Rabu, 17 Juli 2019

ayam ketawa di lampung




Ayam ketawa, Manugaga atau juga dikenal dengan sebutan ayam jantan dari timur adalah ayam asli Indonesia yang berasal dari kabupaten Sindrap, Sulawesi Selatan.Ayam ini dinamai demikian karena bunyi kokoknya yang menyerupai bunyi tertawa manusia. Wikipedia
Warna telur: Putih
Berat: Jantan
Warna kulit: Variasi
 
Seperti ayam lokal lainnya, budidaya ayam ketawa relatif mudah. Pakannya gampang didapat, daya tahan tubuhnya pun kuat di berbagai cuaca. Hal ini jelas berbanding terbalik dengan harga ayam ketawa yang bisa menjulang.
Pakan terdiri dari jagung, gabah, beras merah, dan pur. Keempat bahan ini dengan mudah bisa ditemukan di pasar-pasar burung.
Dalam sehari ayam-ayam ini diberi makan tiga kali, pagi, siang, dan sore. “Porsinya, satu genggam untuk satu ekor,” 

Selain pakan tadi, ayam juga diberi pakan khusus sebagai jamunya ayam ketawa. Pakan tersebut berupa campuran jahe, kunyit, dan kencur. Ketiga bahan ini diiris kecil-kecil untuk kemudian disuapkan ke ayam. Pemberian pakan ini bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh si ayam.
Pemeliharaan ayam ketawa pun relatif mudah. Ayam ini tak perlu ditempatkan di area khusus. “Cukup dimasukkan ke dalam kandang,”
Harga seekor ayam ketawa Rp 250.000 sampai Rp 3 juta. Mahal murahnya, tergantung dari umur si ayam. Semakin dewasa usia ayam, kian mahal harganya. “Di usia dua hingga tiga tahun, ketawanya sudah bagus sekali,”

Satu ekor ayam ketawa yang sering ikut kontes biasanya harganya mulai Rp 3 juta sampai Rp 60 juta, tergantung dari suara ketawa si ayam. Ada tiga kategori ketawa. Pertama, tawa standar. Ayam kategori ini memiliki suara tertawa pendek. Kedua, dangdut. Suaranya agak rapat. Ketiga, slow. Tipe suara ketawanya mengalun.

Di luar kategori ini ada pula kategori antik. Suara tertawa ayam tipe memiliki ini durasi satu hingga dua menit. Namun, yang biasa menjadi jawara kontes adalah tipe tawa dangdut dan slow. “Kalau yang antik, terlalu lama ketawanya,”  

Jumat, 28 September 2018

Peternakan Bebek di lampung

Umumnya usaha peternakan bebek ditujukan untuk bebek petelur. Namun peluang bebek pedaging juga bisa diambil dari bebek jantan atau bebek betina yang sudah lewat masa produksinya. Selain itu bisa juga pebisnis mengambil bagian pembibitan ternak bebek sebagai fokus usaha.
Namun sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan pemasaran hasil. Misalnya bagaimana pemeliharaan anak bebek (1-8 minggu), pemeliharaan bebek Dara (umur 8-20 minggu ke atas) dan pemeliharaan bebek petelur (umur 20 minggu ke atas).
 
Masa produksi telur yang ideal adalah selama 1 tahun. Produksi telur rata-rata bebek lokal berkisar antara 200-300 butir per tahun dengan berat rata-rata 70 gram. Bahkan, bebek tegal memiliki produktivitas tinggi di atas 250 butir per tahun dengan masa produksi telur hingga 10 bulan tiap periode bertelur selama 3 periode dengan sistem pemeliharaan sistem intensif..
Pemeliharaan bebek pejantan untuk di potong/ pedaging tidak membutuhkan waktu yang lama, dimana hasil sudah bisa dipetik dalam waktu 2-3 bulan. Hal tersebut disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya relatif lebih baik daripada bebek betina. Berat badan sampai saat dipotong tidak kurang dari 1,5 kg. Pemotongan pada umur yang relatif muda, menghasilkan daging yang lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi.

Sumber : http://bebeklampung.blogspot.com/2012/04/centra-penjualan-bebek-telur-dod.html

Kamis, 27 September 2018

Kisah Sukses Buruh di Lampung yang kini jadi perternak sapi hingga 1000 Ekor



Dengan ketekunan, populasi sapi lokal dapat ditingkatkan, peternak pun bisa memperoleh penghasilan yang layak. Hal itu tampak dari peternakan sapi milik Haji Mat Aji di Desa Adi Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Pria yang awalnya adalah buruh peternakan ini memulai bisnis peternakan sapi sejak 1988. Dirinya mengaku terjun ke bisnis sapi karena termotivasi ingin meningkatkan jumlah sapi di Lampung dan sekitarnya.
Peternakan sapi milik Mat Aji


"Saya mulai terjun di bidang peternakan sapi tahun 1986, waktu itu masih buruh, tuntun sapi kemana-mana. Tahun 1988-1990 sudah punya 10-30 ekor sapi. Saya pingin sapi di lampung jadi banyak," kata Mat Aji kepada detikFinance di peternakannya, Lampung, Kamis (18/2/2016).

Dari hanya memiliki 10 ekor sapi, sekarang Anggota Dewan Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) ini sudah memiliki lahan peternakan seluas 1 hektar (ha) yang dipenuhi 1.000 sapi, dengan 10 orang pekerja. Sapi-sapi ini seluruhnya lokal, tidak ada yang impor. "Ini sapi-sapinya dari Lampung dan sekitarnya. Sekarang ada kurang lebih 1.000 sapi, 300 ekor diantaranya (sapi) indukan," paparnya.

Sapi yang dimiliki Mat Aji terdiri dari beragam jenis, ada Sapi Limosin, Sapi Simental, Sapi Bali, Sapi Ongol, Sapi PO, dan sebagainya. Semuanya besar-besar, beratnya antara 700 kg hingga 1 ton per ekor sapi. Setiap bulan rata-rata lahir 30 ekor sapi, sehingga sapinya terus bertambah.
Peternakan sapi milik Mat Aji di Lampung Tengah


Pembeli sapinya berasal dari berbagai daerah, termasuk dari DKI Jakarta. Biasanya, Mat Aji menjual sapi dengan harga Rp 44.000-45.000/kg bobot hidup. Setiap bulan, rata-rata bisa terjual 15 ekor sapi. "Dijual ada ke Bandar Lampung, Bandar Jaya, Jakarta, Palembang, Prabumulih. Harganya Rp 44.000- Rp 45.000/kg bobot hidup," ucapnya.

Usaha peternakan sapi lokal, sambungnya, tak selamanya untung. Ada kalanya peternak rugi akibat kenaikan harga pakan. Permintaan juga tak menentu, pernah dalam sebulan tidak ada sapi yang terjual. Namun, dengan upaya keras usaha ini bisa menguntungkan juga, jumlah sapi pun bisa meningkat pesat.


Peternakan sapi milik Mat Aji di Lampung Tengah


"Pakannya kadang sering mahal. Kalau mahal kan kita jual sapi jadi nggak untung. Pakannya kulit singkong, bungkil kelapa, bungkil sawit, dedak. Yang penting harus tekun dan disiplin, pokoknya harus rajin," pungkasnya.

Sumber laporan : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3145284/dulu-buruh-kini-peternak-ini-punya-1000-sapi