Jumat, 20 September 2019

Cara pengendalian lalat buah



Info Pertanian Online - Buah-buahan merupakan sumber gizi masyarakat yang perlu dipenuhi melalui program intensifikasi & kestensifikasi tanaman holtikultura.Namun demikian usaha untuk meningkatkan produksinya masih mengalami beberapa hambatan, diantaranya adalah organisme pengganggu tanaman (OPT). OPT yang cukup potensi menyerang adalah hama Lalat buah (Bactrocera sp).

Usaha-usaha dalam mengatasi hama ini telah banayak dilaksanakan, namun demikian belum memberikan hasil yang memuaskan, karena masih banyak masalah yang dihadapi baik dari tingkat pengetahuan dan kemampuan petugas, kesadaran petani maupun keterbatasan penguasaan teknologi.


Gejala :

  • Gejala awal ditandai dengan adanya noda / titik bekas tusukan ovipositor (alat peletak telur) lalat betina pada permukaan kulit buah.
  • Selanjutnya noda-noda tersebut berkembang menjadi bercak coklat coklat akibat gangguan larva yang menetas dari telur di dalam buah.
  • Larva memakan daging buah, dan akhirnya buah menjadi busuk dan gugur sebelum matang.





Lalat Buah menyerang lebih dari 20 jenis buah-buahan dan sayuran, diantaranya Mangga, Belimbing, Pepaya, Jambu, Jeruk, Pisang dan Cabe.

PENGAMATAN :

Pemasangan perangkap metil- eugenol (20 perangkap/hektar) pada tajuk pohon.

KOMPONEN PENGENDALIAN :

Cara peraturan :

Menerapkan peraturan karantina antar area/wilayah/Negara yang ketat untuk tidak memasukkan buah yang terserang dari daerah endemis.

Cara klutur teknis :
Pencacahan tanah dibawah tajuk pohon yang agak dalam dan merata agar pupa yang terdapat didalam tanah terkena sinar matahari dan akhirnya mati.
Pembungkusan buah saat masih muda dengan kantong plastik, kertas semen, kertas koran, atau daun pisang.

Cara mekanis dan fisik :
Mengumpulkan buah yang terserang, baik yang berada pada pohon maupun yang gugur, kemudian dibakar atau dibenamkan 60–70 cm dalam tanah agar larvanya terbunuh.
Pengasapan disekitar pohon dengan membakar seresah/jerami sampai menjadi bara yang cukup besar untuk mengusir lalat. Pengasapan dilakukan 3–4 hari sekali dimulai pada saat pembentukan buah dan diakhiri 1-2 minggu sebelum panen.

Cara biologi : 


Penggunaan perangkap yang diberi umpan atau aktraktan (misalnya methyl-eugenol). 
Menurunkan populasi lalat dengan melepas serangga jantan mandul (steril) dalam jumlah yang banyak, agar kemungkinan berhasilnya perkawinan dengan lalat fertil dilapangan menjadi berkurang.
Pemanfaatan musuh alami antara lain Biosteres sp, Opius sp, (Braconidae); Semut (Formicidae); Laba-laba (Arachnidae); Kumbang (Staphylinidae) dan Cecopet (Dermaptera).

Cara kimawi :


Dilakukan apabila dijumpai lalat buah dalam perangkap dan diulang setiap 4-7 hari sampai populasi turun.  Pemberian umpan semprot (bait-spray) yaitu umpan protein yang mengandung ammonia dicampur dengan insektisida khlorpirifos atau malation.

Sumber ; https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2015/04/pengendalian-lalat-buah-bactrocera.html

Kamis, 19 September 2019

Cara membasmi Hama Penggerek Batang Padi



Info Pertanian Online - Pengendalian hama adalah usaha menekan populasi hama serendah-rendahnya sehingga serangannya tidak mencapai tingkat kerusakan ekonomi (Oka, 1995:116).

Menurut Gallagher (1991:42) hama penggerek batang adalah hama yang berbentuk larva penggerek batang yang merusak padi sawah dengan cara memakan batang bagian dalam yang akan mematikan tunas.

Sedang menurut Paracaya ( 2007:126) penggerek batang padi juga disebut sundep atau mati pucuk jika menyerang padi sebelum berbunga tetapi apabila ulat tersebut menyerang setelah berbunga disebut beluk.

Menurut Ati wasiati ( 2007:50), Ciri hama penggerek batang padi putih adalah ngengatnya berwarna putih, panjang betina 13 mm dan jantan 11 mm, pada tertarik oleh cahaya, telurnya berwarna coklat kekuning-kuningan ditutupi rambaut halus bentuknya bulat lonjong sebesar jarum ditata dipermukaan atas daun atau pelepah. 

Ulat ini badannya gemuk penuh lemak berwarna kuning terang dan berkepala coklat, kepompongnya berwarna kuning terang diselubungi dengan anyaman benang berwarna putih.

Ciri hama penggerek batang padi kuning adalah ngengatnya berwarna coklat kekuningan, bagian sayap depan agak kebelakang terdapat titik hitam, ngengat betina lebih besar dari jantan, telurnya diletakkan di bagian bawah daun agak ke pucuk bentuknya agak pipih, telurnya seperti sisik yang ditata, kelompok telurnya bulu halus berwarna coklat terang sebesar biji kedelai, ulatnya berwarna kuning kecoklatan dengan kepala hitam, kepompongnya berwarna coklat diselimuti oleh benang halus berwarna putih.

Hama penggerek batang padi ini adalah menyerang mulai dari persemaian sampai dengan fase generatif. Serangan pada fase vegetatif disebut sundep, sedangkan pada fase generatif disebut beluk.
Gejala serangan di persemaian terlihat daun terluar yang layu dan mengering, jika dibuka pada pangkal batang akan ditemukan ulat yang masih kecil. 

Pada saat padi baru ditanam, dapat dilihat dengan matinya daun terluar atau matinya seluruh tanaman, jika dibuka didalamnya terdapat ulat kecil yang terdapat pada titik tumbuh. Serangan fase generatif dapat dilihat dari matinya malai, malai padi menjadi berwarna putih, malai tersebut apabila dibuka akan ditemukan ulat kecil (Widagdo, 1994:5-13).


Cara pengendalian Hama Penggerek Batang Padi

Cara pengendalian, hama penggerek batang padi dapat dilakukan dengan cara kimiawi yaitu dengan menggunakan bahan yang beracun. Sebaiknya penggunaan pestisida sistemik , misalnya Furadan 3 G. Virtako, Regent, Bancool dll, sedang Cara hayati yaitu dengan menggunakan hewan pemangsa/predator (seperti laba-laba, kumbang, parasit, serangga/tabuhan kecil, lalat)caranya dengan mempertahankan dan meningkatkan efektifitas musuh alami dengan memberi sumber daya lingkungan yang bermanfaat bagi perkembangan musuh alami. Pengendalian secara kultur teknis (bercocok tanam)yaitu melakukan pengolahan tanah yang baik, sanitasi, pemupukan berimbang, pengairan berselang, pergiliran tanaman, pemilihan waktu tanam yang tepat. Sedangkan secara mekanik adalah dengan pengumpulan serangga hama di lapangan dengan tangan atau secara langsung dengan perangkap (misalnya pengumpulan kelompok telur, kemudian ulat dimusnahkan).

Sumber : https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2015/06/pengendalian-hama-penggerek-batang-padi.html

Pemanfaatan Gadung untuk pengendalian hama tikus



Info Pertanian Online - Tanaman Gadung banyak tumbuh di semak-semak, banyak ditanam oleh petani digunakan sebagai tanaman pagar,  dilahan hutan biasanya tumbuh liar, merambat pada tanaman tahunan/ tanaman keras, terkenal umbinya beracun, rasanya pahit dan punya duri yang sangat tajam.

Umbi gadung mengandung dioskorin salah satu alkaloid yang bersifat racun bagi serangga, ulat, cacing ( Nematoda) bahkan juga tikus. Dari kandungan kimia umbi Gadung dapat menimbulkan gangguan metabolisme ( anti makan, keracunan, bahkan manusia juga bisa keracunan akibat ini, istilah jawa mendem Gadung, keracunan berat yang berakibat orang tersebut tidak sadar. 

Jenis racun yang ada di Gadung dioscorin ( racun penyebab kejang), diosgenin ( antifertilitas) dan racun dioscin yang menyebabkan ganguan syaraf dan apabila makan akan akan terasa pusing dan muntah – muntah, selain itu umbi Gadung  ( Dioscorea Composita) juga mengandung saponin, amilum, CaC204, antidotum, besi , kalsium, lemak, garam fosfat, protein dan fitamin.

Komponen yang beracun yaitu zat sianida (HCN) yang merupakan bahan aktif dalam pengendalian tikus.

Manfaat racun gadung


Dapat digunakan untu racun membunuh serangga atau tikus, hal ini sangat ramah terhadap lingkungan, karena bahannya dipedesaan mudah didapat kami mengharapkan bahwa petani kita mampu membuat sendiri untuk pengendalian hama tikus. Hama tikus yang sudah terkenal hama yang cerdik dan ganas tidak semuanya racun tikus/ rodentisida sintetic / kimia dapat efektik untuk pengendalian hama ini.

cara membuat racun alami tikus dengan gadung


  • Bahan :  1kg umbi gadung, 10 kg bekatul, 1 ons tepung ikan, 1 buah kemiri.
  • Cara membuat : umbi gadung kita kupas kemudian kita parut , sehingga menjadi halus
  • Tambahkan 10 kg dedak padi / jagung, tepung ikan 1 ons dan 1 buah buah kemiri
  • Setelah menjadi adonan, campuran adonan buah gadung ditambah dengan dedak halus, tepung ikan dan kemiri , kita campur merata kita aduk-aduk hingga merata
  • Kemudian buat Pasta atau plet agar hama tikus lebih menyukai dan tidak banyak curiga umpan tersebut.


cara penggunaan racun gadung


Untuk mendapatkan hasil pengumpanan yang baik, kita surve tempat mana yang menjadi sarang tikus atau jalan-jalan tikus, kemudian pertama kita tempatkan makanan yang tidak beracun pada tempat yang menjadi jalan tikus, atau dekat sarang tikus, mana makanan yang banyak dimakan. Setelah itu kita evaluasi tempat mana yang paling bnyak dimakan. Kemudian tempat yang paling banyak dimakan kita ganti dengan racun yang telah kita buat. Biasanya cara pengumpanan seperti itu akan membuahkan hasil yang baik.

Sumber ; https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2017/12/gadung-untuk-racun-tikus.html

Selasa, 17 September 2019

Pengendalian Hama Lalat Bibit pada Kedele Dengan Mulsa Jerami



Info Pertanian Online - Lalat bibit ( Ophiomyia phaseoli Tryon, maerupakan hama tanaman kedele yang menyerang pada awal pertumbuhan , kalau kondisi memungkikan serangan hama ini akan mencapai 60 – 80 %, bahkan akibat serangan  ini mengakibatkan puso. Perlu diketahui bahwa tanaman kedele bila menyerang pada umur muda otomatis akan mengurangi populasi dan populasi itu  tidak dapat tergantikan. Akibatnya produksi tanaman yang dihasilkan tidak dapat maxsimal

Cara hidup

Imago lalat kacang  warnanya hitam mengkilat , meletakkan telur pada siang hari antara pukul 6.00 samapai dengan 17.00.  puncak produksi telu jam 11.00 siang , kapasitas telurnya antara 94 butir – 183 butir per induk , Lalat kacang betina meletakkan telur  pada tanaman muda yang baru tumbuh, telur dimasukkan kedalam lubang bekas tusukan antara epedirmis dan bawah keping biji atau pangkal helai daun pertama atau kedua, telur berwarna mutiara dan berbentuk lonjong berukuran 0,31 mm dan lebar 0,15 mm, setelah 2 hari telur menetas dan keluar larva, larva lalat kacang berukuran kecil  mula-mula berwarna putih kemudian berwarna kecoklatan

Cara Menyerang

Serangan lalat bibit ini biasanya ditandai adanya serangan bintik putik pada  keping biji pada pertumbuhan kedele, bintik-bintik tersebut merupakan bekas tususkan peletakan telur lalat kacang oleh lalat kacang betina

Tanda serangan  larva pada keping biji dan daun berupa  garis berkelok kelok  berwarna coklat , pada batang ulat  menggerek melengkung mengelilingi batang dibawah kulit batang  dan akhirnya berkepompong didalam batang, akibat gerekan tersebut tanaman menjadi layu, mengering dan akhirnya mati.  Seranga ringan hama ini mengakibatkan tanaman kerdil , bila serangan banyak pada umur muda dibawah 2 mg tanaman menjadi mati. Telur banyak diletakkan oleh hama ini pada umur 7 – 10 hari setelah tanam

Cara mengendalikan Hama Lalat Bibit

  • Menanam kedele secara serentak
  • Menggunakan mulsa jerami sebagai penutup tanaman
  • Seed treatmen dengan insektisida fipronil
  • Penyemprotan dengan insectisida  pada umur 7-9 hari  dengan insectisida dekametrin, permetrin, dan carbosulfan


Cara Mengendalikan dengan Mulsa Jerami


Untuk menekan serangan lalat bibit yang lebih murah dapat digunakan mulsa jerami, caranya : benih kedele yang telah ditugal kemudian ditutup dengan jerami yang sudah kering dengan ketebalan 1-2 cm, secara merata ke seluruh petakan sawah. Hal ini dengan maksud supaya lalat bibit yang suka meletakkan telur pada kedele umur 7 hari setelah tanam pada bagian keping biji, lalat tersebut meletakkan telurnya dijerami, sehingga lalat tidak sempat menggerek tanaman dan meletakkan telunya di tanaman yang masih muda, sehingga telur yang diletakkan dijerami akan mati/ tidak menetas, dan bila ada yang menetas tidak akan bertahan lama hidupnya. Disamping itu pemberian mulsa jerami pada Kedele baru tanam dapat menjaga kelembaban tanah, menekan pertumbuhan gulma/ rumput  dilahan kedele.

Sumber : https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2017/12/pengendalian-hama-lalat-bibit-pada.html

Minggu, 15 September 2019

cara pengendalian hama tikus



Info Pertanian Online - Hama tikus merupakan hama tanaman yang banyak merugikan petani , dan selalu ada. Persoalan yang muncul dimasyarakat hama ini termasuk hama yang sulit dikendalikan, karena tikus tergolong hama yang cerdik dan mempunyai penciuman yang sangaat tajam, sehingga banyak petaninyang frustasi akibat serangan hama ini. Pada pertanaman padi, petani sering terlena, petani baru tahu populasi tikus yang banyak setelah adanya serangan yang meluas atau petani tahu setelah adanya kerugian akibat serangan hama tikus.

Kehidupan dan daerah serangannya dipengaruhui oleh topografi wilayah, Daerah yang dekat dengan hutan, tanggul, jalan KA sering menjadi sasaran serangan hama ini.


BIOLOGI HAMA TIKUS


Populasi tikus dapat meningkat dengan cepat, karena tikus beranak banyak dan berkembang biak dengan cepat, masa hidup tikus 1 tahun atau lebih, tikus betina dapt melahirkan anak lebih dari 4 kali setahun dan sekali melahirkan rata-rata 6 ekor anak, tiap 3 bulas sekali 1 ekor betina dapat melahirkan 6 ekor anak. Sehingga 1 pasang tikus dalam tempo satu tahun dari hasil anak beranak mencapai lebih kuraang 925 ekor.

CARA HIDUP HAMA TIKUS


Tikus lebih suka hidup membuat sarang  di tempat yang mempunyai  tanah-tanah yang keras, seperti jalan sawah, saluran air, galengan, rel kereta api, semak-semak yang kondisinya rimbun tidak bersih. Membuat lubang dengan berbgai arah untuk digunakan sebagai perlindungan.
Hidupnya bergerombol, suka berpindah menjelajah sampai berkilo-kilo meter, untuk mencari daerah makanan.

CARA PENYERANGAN HAMA TIKUS


Tikus termasuk binatang pengerat yang suka mengerat barang-barang yang keras, hal ini dilakukan agar supaya gigi tikus itu pertumbuhannya tidak memanjang dan agar tetap tajam. Menyerang semua jenis tanaman pertanian yang diusahakan oleh petani. Untuk serangan pada tanaman padi menyerangnya dimulai dari bagian tengah kemudian akan menepi, serangan berat bagian yang tersisa hanya pada bagian tepi saja. Yang mengakibatkan gagal panen.

CARA PENGENDALIAN HAMA TIKUS


Tidak ada salah satu cara yang tepat yang dapat mengendalikan hama tikus, tikus harus dikendalikan dengan berbagai cara sesuai dengan stadia tanaman yang ada misalanya: pada stadia baru pesemaian yang tepat dengan cara melakukan gropyokan, pengumpanan. Pada stadia tanaman muda dengan cara pengumpanan dan pengemposan, pada stadia primordia dengan pengemposan, sanitasi.
Cara pengendalian diantaranya ;

1.      Dengan cara umpan
2.      Gropyokan
3.      Hembusan belerang
4.      Sanitasi
5.      Perangkap / Bubu perangkap
6.      Bau-baunan yang tidak disukai
7.      Bunyi-bunyian
8.      Kerodong plastik
9.      Pemanfatan musuh alami
10.  Pergiliran tanaman

RODENTISIDA


Rodentisida yang dianjurkan untuk pengendalian hama tikus diantaranya adalah Racumin, Klerat, fosfida seng ( Posfit istilah petani), temik. Penggunaan rodentisida hendaknya harus disesuaikan dengan kondisi setempat. Misalnya menggunakan Temik dan Pospit harus hati-hati karena racun ini mempunyai daya bunuh yang kuat tikus yang memakan akan langsung mati ditempat. Untuk itu penggunaannya harus bertahap hari pertama samapai dengan hari ke 4, dikasih umpan tanpa racun. Kemudian setelah harii ke 5 dikasih racun, hal ini dilakukan untuk mengurangi kecurigaan tikusterhadap makanan/umpan yang ada.

Penggunaan klerat/ racumin sangat dianjurkan karena cara kerjanya yang lambat dan tikus tidak banyak yang curiga.

Sumber : https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2015/06/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Sabtu, 14 September 2019

cara pengendalian hama boleng pada ubijalar



Info Pertanian Online - Hama  Boleng ( Cylas Formicarius F. ) adalah hama boleng yang menyerang umbi ubi jalar , banyak petani yang mengeluh akibat serangan hama  Boleng yang mengakibatkan rusaknya buah ubi jalar, dan bila serangan berat mengakibatkan ubi jalar rasanya pahit dan tidak laku dijual. Serangga ini banyak merusak umbi ubijalar  dengan cara masuk umbi dan memakan kulitnya , umbi yang telah diserangnya akan timbul bau yang tidak enak, walaupun serangannya hanya sedikit, rasa umbi yang teresrang sudah tidak enak lagi rasanya.

MORFOLOGI

Morfologi  hama ini , bentuk kumbangnya menyerupai semut , langsing dan berwarna  cerah, moncong kepala dan elytanya berwarna biru, sedangkan dada ( thorax), antena dan kakinya berwarna merah, panjangnya 6-8 mm , kakinya panjang

DAUR HIDUP

Kumbang ini tertarik sinar  lampu, selain memakan daun dan tangkai, juga suka memakan umbi, telurnya diletakkan dalam batang atau umbi yang ditutup dengan sisa makanan, setelah menetas  dia dapat langsung memakan umbi ditempat menetasnya, kumbang ini dapat hidup selama 3 bulan, setiap harinya mampu bertelur 2 butir  dan jumlahnya bisa mencapai 200 butir.



CARA MUDAH MENGENDALIKAN


  1. Dengan cara pergiliran tanaman jangan terus menerus menanam ubi jalar.
  2. Umbi yang kelihatan diatas tanah agar dibumbun agar tidak teresrang oleh hama ini
  3. Pada saat panen umbi yang terserang harap dikumpulkan , kemudian dibakar
  4. Menanam dengan stek
  5. Menanam varietas yanag tahan, varietas yang berkulit tebal, dan yang mampu membentuk umbi  yang cukup dalam didalam tanah
  6. Menanam jenis ubi jalar yang rimbun daunnya
  7. Umbi yang disimpan dalam gudang dapat ditutup dengan pasir atau disimpan didalam plastik
  8. Pada waktu umbi masih muda dapat diberi insetisida carbofuran


KESIMPULAN


Hama boleng yang menyerang buah  / umbi ketela rambat dapat dilakukan dengan cara kultur teknis, dengan memilih varietas yang tahan mempunyai daun yang lebat,  jaga kelembaban tanah  yang ada. Dengan kondisi yang lembab akan memudahkan kumbang/ hama boleng diserang cendawan Beauveria sp.

Sumber : https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2017/12/cara-mudah-pengendalian-hama-boleng.html

Minggu, 08 September 2019

Cara pengendalian hama keong mas




Cara pengendalian hama keong mas - Keong mas termasuk filum moluscatisida , binatang yang termasuk moluscatisida umumnya tidak beruas, berbadan lunak, dan mengeluarkan lendir, binatang ini pada malam hari molusca mencari makan dan pada siang hari bersembunyi. Makanan yang disukai memakan bahan organik dan tanaman yang masih hidup terutama tanaman muda. Alat unyuk makan berbentuk lidah yang kasar seperti parut yang disebut radula. 
Ada dua macam Mollusca yaitu yang mempunyai rumah biasanya disebut bekicot, sumpil, keong dan yang tidak mempunyai rumah ( pelindung) atau rumahnya kerdil biasanya disebut siput. Bekicot atau siput umumnya hermaprodit, mempunyai alat kelamin jantan dan betina, namun sering kali kedua binatang tersebut terlihat mengadakan perkawinan dengan sesamanya. 
Keong mas (Pomaceae canaliculata Lamarck) (Gastropoda; Ampullaridae) ada juga yang menyebut siput murbei merupakan salah satu jenis keong air tawar yang berasal dari Benua Amerika.
Wikipedia

Cara Hidup keong mas

 
Keong mas sangat menyukai lingkungan yang jernih, mempunyai suhu air antara 10 - 35 C, dengan demikian sangat cocok untuk daerah pegunungan sampai pantai. Dengan demikian mudah ditemukan di daerah sawah, waduk,  rawa dan genangan air. Keong mas bersifat herbivor yang pemakan segala dan sangat rakus, tanaman yang disukai tanaman yang masih muda dan lunak seperti bibit padi, tanaman sayuran, dan enceng gondok. 
Apabila habitatnya dalam keadaan kekurangan air maka keong mas akan membenamkan diri pada lumpur yang dalam, hal ini dapat bertahan selama 6 bulan. Bila habitatnya sudah ada airnya maka keong mas akan muncul kembali pada saat pengolahan lahan. Keong mas mempunyai jenis kelamin yaitu jantan dan betina, tidak seperti jenis siput yang lain. Keong mas siap melakukan kopulasi pada saat kondisi air terpenuhi pada areal persawahan.

Musuh Alami

Banyak musuh alami yang dapat menekan populasi hama keong Mas, diantaranya Musuh alami bekicot yaitu predator Gonaxis  dan Euglandina, kunang-kunang lamprochorus dan bakteri  Aeromonas  liquefacicus juga menyerang bekicot, Burung, itik dll

 Cara pengendalian hama keong mas


a.      Mekanik

Secara mekanik yaitu pemberantasan hama keong mas dilakukan dengan :

  1. Pemungutan/ diambil  secara berkala 3 kali dalam seminggu dan dihancurkan kelompok  telur yang ada kemudian   dihancurkan dengan kayu/bambu;
  2. Pada pintu masuk air : menggunakan saringan berukuran 5 mm mesh yang dipasang pada pintu  air masuk di pematang untuk meminimalkan masuknya keong mas ke sawah dan memudahkan pemungutan dengan tangan;
  3. Menanam bibit tua,  umur > 21 hari dan tanam lebih dari satu bibit per rumpun ( 4 samapi 5 Batang/ rumpun
  4. buat caren / saluran / parit2, di dalam dan di sekeliling petakan sawah. Agar setelah dikeringkan keong mas berkumpul, sehingga memudahkan pengambilan
  5. Pemasangan umpan ditepi2 pematang sehingga keong mas dapat berkumpul kemudian diambil dan dihancurkan , makanan keongmas yang disukai seperti Daun Pepaya, Ketela dl

b.      Biologis 


Secara biologi yaitu pemberantasan hama keong mas dengan melepas itik dan membuat perangkap telur, misalnya ajir-ajir yang berasal dai bilah bambu sebagai tempat peletakan telur keong Mas,  Atau menggunakan predator atau parasit.

c.       Kimiawi


Secara kimia yaitu pemberantasan hama keong mas dilakukan dengan menggunakan pestisida yang berbahan aktif niclos amida dan pestisida botani seperti lerak, deris, dan saponine. Aplikasi pestisida dapat dilakukan di sawah yang tergenang di caren atau di cekungan-cekungan yang ada airnya tempat keong mas berkumpul.


Sumber : https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2015/06/pengendalian-hama-keong-mas.html