Jumat, 25 Oktober 2019

Waktu yang baik Menanam Jagung

Jagung (Zea mays ssp. mays) adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi.


Hai sahabat petani, kira-kira kapankah waktu yang baik untuk menanam jagung? Nah, tentunya pertanyaan ini akan sering ditanyakan oleh orang-orang yang belum pernah menanam jagung sebelumnya. Untuk itu, Insya Allah berdasarkan sedikit pengalaman saya, maka saya akan berbagi tentang hal ini.


Baiklah, waktu yang baik untuk menanam jagung adalah ketika berada pada musim penghujan, atau jika diprediksi dari bulan Oktober sampai bulan maret setiap tahunnya. Mengapa pada musim penghujan? Sebab, pada musim ini curah hujan cukup banyak, sehingga kebutuhan jagung akan air selalu tercukupi setiap harinya.

Di musim hujan, tanah yang sebelumnya kering disulap menjadi basah, gembur dan tentunya lebih subur. Oleh karena itulah, di musim ini jagung lebih mudah tumbuh, berkembang dan juga lebih subur dibanding saat menanam pada musim kemarau. Dan yang tak kalah penting lagi, saat jagung mendapatkan banyak air maka buahnya pun akan menjadi besar dan berkualitas.


Saat tanah selalu basah, pupuk yang diberikan untuk jagung pun akan mudah terserap oleh tanah. Jika begitu, akan mudah pula bagi jagung untuk menyerap pupuk yang diberikan. Nah, dengan demikian maka jagung pun akan menjadi lebih subur lagi, akibat penyerapan pupuk yang optimal.

Keuntungan lain bagi petani adalah, saat musim hujan mereka tidak perlu melakukan penyiraman terhadap jagung-jagung mereka. Ya, benar sekali, bahwa secara alami, hujan telah memenuhi kebutuhan air terhadap jagung. Beda halnya ketika kemarau, petani harus susah-payah untuk menyirami tanaman jagungnya.

Kalau kita menanam di tempat yang dekat dengan sumber air, itu tidak masalah. Sebab kita bisa menyiraminya dengan cara manual, atau pun menggunakan mesin penyedot air yang mengambil air dari sumber air terdekat. Tapi, yang jadi kendala adalah ketika kita menanam jagung di tempat yang sulit air, maka ini adalah salah satu ujian petani yang harus dihadapi.

Ya, memang harus diakui bahwa kemarau merupakan salah satu kendala petani untuk bercocok tanam. Tapi, meskipun begitu jangan sampai Anda menyerah begitu saja untuk menanam jagung. Sebab, pasti akan selalu ada cara untuk menyirami jagung kita di musim kemarau. Apakah dengan cara manual, modern, atau menunggu hujan turun dari Sang Pencipta. 

Baiklah, demikian tulisan saya tentang kapan waktu yang baik untuk menanam jagung? Semoga bermanfaat. Jika ada kekurangan, mohon ditambahkan melalui komentar.


Sumber : https://senibertani.blogspot.com/2014/11/kapan-waktu-yang-baik-untuk-menanam.html

Minggu, 15 September 2019

menanam jagung di bawah tegakan



Info Pertanian Online - Pemanfaatan lahan dibawah tanaman tegakan perlu kita galakkan, agar pendapatan petani dapat meningkat disamping upaya itu dapat digunakan sebagai pendapatan tambahan, sebelum tanaman pokok dapat menghasilkan. 

Banyak tanaman yang dapat dibudidayakan dibawah tegakan yang dapat memberikan hasil yang cukup tinggi diantaranya untuk budidaya tanaman pangan misalnya jagung, Kacang Hijau, Kacang tanah, Empon-Empon dll. Faktor – faktor yang menjadi kendala bagi petani mengapa tidak banyak yang melakukan budidaya tanaman dibawah Tegakan diantaranya kurangnya pengetahuan dan ketrampilan melakukan budidaya tanaman dibawah tegakan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam optimalisasi lahan diantaranya teknologi budidaya yang tepat seperti pengaturan pola tanam, jarak tanam, pemilihan jenis tanaman. 

Peluang peningkatan pendapatan masyarakat tani disekitar hutan melalui pemanfaatan lahan dibawah tegakan, sambil menunggu tanaman pokok menghasilkan, sangat besar bila teknologi yang ada dikuasai oleh petani selaku pelaku utama budidaya ini.

Pengaturan jarak tanam

Tanaman Tegakan yang dapat dibudidayakan untuk tanaman semusim, misalnya Jati, Sengon, Mahoni tanaman perekebunan misalnya  cengke, karet, kelapa dll dengan tanaman semusim misalnya jagung. Tanaman dibawah tegakan akan mampu memberikan hasil dengan baik apabila cara budidayanya dibawah tegakan diatur agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. 

Yang perlu dipertimbangkan untuk mengatur jarak tanam diantaranya adalah umur tanaman pokok, tinggi tanaman, kerimbunan tanaman.

Pengaturan jarak tanam sangat dibutuhkan, karena tanaman jagung merupakan tanaman butuh sinar matahari penuh, sehingga perlu diperhatikan kerimbunan tanaman pokok yang ada, jangan sampai kebutuhan akan sinar matahari untuk tanaman Jagung tidak tercukupi. 

Jarak tanam jagung hybrida dibawah tegakan bisa menggunakan 80 X 40 cm atau 90 X 40 cm, tergantung tingkat kesuburan tanaman, sedang jarak antar tanaman pokok  1 m, hal ini juga perlu dipertimbangkan umur tanaman dan kerimbunan tanaman, semakin tua semakin rimbun jarak antar tanaman pokok  harus diperlebar.    

Teknik penanaman

Untuk mendapatkan produksi yang maxsimal perlu ada upaya penaman dengan memperhatihan hal – hal sebagai berikut :

  • Lakukan penanaman dengan memperhatikan umur tanaman pokok dan jarak tanam
  • Jarak tanam 80 X 40 cm atau 90 X 40 cm, dengan 2 biji perlubang
  • Dengan cara di tugal dengan kedalaman 2-3 cm
  • Gunakan varietas benih jagung hybrida  yang toleran terhadap naungan
  • Gunakan lebih banyak pupuk kandang baik sebagai penutup lubang tanaman atau dipertanaman


Kesimpulan


Pemanfaatan lahan dibawah tegakan, sangat kita harapkan karena kondisi lahan pertanian yang semakin sempit, pemanfaatan lahan dibawah tegakan sangat membantu peningkatan pendapatan petani, sambil menunggu tanaman pokok menghasilkan.

Sumber : https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2017/12/menanam-jagung-di-bawah-tegakan.html

penyakit bulai pada jagung dan cara pengendaliannya



Penyakit bulai sering disebut oleh petani di Kabupaten Tegal  namanya penyakit Bolang, penyakit putih atau penyakit liyer, banyak menimbulkan kerusakan pada tanaman jagung, karena tanaman jagung yang sudah terserang mengakibatkan tanaman jagung tidak dapat menghasilkan buah, bahkan achir-achir ini serangan berat mengakibatkan tanaman sampai dengan puso, tanaman yang terserang daunnya akan nampak putih, lorek keputihan, sehingga tanaman tidak mampu melakukan kegiatan fotosintesa dengan sempurna.

Penyakit bulai adalah gejala dari serangan Oomycetes dari suku Sclerosporaceae, khususnya marga Peronosclerospora, yang ditemukan pada berbagai anggota rumput-rumputan. Jenis-jenis yang diketahui menyerang di Indonesia adalah P. maydis, P. philippinensis, dan P. sorghi. Wikipedia

Walaupun sekarang sudah banyak fungisida yang dapat digunakan untuk mencegah timbulnya penyakit bulai ini, tetapi kenyataan dilapangan hasilnya  masih belum memuaskan terutama pada daerah endemis, penyakit bulai akan muncul bila dilahan selalu ditanam secara terus menerus serangan penyakit ini lebih hebat.

Banyak varietas hybrida yang tahan terhadap penyakit bulai, tetapi akibat ulah petani yang tidak menggunakan sistem pergliran tanaman, pergiliran varietas, tanaman yang disukai petani yang dirasa memberikan produksi yang tinggi , ternyata juga akan berubah tidak tahan terhadap penyakit bulai walaupun semula tanaman jagung hybrida tersebut mempunyai sifat genetik tahan terhadap penyakit Bulai.

Penyebab penyakit ini adalah sclerospora maydis dan sclerospora philippinensis weston, penyakit ini umumnya banyak terdapat didataran rendah pada waktu udara lembab dan panas.

Gejala serangan

Daun yang terinfekasi menjadi bergaris putih sampai kekuningan, pada tingkatan achir daun menjadi kecoklatan dan kering. Akibat serangan penyakit ini pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, tetapi bila serangannya muncul pada tanaman yang baru tumbuh tanaman achirnya daun menjadi putih achirnya akan mati, tanaman yang terserang dibagian sisi bawah daun kelihatan ada tepung putih yang berasal dari sisi conidia dan conidiophore.
Jika serangan lebih dari satu bulan tanaman masih bisa tetap tumbuh dan berbuah walaupun sudah terserang, namun tongkolnya tidak bisa besar, kelobot tidak bisa membungkus secara penuh, bijinya tidak penuh dan ompong.
  

Cara Pengendalian

  • ika musim hujan datang udara lembab dan serangan bulai banyak, tanaman yang terkena segera dicabut, kemudian disemprot dengan fungisida tembaga
  • Jangan menanam jagung dimusim hujan
  • Menanam varietas yang resisten, misalnya varietas sukmaraga, Palakka, Bima 3 Batimurung, Bima 6, semar 3, 5, 6, 7, 8 dll.
  • Gunakan seed treatmen benih dengan fungisida misalnya menggunakan Ridomil, Saromil dll
  • Gunakan pergiliran tanaman, pergiliran varietas
  • Gunakan jarak tanam yang lebar


Sumber : https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2017/12/mengenal-penyakit-bulai-pada-jagung.html

jarak tanam jajar legowo jagung



Info Pertanian Online - Sistem tanam jajar legowo sudah sering kita dengar atau kita praktekkan, terutama untuk tanaman padi, tetapi penerapan sistem tanam jajar legowo untuk komoditas jagung walau pernah kita dengar tetapi belum banyak diterapkan oleh petni. Pada hal sistem tanam jajar legowo jagung penerapannya lebih mudah, tidak memerlukan biaya tambahan tanam ( biaya tenaga kerja ). 

Hal ini perlua kita sosialisaikan baik melalui cara Demplot, maupun anjangsana. Peningkatan produksi tanaman jagung dengan ditemukan varietas hybrida memang sangat significan hasilnya, perbedaan produksi antara varietas lokal dan varietas jagung hybrida sangat tinggi. Namun disisi lain agar produksi jagung hybrida dapat optimal perlu adanya rekayasa teknologi yang sesuai dengan kondisi agroklimat setempat.


KEUNTUNGAN


Banyak keuntungan yang dapat kita petik dari tanam jajar legowo jagung diantaranya adalah sebagai berikut :
1.       Ada peningkatan jumlah populasi tanaman per hektarnya
2.       Mudah pemeliharaan baik untuk pemupukan, pembumbunan, maupun pengendalian hama dan penyakitnya
3.       Kelembaban tanaman lebih baik karena sirkulasi udara di sela/ bawah tanaman lebih baik, sinar matahari yang masuk disela2 tanaman lebih banyak
4.       Ada Peningkatan produksi yang cukup tinggi dibanding jarak tanam biasa.


POPULASI  TANAMAN


Untuk populasi tanaman Jarak tanam 70-75 cm x 20 cm (1 tanaman/lubang) atau 70-75 cm x 40 cm (2 tanaman ) biasanya populasi per ha mencapai kurang lebih , 60.000 - 70.000 tanaman, Populasi tanaman ditentukan oleh jarak tanam dan mutu benih yang digunakan, Benih yang mempunyai daya tumbuh >95% dapat memenuhi populasi 66.000-75.000 tanaman/ha. 

Dalam budi daya jagung tidak dianjurkan menyulam karena pengisian biji dari tanaman sulaman tidak optimal, pertumbuhan tanaman terhambat. Populasi kepadatan tanaman jagung : populasi 0ptimal pertanaman jagung 60.000 – 75.000 tanaman/ ha, dengan pengaturan jarak tanam 75X20 tanam 1 benih, Dengan sistem tanam jajar legowo pada tanaman jagung ada peningkatan populasi sampai 10%. Sehingga populasinya mencapai 70.000 – 85.000 tanaman/ ha.

Hasil demplot tanam jajar legowo ,yang pernah kami lakukan menunjukkan hasilnya sebagai berikut :

No
Jarak tanam
Produksi ubinan
( 2,5 X 2,5 )m
Kwt / Ha
1
80 X (  40 X 20 )
6,02 kg
96,32
2
90  x ( 40 X 20 )
6, 350 kg
10.160
3
100 ( 50 X 20 )
7, 010 kg
11,216
4
80 X 20 cm
5,600 kg
8,960
Keterangan  : hasil ubinan dalam bentuk pipilan kering panen

KESIMPULAN

Dari hasil demplot yang pernah kami lakukan di Desa Depok, Kecamatan Pangkah kab. Tegal menujukkan bahwa sistem tanam jajar legowo pada tanaman jagung , dapat  menambah populasi dan adanya peningkatan produksi tergantung tingkat kesuburan lahan dan pemeliharaannya

Sumber : https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2017/12/jarak-tanam-jajar-legowo-jagung.html