Rabu, 30 Oktober 2019

Cara budidaya Bebek Petelur




Budidaya bebek petelur sangat potensial dijadikan usaha baik sebagai sambilan atau sumber penghasilan pokok. Bebek dikenal mudah dalam pemeliharaan dan tahan terhadap penyakit. Bisa dipelihara dengan cara tradisional, digembalakan, atau secara intensif, didalam kandang, atau bisa juga digabungkan antara keduanya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk budidaya bebek petelur adalah sebagai berikut :
Perkandangan
Kandang yang cocok untuk budidaya bebek petelur adalah jenis Ren. Jenis ini terdiri dari 2 bagian :

  • tempat berteduh, beristirahat dan bertelur dimalam hari
  • tempat bermain disiang hari atau playangan.

Tempat berteduh, beristirahat dan bertelur berupa ruangan beratap, berlantai tanah dan beralas / litter. Atap dapat berupa asbes, genting atau rumbia. Alas/litter bisa berupa sekam, jerami atau serbuk kayu gergajian. Alas berguna untuk menyerap cairan kotoran bebek sehingga kandang tidak mudah becek, memberi suasana hangat untuk merangsang itik bertelur, menjaga telur agar tidak mudah pecah. Sebelum ditaburi alas/litter, tanah diberi kapur lebih dahulu untuk mencegah penyakit dan mengurangi bau kotoran. Berikan ventilasi yang cukup agar sirkulasi udara dalam kandang lancar. Gas-gas yang timbul dari tumpukan kotoran bisa mengganggu kesehatan bebek yang berdampak pada produktifitas telur. Sirkulasi udara yang lancar mencegah gangguan kesehatan pada bebek yang ditimbulkan oleh gas-gas yang dihasilkan dari timbunan kotoran. Untuk tempat beristirahat sebaiknya diisi 4-5 ekor bebek untuk 1 m2 luas kandang.
Tempat bermain (playangan) berfungsi memberi ruang gerak bagi bebek untuk bergerak aktif sehingga meningkatkan kesehtan bebek. Disini bisa diberi peneduh berupa pohon waru atau talok, tetapi tetap harus menyediakan ruang untuk masuknya sinar matahari. Lantai tanah tempat bermain dibuat sedikit miring agar saat hujan air tidak menggenang. Sediakan tempat minum yang cukup, atau lebih bagus diberi kolam. 1 m2 luas kandang untuk 2 ekor bebek.
Bibit
Untuk budidaya bebek petelur sebaiknya membeli bibit berupa bebek siap telur/bayah agar perputaran modal lebih cepat. Memeliha DOD hingga menjadi bebek siap telur bisa dijadikan peluang usaha tersendiri. Untuk memilih bebek siap telur yang baik diperlukan pengalaman dan kejelian. Bagi peternak pemula sebaiknya membawa teman yang berpengalaman saat membeli bebek agar terhindar dari ulah pedagang nakal. Berikut beberapa ciri fisik bebek siap telur :


  • ukuran tubuh seragam,
  • bentuk tubuh langsing dan berdiri tegak,
  • bulu tubuh lengkap berwarna kemerahan berbeda dengan bebek afkir yang cenderung berbulu pucat keputih-putihan,


Pakan
Bebek petelur rata-rata membutuhkan pakan 0.2 kg/ekor/hari atau 10% dari berat tubuh. Jenis pakan yang diberikan tergantung lokasi peternakan, pilih bahan yang mudah didapat sehingga ketersediaan pakan terjamin. Contoh ransum untuk bebek petelur : bekatul, nasi bekas dan konsentrat dengan perbandingan 2:2:1. Ketiga bahan tersebut dicampur merata dengan air secukupnya. Lebih bagus lagi kalau air yang digunakan adalah air panas, sehingga pakan lebih mudah ditelan dan dicerna. Pakan diberikan 2 sampai 3 kali sehari. Jadi untuk 100 ekor bebek diperlukan 20 kg pakan yang terdiri dari 8 kg bekatul, 8 kg nasi bekas dan 4 kg konsentrat.
Hasil budidaya
Hasil utama dari budidaya bebek petelur adalah telur bebek. Satu ekor bebek rata-rata menghasilkan 200-230 butir telur per tahun. Telur bebek dijual per biji bukan kiloan seperti telur unggas yang lain.
Hasil sampingan berupa bebek afkir yang dijual sebagai bebek potong. Bebek memasuki masa afkir ditandai dengan turunnya produktifitas telur dan meningkatnya berat badan/gemuk.

Sumber :
https://paktanimacul2.blogspot.com/2013/01/budaya-bebek-petelur.html

Cara membedakan anak itik (DOD) jantan dan betina



Memilah anak itik jantan dan betina (sexing) wajib kuasai oleh orang-orang yang terjun didunia budidaya itik terutama pembibitan. Karena anak itik jantan dan betina djual dengan harga yang jauh berbeda.

Berikut adalah cara memilah kelamin anak itik :


1.Hand sexing

Adalah cara memilah kelamin anak itik dengan cara
membuka anus/kloaka. Jika terdapat benjolan kecil dianus maka anak itik ini berkelamin jantan, jika tidak ada maka berkelamin betina. Sexing dengan cara ini memiliki tingkat akurasi/ketepatan yang tinggi, tapi sedikit repot dan makan waktu lumayan lama. Bayangkan jika yang dipilah berjumlah ratusan atau bahkan ribuan.

2.Bend sexing

Adalah memilah kelamin anak itik dengan memperhtikan tingkah anak itik. Termasuk dalam cara ini adalah membedakan warna bulu dan paruh anak itik. Bulu anak itik jantan lebih gelap dan kasar daripada anak itik betina. Warna paruh anak itik jantan abu-abu kehitaman, sedang anak itik betina lebih terang mirip warna bawang merah (bhs jawa : mbrambang). Dengan cara ini akan lebih mudah dan cepat dibanding cara nomer 1 /hand sexing. Namun jika ada keraguan maka cara nomer 1 dilakukan.

3.Voice sexing

Adalah pemilahan kelamin anak itik dengan membedakan suara yang dikeluarkan anak itik. Anak itik jantan bersuara serak, sedangkan anak itik betina nyaring. Cara ini membutuhkan latihan dan konsentrasi.

Demikianlah cara memilah kelamin anak itik yang baru menetas. Saya lebih suka menggunakan cara nomer 2/dengan membedakan warna paruh dan bulu karena lebih mudah dan cepat. Namun ada sedikit kejadian warna paruh sulit dibedakan, kalau terjadi demikian saya gunakan cara nomer 1/hand sexing untuk lebih meyakinkan.

Semoga bermanfaat.

note : DOD: day old duck/anak itik umur sehari

Sumber : https://paktanimacul2.blogspot.com/2012/08/cara-mudah-membedakan-anak-itik-dod.html

Senin, 14 Oktober 2019

Cara Ternak Lebah Madu di rumah



Info Pertanian Online - Lebah madu mencakup sekitar tujuh spesies lebah dalam genus Apis, dari sekitar 20.000 spesies yang ada. Saat ini dikenal sekitar 44 subspesies. Mereka memproduksi dan menyimpan madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Wikipedia

Panduan Budidaya Ternak Lebah Madu - Informasi yang banyak sangat membantu bagi kita untuk melancarkan usaha yang sedang kita tekuni. Berikut ini kam memberikan informasi mengenai Lebah Madu untuk anda semuanya. Dengan menyimak apa yang kami berikan semoga dapat sedikit membantu apa yang sobat sedang butuhkan. Simak baik-baik informasi di bawah ini.

Panduan Budidaya Ternak Lebah Madu


Lebah atau bahasa yang lebih bersahabat di kampung saya adalah Tawon, lebah model jenis ini dapat menghasilkan madu yang sangat banyak sekali, namun lebah ini tergantung dari musim. beberapa jenis lebah  madu yang layak dibudidayakan. Di antaranya, lebah dari jenis lebah hutan (Apis dorsata), lebah lokal (Apis cerana), dan lebah unggul (Apis mellifera). 

Lebah unggul, sesuai namanya, yang paling disenangi pasar. Jenis ini lebih produktif dibandingkan lebah lokal, juga lebih jinak. Racun pada sengatnya sangat cocok untuk pengobatan berbagai penyakit. Lebah yang dibudidayakan oleh kebanyakan peternak di dunia ini, awalnya, berasal dari daratan Eropa.

CARA TERNAK LEBAH MADU YANG ALAMI

Modal yang diperlukan dalam beternak lebah madu adalah pengetahuan dasar dalam beternak lebah madu. Adapun investasi modal tetap yang diperlukan dalam kegiatan budidaya lebah madu selama beberapa periode pemanenan adalah alat-alat produksi dan koloni lebah madu minimal 40 kotak--idealnya adalah 100 kotak koloni lebah madu.
Pemilihan bibit lebah madu jenis unggul

Ciri-ciri bibit lebah madu kualitas super:

1. Mempunyai ratu lebah yang, secara fisik, bagus dan berusia antara 3 bulan sampai 1 tahun.
2. Jumlah dan kualitas telur, yang dihasilkan ratu lebah, banyak.
3. Hasil panen lebih banyak, baik hasil madu, bee pollen, royal jelly, dan propolis.
4. Larva lebah yang dihasilkan lebih segar.
5. Lebah biasanya lebih agresif.


Memperbanyak koloni lebah madu

Dalam beternak lebah madu agar menghasilkan keuntungan yang optimal, seorang peternak lebah madu harus mempunyai--minimal--100 kotak koloni lebah madu.

Langkah-langkah untuk meningkatkan jumlah koloni lebah madu adalah sebagai berikut.


  1. Gembalakan lebah madu pada lokasi yang di sana tersedia pakan cukup banyak. Dengan tersedianya pakan yang cukup maka ratu lebah akan lebih banyak menghasilkan telur dan lebah pekerja juga lebih giat membuat sarang baru.
  2. Menyiapkan calon ratu lebah madu untuk ditempatkan dalam koloni lebah madu yang baru.
  3. Memisahkan koloni lebah madu yang sudah padat ke dalam kotak koloni lebah madu yang baru, dan menempatkan calon ratu lebah baru atau ratu lain yang sudah jadi.


Membuat calon ratu lebah

  • Ambil larva lebah madu yang baru menetas; usia 1 hari.
  • Masukan ke dalam satu potong frame royal jelly.
  • Frame royal jelly yang sudah terisi larva lebah madu ditempatkan pada kotak super (kotak lebah madu yang berisi koloni lebah madu, minimal 2 tingkat).
  • Sekat/pisahkan kotak super lebah madu tersebut, ratu lebah berada di kotak bawah, dan frame royal jelly calon ratu lebah madu ditempatkan pada kotak atasnya. Dengan demikian, ratu lebah madu tidak bisa mendekati calon ratu lebah madu.
  • Diamkan selama 11 hari sampai calon ratu lebah menjadi kepompong.
  • Setelah sebelas hari, calon ratu lebah dipindahkan ke kotak lebah yang besisi koloni lebah tanpa ada ratunya.
  • Setelah 13 hari, calon ratu lebah keluar kepompong dan langsung diangkat menjadi ratu lebah oleh koloni lebah tersebut
  • Biasanya, setelah seminggu, ratu lebah siap untuk kawin dan mengembangkan koloni lebah yang baru di tempat tersebut.

Peralatan beternak lebah madu

  • Kotak lebah, yang merupakan tempat koloni lebah madu, terbuat dari kayu suren atau mahoni
  • Alat pengasap untuk menjinakan lebah madu yang agresif
  • Masker pelindung serangan lebah madu
  • Pengungkit sisiran
  • Sikat sisiran lebah madu
  • Sisiran yang terbuat dari rangka kayu dan di tengahnya diberi kawat sebagai penahan landasan sarang lebah madu
  • Pollen trap untuk panen bee pollen
  • Frame royal jelly untuk panen royal jelly dan membuat calon ratu lebah
  • Ekstraktor untuk panen madu.

Penggembalaan lebah madu

Antara bulan Mei hingga September adalah masa peternak lebah menggembalakan lebah madunya ke perkebunan-perkebunan yang menyediakan pakan lebah madu cukup banyak.
Peternak lebah madu di pulau Jawa, umumnya, menggembalakan lebah madu ke perkebunan karet, kapuk, rambutan, lengkeng, mangga, kopi, dan duwet, sehingga dihasilkan madu berdasarkan spesifikasi jenis bunga.
Antara bulan Mei hinga September inilah saat peternak lebah madu menikmati "manisnya" pendapatan dari hasil lebah madu, seperti: madu dari berbagai jenis bunga, bee pollen, dan royal jelly.
Setelah bulan September, peternak lebah madu mengalami masa paceklik, karena musim madu telah lewat. Untuk menutupi biaya perawatan lebah madu, umumnya, peternak menggembalakan lebahnya ke perkebunan jagung. Di sini, peternak lebah madu dapat menghasilkan bee pollen jagung dan royal jelly.

Hama Lebah Madu

Hama yg sering mengganggu lebah antara lain:
  1. Burung, sebagai hewan yg juga pemakan serangga menjadikan Lebah sebagai salah satu makanannya.
  2. Kadal & Katak, gangguan yg ditimbulkan sama dgn yg dilakukan oleh burung.
  3. Semut, membangun sarang dlm stup & merampas makanan Lebah.
  4. Kupu-kupu, telur kupu-kupu yg menetas dlm sisiran menjadi ulat yg dapat merusak sisiran.
  5. Tikus, merampas madu & merusak sisiran.
Sumber : http://carabrink.blogspot.com/2015/11/panduan-budidaya-ternak-lebah-madu.html


Sabtu, 14 September 2019

Beternak Kambing atau Domba


Info Pertanian Online - Beternak Kambing atau Domba adalah alternatif menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Budidaya hewan ini dapat menguntungkan bagi petani ternak karena semua yang ada di kambing atau domba bernilai ekonomis, selain daginya dari hasil penggemukan juga bisa menjual bibit atau anakan dari hasil perkembang biakan, selain itu pula feces ( kotoran ) dan urine ( air kencing ) nya dapat dijadikan sebagai bahan dasar pupuk organik untuk pertanian.


Beternak kambing atau domba bisa untuk tujuan penggemukan, pengembang biakan, penjualan bibit unggul, domba/kambing aduan ataupun kontes.






1. Jenis-jenis Kambing dan Domba

  • Kambing kacang : Cirinya adalah badan kecil dan relatif pendek, telinga pendek dan tegak, jantan dan betina memiliki tanduk, leher pendek dan punggung meninggi, warna bulu bervariasi, ada yang hitam, coklat, merah atau belang hitam-putih. 
  • Kambing Peranakan Etawa (PE) : Sasaran utama dari kambing PE pada dasarnya adalah penghasil susu, tetapi dapat digunakan juga sebagai penghasil daging, terutama setelah masa afkir. Ciri dari kambing ini adalah bagian hidung ke atas melengkung, panjang telinga antara 15-30 cm, menggantung ke bawah dan sedikit kaku, warna bulu bervariasi antara hitam dan coklat, memiliki bulu tebal dan agak panjang dibawah leher dan pundak (jantan), di bagian bawah ekor (betina). 
  • Domba Ekor Gemuk : Memiliki ciri bentuk ekor yang panjang, tebal, besar dan semakin ke ujung makin kecil; tidak mempunyai tanduk; sebagian besar bewarna putih, tetapi ada anaknya yang bewarna hitam atau kecoklatan.
  • Domba Ekor Tipis : Memiliki ciri tubuh yang kecil, ekor relatif kecil dan tipis, bulu bewarna putih, tidak bertanduk (betina), bertanduk kecil dan melingkar (jantan).


  
2. Pemilihan Bibit

Bibit kambing atau domba sangat penting dalam keberhasilan dalam beternakm. Berikut ini bibit kambing atau domba  yang baik untuk diternak :

  • Umur antara 8 bulan – 1 tahun. 
  • Ukuran badan normal, sehat, bulu bersih dan mengkilap, garis punggung dan pinggang lurus. 
  • Keempat kaki lurus, kokoh dan tumit terlihat tinggi. 
  • Tidak ada cacat pada bagian tubuhnya, tidak buta. 
  • Hidung bersih, mata tajam dan bersih serta anus  bersih.

3. Kandang

Kambing atau Domba bisa diternakkan dengan dua cara, yakni sistem gembala dan sistem kandang. Cara ternak domba dengan sistem gembala hanya cocok dilakukan di lahan luas yang masih banyak terdapat hijauan. Dewasa ini semakin jarang usaha ternak domba yang menggunakan sistem penggembalaan karena kurang efisien. 






Tipe kandang

Untuk ternak domba sistem kandang terdapat dua tipe kandang, yaitu kandang koloni dan kandang tunggal. Kandang koloni yaitu satu ruangan kandang dihuni oleh banyak domba. Ukuran luas kandang 1×3 meter bisa menampung hingga 10 ekor domba.
Sedangkan kandang tunggal adalah setiap ekor domba menempati satu sel ruangan. Ruangan biasanya dibuat pas dengan badan domba. Sehingga domba tidak bisa berbalik, hanya bisa bergerak maju, mundur, rebah dan berdiri. Biasanya tipe kandang seperti ini cocok untuk usaha ternak domba penggemukan.

Perlengkapan kandang  

Kandang domba harus dilengkapi dengan tempat makan dan minum yang cukup. Tempat makan domba disebut palung, buat ukuran palung yang cukup besar untuk menampung kebutuhan pakan domba. Sedangkan untuk minum cukup disediakan ember plastik.

Struktur kandang

Struktur kandang terutama tiang-tiang utamanya hendaknya dibuat dari bahan yang kokoh dan kuat meskipun sederhana. Karena domba jantan senang membentur-benturkan tanduknya ke kandang. Lantai dan dinding kandang domba bisa dibuat dari kayu ataupun bambu. Sebaiknya lantai dibuat dari kisi-kisi yang memiliki jarak dengan dasar tanah (mempunyai kolong). Hal ini untuk memudahkan pembersihan kotoran dan air kencing domba.Untuk atap kandang, sebaiknya gunakan bahan yang menyerap panas. Atap rumbia atau genteng digunakan untuk daerah panas, sedangkan di daerah dingin bisa menggunakan seng atau asbes.

4. Jenis Pakan 

Selain pemilihan bibit kambing atau domba yang tepat, pakan juga memegang peranan penting untuk kesuksesan usaha ternak. Tidak hanya takarannya, peternak harus bisa membedakan jenis-jenis pakan yang dibutuhkan untuk ternaknya. Secara umum jenis pakan yang digunakan untuk ternak kambing atau domba adalah pakan hijauan, konsentrat dan pakan tambahan.

Pakan hijauan


Pakan hijauan terdiri dari dua macam, hijauan segar dan hijauan kering. Contoh hijauan segar berupa rumput-rumputan adalah rumput gajah, rumput benggala, rumput raja dan rumput liar. Contoh hijauan segar yang berupa daun-daunan adalah lamtoro/petai cina, daun kedelai, daun kacang panjang, daun ubi jalar, daun waru, daun nangka dan daun ketela.
Sedangkan hijauan kering biasanya berupa jerami yang memiliki kandungan serat kasar. Contohnya adalah jerami padi, jerami pucuk tebu dan jerami jagung.

Pakan konsentrat


Fungsi pakan konsentrat atau penguat pada ternak domba adalah sebagai pelengkap kebutuhan protein. Pakan ini harus mengandung zat gizi tinggi, mudah dicerna dan berserat rendah. Pakan ini juga berfungsi sebagai sumber energi dan protein bagi domba.
Pakan konsentrat bisa berupa biji-bijian dan umbi-umbian. Atau bisa juga limbah olahan hasil pertanian seperti bungkil kedelai dan ampas tahu. Pemberian pakan konsentrat bisa berbarengan dengan hijauan atau dipisah.

Pakan tambahan


Pakan tambahan diperlukan untuk memicu produkstivitas ternak domba. Pakan tambahan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, hormon dan probiotik. Berikan pakan tambahan secara rutin apabila dirasa menguntungkan.

5. Pemeliharaan Kandang dan Ternak

  • Menjaga sanitasi kandang dengan membersihkan kotoran dan kandang secara teratur.
  • Memandikan domba agar bersih dan terhindar dari penyakit, seperti cacingan. Memandikan domba dilakukan setiap minggu. Domba yang bersih juga akan berdampak pada kebugaran dan nafsu makan. Selain itu bila domba akan dikembangbiakkan, atau dikawinkan kebersihan domba perlu dijaga.
  • Mencukur bulu. Pencukuran bisa dilakukan setiap 6 bulan sekali atau bila bulu terlihat gimbal dan kotor. Sisakan bulu dipermukaan kulit setelab 0,5 cm.
  • Merawat dan memotong kuku dengan pahat atau pisau tajam yang bersih. Pemotongan kuku hendaknya dilakukan setiap 4 bulan sekali.

6. Reproduksi Kambing atau Domba

  • Dengan pemeliharaan yang baik dan pakan yang sesuai maka kambing/domba dapat melahirkan 7 bulan sekali.
  • Perkawinan kembali setelah melahirkan 1bulan kemudian.
  • Penyapihan anak dilaksanakan pada 3 – 4 bulan.
  • Umur dewasa kelamin 8 – 10 bulan
  • Siklus birahi 17 – 21 hari
  • Lama birahi 24 – 40 jam, bila birahi pagi maka sore atau    esok harinya harus dikawinkan
  • Masa kehamilan : 5 bulan.

Sabtu, 07 September 2019

Panduan Lengkap Usaha Ternak Ayam Kampung Untuk Pemula



Daily Lampung - Ayam kampung adalah sebutan di Indonesia bagi ayam peliharaan yang tidak ditangani dengan cara budidaya massal komersial serta tidak berasal-usul dari galur atau ras yang dihasilkan untuk kepentingan komersial tersebut. Ayam kampung tidak memiliki istilah ayam kampung petelur ataupun pedaging. Wikipedia

Sebetulnya banyak sekali jenis peluang usaha di bidang peternakan yang bisa dikembangkan, namun Anda juga perlu memikirkan bagaimana prospek serta permintaan pasar dari usaha yang kita jalani untuk jangka panjang.

Dari sudut kacamata bisnis, ternak ayam kampung menjadi salah satu bisnis yang sangat menarik untuk kita tekuni. Alasannya adalah membudidayakan ayam kampung dirasa cukup mudah dibandingkan dengan ternak ayam broiler. Apalagi yang perlu kita perhatikan yaitu harga dari ayam kampung sendiri saat ini cenderung naik berbanding terbalik dengan harga ayam broiler yang lebih fluktuatif.

Jika anda ingin memulai usaha di bidang peternakan khususnya usaha ternak ayam kampung perlu memperhatikan beberapa hal seperti berikut ini:

Gali informasi sebelum beternak ayam kampung


Apapun jenis usaha yang akan anda jalani pastinya, diperlukan informasi serta pengetahuan yang cukup sehingga hasil dari usaha yang anda jalani bisa mencapai kesuksesan, tidak terkecuali dengan bisnis ternak ayam kampung. Jangan sampai ketika sedang memulai bisnis ini, anda akan merasa kebingungan di tengah jalan dan tidak mampu menguasai teknis beternak yang baik sehingga hasilnya tidak akan bisa optimal serta ancaman kegagalan pun bisa menjumpai anda. Oleh karena itu, pelajari bagaimana teknis beternak ayam kampung yang baik dan ketahui bagaimana proses pembibitan, perawatan, hingga proses perkembangbiakannya bisa anda kuasai dengan baik. Anda pun bisa mencari informasi tersebut di berbagai media online, buku, maupun majalah seperti yang Anda lakukan saat ini.

Selain itu jalin komunikasi dengan para peternak ayam kampung yang lain, yang bisa diajak bertukar pikiran tentang pengalaman beternak ayam kampung. Jika anda masih memulai usaha ternak ayam kampung anda bisa melakukan kerjasama pembelian bibit ayam kampung dari beternak yang bersangkutan.

Anda juga bisa mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan budidaya ayam kampung oleh beberapa instansi baik dari dinas pertanian maupun dari swasta. Kegiatan tersebut bisa membantu anda dalam memperkaya pengetahuan serta memperoleh petunjuk teknis cara ternak ayam kampung yang benar dan sesuai dengan anjuran.

Perhatikan Persyaratan Beternak Ayam kampung


Sejak jaman dahulu kala petani kita sudah melakukan ternak ayam kampung dengan sistem umbaran, namun ternyata pola pemeliharaan umbaran kurang efisien untuk dijalankan di masa sekarang karena pemeliharaan yang ala kadarnya serta pertumbuhan bobot ayam dan produksi telur nya masih cukup rendah.

Sebagai contohnya apabila beternak ayam kampung secara tradisional atau umbaran Anda membutuhkan waktu hampir 6 bulan untuk mencapai bobot 1 kg ayam kampung, sedangkan jika kita beternak secara intensif kita hanya membutuhkan waktu sekitar 2-2,5 bulan untuk mendapatkan ayam pedaging yang siap jual.

jika ingin memulai bisnis ternak ayam kampung sebaiknya Anda harus memperhatikan betul persyaratan lokasi serta teknik budidaya yang sesuai dengan standar peternakan. Apabila kondisi peternakan baik maka bisa membuat para peternak menjalankan usahanya secara fokus.

Fokus Menentukan Arah Usaha ayam kampung


Sedari awal tentukan arah usaha peternakannya, mau bisnis ayam pedaging atau ayam petelur. Hal ini untuk memilih DOC (bibit ayam kampung) yang tepat dan sesuai dengan bibit untuk petelur atau pedaging, sehingga hasil dari ternak bisa optimal. Kesalahan yang sering dilakukan oleh petani kita adalah kurang fokus dalam memilih jenis usaha, kebanyakan dari mereka beternak kedua-duanya tanpa memisahakan bibit ayam kampung (DOC) sesuai dengan tipe perkembangannya. Akibatnya hasil ternak pun kurang optimal dan rugi dari sisi biaya pemeliharaan.

Yang perlu menjadi cacatan penting adalah DOC petelur dan DOC pedaging berbeda dalam sistem pemeliharaanya. DOC petelur dalam pemeliharaanya lebih difokuskan kepada percepatan bertelur dan kuantitas telur ayam, sedangkan DOC pedaging pemeliharaanya lebih pada kualitas dagingnya dan lama pemeliharaan. Jadi, sebaiknya DOC petelur dan DOC pedaging jangan sampai tertukar pemeliharaannya karena bisa berdampak langsung terhadap biaya pemeliharaan.

Mulailah Dari Tahapan Termudah Bagi Pemula


Bagi Anda yang mau memulai bisnis ternak ayam kampung sebaiknya menggunakan tahapan termudah dalam memulai peternakannya, hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko kegagalan dalam segi investasi dan pendanaan. Berikut ini kami sampaikan beberapa langkah sederhana dalam memulai bisnis ternak ayam kampung.

Jika Anda memilih menjalankan ternak ayam kampung pedaging, sebaiknya memulai bisnis ini dengan membeli DOC untuk dikembangbiakan. Cara pemeliharaan ayam pedaging dirasa cukup mudah dibandingkan pelihara ayam petelur. Waktu pembesaran ayam pedaging hingga siap panen cenderung lebih singkat sekitar 2 – 2,5 bulan. Apabila sudah melewati tahapan pembesaran ayam pedaging, Anda bisa memulai menambah segmen usaha seperti pembibitan ayam pedaging maupun ternak ayam petelur.

Untuk Anda yang mau memulai bisnis ayam kampung petelur, bisa memulai usaha dengan membeli dara ayam petelur berusia 4 hingga 5 bulan. Pelihara ayam tersebut sampai siap untuk menghasilkan telur pada usia 6 bulan. Cara ini terbilang cukup singkat dan efektif daripada membeli DOC yang membutuhkan waktu pemeliharaan lebih lama dan untuk mengurangi resiko selama masa pemeliharaan.

Namun demikian, Anda juga bisa membeli DOC petelur dengan mempertimbangkan memudahkan adaptasi ayam terhadap lingkungan baru sehingga lebih mudah dalam menghasilkan telur. Yang menjadi catatan penting adalah Anda perlu didampingi oleh orang yang sudah pengalaman di bidang ternak ayam kampung sehingga memudahkan dalam berkonsultasi serta bisa memastikan bahwa usaha ternak yang kita rintis bisa berjalan dengan baik.

Mulailah Dari Skala Kecil


Bagi Anda yang masih pemula dalam memulai bisnis ayam kampung, kami menyarankan untuk tidak serta merta investasi besar dalam beternak meskipun modal yang dipunyai mencukupi. Anda bisa memulai ternak ayam kampung beberapa puluh ekor sebagai permulaan, ini penting dilakukan bisa digunakan sebagai media pembelajaran beternak ayam kampung. Amati sekaligus pelajari bagaimana perilaku ayam kampung serta teknik pemeliharaannya ( Learning by Doing ).

Jadikan pengalaman dan pengetahuan beternak ayam selama periode pemeliharaan pertama sebagai modal Anda dalam beternak ayam kampung di periode berikutnya. Jadi, apabila pada periode pertama beternak ayam kampung berhasil maka keuntungan yang Anda dapatkan bisa digunakan sebagai modal untuk beternak di periode selanjutnya. Sebaliknya jika periode pertama belum berhasil, maka modal  simpanan yang Anda punyai masih bisa digunakan untuk beternak di periode selanjutnya.

Pelajari Waktu Memulai Beternak ayam kampung


Dalam memulai beternak ayam kampung perlu mempertimbangkan keadaan musim, karena bisa berpengaruh terhadap hasil ternak. Kami menyarankan untuk memulai beternak ayam kampung ketika musim kemarau atau awal musim kemarau. Pada musim tersebut, kita akan lebih mudah dalam proses pemeliharaan.

Kami contohkan, pada musim kemarau Anda lebih mudah dalam memelihara DOC pada malam hari karena cuacanya cukup mendukung. Namun jika dilakukan pada musim penghujan, pemeliharaan DOC akan lebih repot karena kelembapannya tinggi dan cuaca yang dingin. Apalagi ketika memasuki pancaroba atau pergantian musim, DOC lebih gampang terserang penyakit.

“Apabila Anda terpaksa memulai beternak ayam kampung ketika musim penghujan, kami sarankan untuk memelihara doc di kandang yang memiliki pemanas. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalkan serangan penyakit dan kematian. Kami tidak menyarankan memulai beternak ayam kampung ketika masa pancaroba”

Dalam beternak ayam kampung bisa dilakukan sepanjang tahun karena memang permintaan akan ketersediaan ayam kampung cukup stabil, begitupun dengan harganya yang cenderung stabil dan makin merangkak naik. Lonjakan harga dan permintaan pasar biasanya terjadi pada waktu hari raya. Sebaiknya menjelang hari raya, produksinya digenjot untuk memenuhi permintaan pasar.

Perhatikan Perlengkapan Ternak dan Manajemen Pemeliharaan


Anda perlu memperhatikan kelengkapan peralatan ternak serta melakukan manajemen pemeliharaan yang sesuai standar. Pastikan berbagai kebutuhan ternak sudah mencukupi dalam hal jumlah serta kualitasnya. Pada umumnya peternakan yang sudah melakukan teknik pemeliharaan sesuai standar sudah mempunyai perlengkapan yang memadai.

Jagalah kebersihan kandang ayam, pastikan tempat pakan dan minum sesuai dengan jumlah ayam yang dipelihara. Bersihkan kandang beserta peralatannya tidak terkecuali tempat pakan dan minum ketika sudah mulai kotor. Peralatan lain yang harus dimiliki oleh peternakan ayam kampung yaitu perlengkapan pembibitan seperti genset dan cooling room. Genset digunakan untuk mengantisipasi pemadaman listrik PLN karena bisa mengganggu proses penetasan telur. Apabila listrik terlalu lama padam maka telur terancam tidak bisa menetas. Dalam proses penetasan telur diperlukan mesin tetas yang dipakai secara manual maupun otomatis.

Perlengkapan lain yang tidak kalah pentingnya yaitu cooling room dipakai dalam masa pembibitan yang merupakan ruang khusus tempat menyimpan telur yang memakai pendingin udara. Fungsi dari cooling room adalah sebagai media penyimpan sementara telur tetas sebelum dijual atau sebelum dimasukkan ke dalam mesin penetasan. Untuk menyimpan telur tetas di cooling room sebaiknya memakai suhu dibawah suhu normal ruangan yaitu sekitar 25°C , gunanya untuk mencegah pertumbuhan embrio terlalu dini sebelum dimasukkan ke dalam mesin penetasan.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan dalam beternak ayam kampung yaitu menajemen pemeliharaan yang baik. Aturlah waktu dalam pemeliharan ternak, mulai dari perawatan kandang, pemberian pakan ternak, pemberian vaksin dan penyemprotan disinfektan pada kandang. Buatlah catatan pada masing-masing periode beternak untuk digunakan sebagai bahan evaluasi beternak ke depan.
Demikian. Semoga bermanfaat.

sumber: www.sipendik.com