Rabu, 17 Juli 2019

Cara ternak Love Bird di lampung





Burung cinta adalah satu burung dari sembilan jenis spesies genus Agapornis. Mereka adalah burung yang berukuran kecil, antara 13 sampai 17 cm dengan berat 40 hingga 60 gram, dan bersifat sosial. Delapan dari spesies ini berasal dari Afrika, sementara spesies burung cinta kepala abu-abu berasal dari Madagaskar. Wikipedia

Cara Ternak Lovebird di Rumah bagi Para Pemula


1. Siapkan kandang lovebird

Hal pertama yang perlu Anda siapkan sebelum memulai ternak lovebird tentu saja adalah menyiapkan kandangnya. Bagi Anda yang ingin berternak lovebird lebih dari sepasang, maka siapkan kandang yang lebih besar dan juga bersekat. Jika Anda hanya berniat mengawali ternak dengan sepasang lovebird saja, siapkan sekalian tempat bertelur lovebird yang terbuat dari kayu keras berukuran 20 cm x 20 cm x 25 cm. Tempat bertelur ini biasa disebut dengan glodok. Siapkan serut kayu, ranting kecil, serta dedaunan kering di sekitar glodok. Nantinya lovebird akan menghiasi sarang sendiri.

2. Beli sepasang lovebird yang sehat dan berkualitas

Setelah Anda mempunyai kandang untuk ternak lovebird, Anda bisa memilih indukan lovebird. Sebelum Anda memilih indukan, tentukan terlebih dahulu lovebird yang bagaimana yang ingin Anda ternak. Apakah yang bersuara bagus atau yang memiliki bulu bagus dan menarik. Jika sudah menentukannya maka pilihlah indukan lovebird yang sesuai dengan keinginan Anda.
Pilihlah lovebird yang sehat. Indukan yang sehat dan berkualitas nantinya juga akan menghasilkan anakan lovebird yang berkualitas juga. Oh ya, pilihlah lovebird di mana usia jantan lebih tua daripada usia betinanya. Hal ini agar saat proses perkawinan nantinya, lovebird jantan akan mendominasi. Anda bisa menanyakan hal tersebut pada penjual.

3. Menunggu hingga lovebird siap kawin

Lovebird yang siap dikawinkan biasnya berusia minimal 1 tahun. Jangan lupa juga menanyakan usia induk lovebird kepada penjual. Ciri-ciri lovebird siap kawin :
- Betina : Akan sering merentangkan sayapnya dan ekor yang sering diangkat ke atas.
- Jantan : lovebird jantan yang sering menggosok-gosokkan pantatnya pada sangkar menandakan ia siap kawin.
Ketika sudah terlihat ciri-ciri siap kawin pada lovebird. Maka jodohkan sepasang lovebird tersebut dengan mempertemukan mereka. Yang perlu menjadi catatan adalah ketika pertama kali Anda membeli indukan, jangan langsung memasukkan mereka pada satu kandang yang sama, karena bisa saja mereka tidak cocok.


4. Masukkan pada kandang yang berbeda dengan lovebird yang lain jika Anda berternak lovebird lebih dari sepasang.

5. Jika Anda ternak lebih dari sepasang, pisahkan pasangan-pasangan tersebut dalam kandang yang berbeda.

6. Rutin memberi makan agar lovebird cepat bertelur

Ketika mereka sudah berjodoh dan telah dimasukkan pada kandang yang sama, jangan lupa untuk memberikan mereka makan secara teratur agar cepat bertelur. Makanan yang cocok untuk lovebird adalah milet, biji sawi, benih kenari, jagung muda, kangkung, tauge, dan biji bunga matahari.

7. Proses perkawinan bertelur

Ketika mereka telah melewati proses perkawinan dan betina sudah bertelur, jangan sering melihat keadaan lovebird agar tidak merasa terganggu.
Perlu diketahui ketika sudah bertelur, tidak semua betina mau mengerami telurnya. Untuk mengantisipasi hal ini, dekatkan betina yang tidak mau mengerami telurnya dengan betina yang mau mengerami telurnya. Cukup dengan dekatkan sangkar mereka. Erangan betina yang mengerami telurnya akan memancing betina lainnya untuk mengerami juga.
Bagi lovebird betina yang baru pertama kali bertelur, belum tentu telurnya akan menetas. Hal ini wajar saja, karena bisa karena lovebird belum siap bertelur atau karena faktor eskternal lainnya.

8. Pemisahan anak lovebird dengan induknya

Ketika telur sudah menetas tunggu hingga 14 hari baru kemudian anak lovebird dipisahkan dari induknya. Bisa saja Anda tunggu hingga anak mulai keluar dari sarangnya. Ketika dipisahkan dari induknya, siapkan lampu 5 watt pada kandang anak untuk menghangatkan.

9. Memberi makan anakan lovebird

Usianya yang masih kecil tentu membuat anak lovebird belum bisa makan sendiri. Oleh karena itu Anda perlu menyuapinya dengan menggunakan suntikan. Lepas jarumnya diganti dengan selang elastis atau karet pentil. Makanan untuk anakan lovebird bisa bubur bayi atau pelet yang diseduh dengan air hangat. Suapi anakan setiap 4 jam sekali. Berikan perhatian ekstra bagi anakan.
Bagaimana, Anda tertarik untuk beternak lovebird sendiri di rumah?

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/.../9-cara-ternak-lovebird-di-rumah-bagi-para-pemula

Ternak jangkrik Lampung

Ternak jangkrik adalah proses perkembangbiakan jangkrik dalam jumlah yang banyak untuk tujuan bisnis pakan hewan peliharaan seperti burung, ikan, dan reptil. Ternak jangkrik juga dapat dilakukan dalam skala kecil, biasanya sebagai hobi atau dijadikan hewan aduan. Wikipedia




Meskipun terdapat lebih dari 1000 spesies jangkrik yang hidup di daerah tropis dan 100 di antaranya ada di Indonesia, hanya beberapa spesies yang banyak dipelihara untuk ternak jangkrik komersial, seperti Gryllus mitratus dan Gryllus testaclus.[1] Jangkrik sendiri adalah hewan herbivora, dimana serangga ini memakan daun-daunan muda seperti rerumputan dan untuk di lingkungan perternakannya bisa diberikan pakan sayuran hijau yang banyak mengandung air seperti sawi, bayam, selada, mentimun dan daun pepaya.

Berternak jangkrik haruslah mengetahui lingkungan yang disenangi oleh jangkrik, dimana lokasi pemeliharaan harus tenang, sunyi dan teduh serta mendapat sirkulasi udara yang baik untuk penyesuaian suhu ruangan. Hindari Lokasi yang ramai dan bising seperti pasar, jalan raya, dan lain-lain. Lingkungan yang jauh dari kegiatan manusia seperti lalu lalang orang lewat sangat digemari oleh jangkrik, ruangan tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung namun jauh dari pepohonan agar dapat menyerap panas matahari secara bebas. Syarat lainnya adalah lingkungan ternak harus jauh dari kandang ayam atau hewan lain yang dapat memangsa jangkrik ternakan seperti semut, cecak, tokek, dan tikus.  



Untuk membuat kandang jangkrik, langkah pertama yaitu membuat kotak yang terbuat dari papan atau tripleks dengan rangka dari kayu kaso/kayu reng. Ukuran panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi 30-40 cm.[3] Gunakan lem pada setiap sambungan dan sudut peti agar jangkrik yang baru menetas tidak keluar lewat celah sambungan karena ukuran jangkrik baru menetas sangat kecil. Untuk bagian permukaan atas harus bisa dibuka tutup dengan menggunakan engsel, sedangkan pada sisi muka dan belakang diberi lubang ventilasi dengan ukuran lubang ventilasi 50 x 7 cm, posisi lubang sekitar 10 cm dari atas. Ventilasi yang sudah dibuat lalu ditutup dengan kasa kawat ukuran halus agar jangkrik kecil tidak bisa kabur, pada sisi pinggir diberi celah atau cantelan untuk pegangan gunanya untuk memudahkan mengangkat atau menggeser peti.

Pada sekeliling sisi bagian dalam, kira-kira 10 cm dari atas, berikan isolasi plastik agar jangkrik tidak merayap ke atas dan juga pasang kaki-kaki pada keempat sudut peti, kira-kira tingginya 10 cm. Keempat kaki-kaki tersebut nanti akan diberi mangkung yang diisi air atau cairan lain untuk mencegah hama seperti semut masuk ke dalam kandang. Kandang jangkrik juga bisa dibuat bersusun, misalnya tiga susun untuk menghemat tempat dan efisiensi budidaya selain itu kandang jangkrik harus diletakkan ditempat yang gelap dan tidak jauh dari kegaduhan.




|Proses pemeliharaan dan pembesaran

    1. Pada proses pembesaran, pada proses ini jangkrik diberi pakan yang cukup baik yaitu pakan pelet buatan Astrik dan sayuran (wortel, gambas, daun katuk, daun pepaya, sawi, dan lainnya).
    2. Pemberian sayuran pada jangkrik mengikuti ketentuan berikut masa pertumbuhan hari ke-1 sampai ke-10 sebanyak 2 kali/hari, hari ke-11 sampai ke-30 (1 kali/2 hari) dan masa pertumbuhan lebih dari 30 hari tidak diberi pakan sayur.
    3. Tahapan pemberian pakan sayuran:

 A.Cuci dan tiriskan sayuran
 B.Iris tipis sayuran yang sudah tiris
 C.Angin-anginkan sekitar lima menit
 D.Pakai alas lebih baik ketika menganginkan
 E.Buang sisa sayuran yang tidak dimakan sebelum diganti sebaiknya sore hari

ayam ketawa di lampung




Ayam ketawa, Manugaga atau juga dikenal dengan sebutan ayam jantan dari timur adalah ayam asli Indonesia yang berasal dari kabupaten Sindrap, Sulawesi Selatan.Ayam ini dinamai demikian karena bunyi kokoknya yang menyerupai bunyi tertawa manusia. Wikipedia
Warna telur: Putih
Berat: Jantan
Warna kulit: Variasi
 
Seperti ayam lokal lainnya, budidaya ayam ketawa relatif mudah. Pakannya gampang didapat, daya tahan tubuhnya pun kuat di berbagai cuaca. Hal ini jelas berbanding terbalik dengan harga ayam ketawa yang bisa menjulang.
Pakan terdiri dari jagung, gabah, beras merah, dan pur. Keempat bahan ini dengan mudah bisa ditemukan di pasar-pasar burung.
Dalam sehari ayam-ayam ini diberi makan tiga kali, pagi, siang, dan sore. “Porsinya, satu genggam untuk satu ekor,” 

Selain pakan tadi, ayam juga diberi pakan khusus sebagai jamunya ayam ketawa. Pakan tersebut berupa campuran jahe, kunyit, dan kencur. Ketiga bahan ini diiris kecil-kecil untuk kemudian disuapkan ke ayam. Pemberian pakan ini bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh si ayam.
Pemeliharaan ayam ketawa pun relatif mudah. Ayam ini tak perlu ditempatkan di area khusus. “Cukup dimasukkan ke dalam kandang,”
Harga seekor ayam ketawa Rp 250.000 sampai Rp 3 juta. Mahal murahnya, tergantung dari umur si ayam. Semakin dewasa usia ayam, kian mahal harganya. “Di usia dua hingga tiga tahun, ketawanya sudah bagus sekali,”

Satu ekor ayam ketawa yang sering ikut kontes biasanya harganya mulai Rp 3 juta sampai Rp 60 juta, tergantung dari suara ketawa si ayam. Ada tiga kategori ketawa. Pertama, tawa standar. Ayam kategori ini memiliki suara tertawa pendek. Kedua, dangdut. Suaranya agak rapat. Ketiga, slow. Tipe suara ketawanya mengalun.

Di luar kategori ini ada pula kategori antik. Suara tertawa ayam tipe memiliki ini durasi satu hingga dua menit. Namun, yang biasa menjadi jawara kontes adalah tipe tawa dangdut dan slow. “Kalau yang antik, terlalu lama ketawanya,”  

Usaha beternak ayam arab di lampung sumatera




Ayam arab merupakan keturunan dari ayam brakel kriel-silver dari Belgia. Disebut ayam arab karena dua hal: pejantannya memiliki daya seksual yang tinggi dan keberadaannya di Indonesia melalui telurnya yang dibawa oleh orang yang menunaikan ibadah haji dari Mekah. Wikipedia

Dengan melihat tren peningkatan kesadaran masyarakat akan kandungan gizi disetiap makanan yang mereka konsumsi, berdampak positif terhadap peningkatan permintaan telur ayam kampung. Peternak berusaha untuk meraup peluang tersebut namun terkendala oleh tingkat produktifitas ayam kampung yang selama ini mereka budidayakan yang rata-rata hanya memiliki produktifitas 30%.

Namun, Peternak ayam kampung kini bisa sedikit bernafas lega karena
telah hadir Ayam Kampung Arab yang telah terbukti memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ayam kampung petelur. Produktifitas Ayam Kampung Arab boleh dibilang cukup tinggi jika dibandingkan ayam kampung biasa.

Produksi telur ayam arab rata-rata 50 sampai 60 % sedangkan ayam kampung biasa hanya mencapai 30% saja. Pada puncak produksi ayam kampung arab mampu berproduksi hingga 85%. Meski masih lebih rendah dibandingkan ayam petelur leghorn, namun peluang bisnis ayam arab petelur sangat baik, karena harga telur ayam kampung arab setara dengan ayam kampung biasa.

Keunggulan ayam kampung arab dibandingkan ayam leghorn adalah pada ukuran tubuh yang lebih kecil, ini akan berakibat pada konsumsi pakan yang lebih sedikit.

- Pola Pemeliharaan Ayam Arab Petelur
Pada budidaya ayam kampung arab, ada berbagai macam bentuk pola budidaya. Cara tradisional adalah dengan mengumbar ayam arab petelur dan bebas berkeliaran. Cara kedua adalah dengan model kandang terbatas, pola pemeliharaan ini bisa lebih terkontrol dibandingkan cara pertama. Ayam kampung arab petelur ditempatkan pada kandang batere tanpa pejantan, satu ayam satu kandang.

Kunci utama dari produktivitas ayam arab ini adalah pada masalah pakan. Kebutuhan gizi harus tercukupi, makanan ayam kampung arab boleh dibilang mudah, cukup dengan bekatul, jagung giling dan konsentrat petelur.

- Analisa Usaha Ternak Ayam Arab
Untuk memulai usaha ternak ayam kampung arab, anda dapat memulai dengan jumlah yang disesuaikan dengan kemampuan dan keadaan. Analisis sederhana usaha ternak ayam arab dengan jumlah pemeliharaan 1000 ekor adalah sebagai berikut:

I. Biaya Investasi
- Bangunan dan Kandang Rp. 35.000.000, bisa dipakai 7 periode. Satu periode produktif ayam arab rata-rata 2 tahun.

- Investasi Ayam Arab Mulai Produksi Rp. 55.000 x 1000 = Rp.55.000.000
Total Investasi = Rp 90.000.000,-

- Setelah masa produksi ayam arab afkir masih bisa dijual sebagai ayam pedaging.

II. Biaya Pemeliharaan Harian Ayam kampung Arab
- Pakan Harian 85 gram x 1000 x Rp.6,5/gr = Rp.552.500
- Obat-obatan Rp.10 x 1000 = Rp.10.000
- Tenaga Kerja Rp.25.000
Total Biaya Harian Rp. 587.500

III. Pendapatan Harian Telur Ayam Arab
- Pendapatan telur : rata2 = 1.000e x 54% = 540 butir / hari.

IV. Perhitungan BEP Ternak Ayam Arab
Untuk menghitung nilai BEP atau nilai impas ternak ayam arab per harinya, maka harga jual telur ayam arab adalah sebagai berikut:
- Harga Jual Telur Minimal = Total Biaya Harian / Jumlah Produksi Telur Per hari
Rp. 587.500 / 540 butir = Rp. 1.087,-

Di pasaran harga telur ayam arab/ayam kampung lebih tinggi dari harga tersebut yang bisa mencapai Rp.1800 s/d Rp.2.000,-/butir. Untuk menghitung BEP dari keseluruhan biaya yang dikeluarkan, silahkan dihitung sesuai dengan harga telur di daerah masing-masing.

Bila menggunakan harga telur Rp.1.800,- saja, maka dapat diperoleh perhitungan
- Modal Harian = Rp.587.500,-
- Omzet Telur Harian = Rp.1.800,- x 540 butir = Rp.972.000,-
- Keuntungan Harian = Rp.972.000 - Rp.587.500,-  = Rp. 384.500,-/hari

Berarti dalam sebulan dapat diperoleh Laba sebesar = Rp.384.500,- x 30 hari = Rp.11.535.000,-

BEP = Rp.90.000.000,- : Rp.11.535.000 = 7,8 bulan = digenapkan 8 bulan

Berarti, hanya dalam waktu kurang dari setahun (8 bulan), peternak sudah bisa balik modal. Sehingga dibulan-bulan berikutnya, peternak dapat menuai keuntungan hingga Ayam Kampung Arab afkir atau kurang produktif lagi (produktif sekitar : 1,5 s/d 2 tahun) selanjutnya dapat dijual sebagai ayam kampung pedaging.

Peternak juga masih mendapatkan keuntungan berupa fasilitas kandang yang dapat dipakai hingga 6 periode pemakaian kedepan. Menarik bukan?

atau dengan modal yang lebih kecil bisa juga,
caranya dengan membeli DOC ayam arab lalu memeliharanya sampai umur 5 bulan (usia bertelur).
harga DOC ayam arab di lampung berkisar 9000/ekor.
untuk menyiasati biaya kandang, ayam arab juga bisa bertelur pada kandang biasa (kandang ngampar atau hanya dipagar keliling)