp.55.000.000
Total Investasi = Rp 90.000.000,-

- Setelah masa produksi ayam arab afkir masih bisa dijual sebagai ayam pedaging.

II. Biaya Pemeliharaan Harian Ayam kampung Arab
- Pakan Harian 85 gram x 1000 x Rp.6,5/gr = Rp.552.500
- Obat-obatan Rp.10 x 1000 = Rp.10.000
- Tenaga Kerja Rp.25.000
Total Biaya Harian Rp. 587.500

III. Pendapatan Harian Telur Ayam Arab
- Pendapatan telur : rata2 = 1.000e x 54% = 540 butir / hari.

IV. Perhitungan BEP Ternak Ayam Arab
Untuk menghitung nilai BEP atau nilai impas ternak ayam arab per harinya, maka harga jual telur ayam arab adalah sebagai berikut:
- Harga Jual Telur Minimal = Total Biaya Harian / Jumlah Produksi Telur Per hari
Rp. 587.500 / 540 butir = Rp. 1.087,-

Di pasaran harga telur ayam arab/ayam kampung lebih tinggi dari harga tersebut yang bisa mencapai Rp.1800 s/d Rp.2.000,-/butir. Untuk menghitung BEP dari keseluruhan biaya yang dikeluarkan, silahkan dihitung sesuai dengan harga telur di daerah masing-masing.

Bila menggunakan harga telur Rp.1.800,- saja, maka dapat diperoleh perhitungan
- Modal Harian = Rp.587.500,-
- Omzet Telur Harian = Rp.1.800,- x 540 butir = Rp.972.000,-
- Keuntungan Harian = Rp.972.000 - Rp.587.500,-  = Rp. 384.500,-/hari

Berarti dalam sebulan dapat diperoleh Laba sebesar = Rp.384.500,- x 30 hari = Rp.11.535.000,-

BEP = Rp.90.000.000,- : Rp.11.535.000 = 7,8 bulan = digenapkan 8 bulan

Berarti, hanya dalam waktu kurang dari setahun (8 bulan), peternak sudah bisa balik modal. Sehingga dibulan-bulan berikutnya, peternak dapat menuai keuntungan hingga Ayam Kampung Arab afkir atau kurang produktif lagi (produktif sekitar : 1,5 s/d 2 tahun) selanjutnya dapat dijual sebagai ayam kampung pedaging.

Peternak juga masih mendapatkan keuntungan berupa fasilitas kandang yang dapat dipakai hingga 6 periode pemakaian kedepan. Menarik bukan?

atau dengan modal yang lebih kecil bisa juga,
caranya dengan membeli DOC ayam arab lalu memeliharanya sampai umur 5 bulan (usia bertelur).
harga DOC ayam arab di lampung berkisar 9000/ekor.
untuk menyiasati biaya kandang, ayam arab juga bisa bertelur pada kandang biasa (kandang ngampar atau hanya dipagar keliling)