Jumat, 14 Februari 2020

Kelebihan dan kekurangan mencangkok tanaman



Pembibitan tanaman dengan cara pencangkokan memang suah umum dilakukan di negara kita ini, karena praktis tidak seperti pembenihan yang mulai dari biji, namun ada kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan.

A. Kelebihan pembibitan tanaman dengan cara cangkok

  1. Tumbuhan hasil cangkokan akan lebih cepat berbuah dibandingkan tumbuhan yang ditanam dari biji
  2. Tumbuhan yang dicangkok memiliki sifat yang sama dengan induknya.
  3. Tingkat keberhasilannya lebih tinggi, karena pada proses mencangkok akar akan tumbuh ketika masih berada di pohon induk.
  4. Produksi dan kualitas buahnya akan persis sama dengan tanaman induknya.
  5. Tanaman asal cangkok bisa ditanam pada tanah yang letak air tanahnya tinggi atau di pematang kolam ikan.

B. Kekurangan pembibitan dengan cara cangkok adalah


  1. Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering.
  2. Tanaman mudah roboh bila ada angin kencang karena tidak berakar tunggang.
  3. Pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak cabang yang dipotong.
  4. Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja, sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak bisa dilakukan dengan cara ini.
Nah itu dia Kelebihan dan kekurangan mencangkok tanaman semoga bisa menjadi bahan pertimbangan, semoga bermanfaat. jika ada salah tulisan mohon di koreksi dengan komentar di bawah trimakasih.

Senin, 14 Oktober 2019

Cara Ternak Lebah Madu di rumah



Info Pertanian Online - Lebah madu mencakup sekitar tujuh spesies lebah dalam genus Apis, dari sekitar 20.000 spesies yang ada. Saat ini dikenal sekitar 44 subspesies. Mereka memproduksi dan menyimpan madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Wikipedia

Panduan Budidaya Ternak Lebah Madu - Informasi yang banyak sangat membantu bagi kita untuk melancarkan usaha yang sedang kita tekuni. Berikut ini kam memberikan informasi mengenai Lebah Madu untuk anda semuanya. Dengan menyimak apa yang kami berikan semoga dapat sedikit membantu apa yang sobat sedang butuhkan. Simak baik-baik informasi di bawah ini.

Panduan Budidaya Ternak Lebah Madu


Lebah atau bahasa yang lebih bersahabat di kampung saya adalah Tawon, lebah model jenis ini dapat menghasilkan madu yang sangat banyak sekali, namun lebah ini tergantung dari musim. beberapa jenis lebah  madu yang layak dibudidayakan. Di antaranya, lebah dari jenis lebah hutan (Apis dorsata), lebah lokal (Apis cerana), dan lebah unggul (Apis mellifera). 

Lebah unggul, sesuai namanya, yang paling disenangi pasar. Jenis ini lebih produktif dibandingkan lebah lokal, juga lebih jinak. Racun pada sengatnya sangat cocok untuk pengobatan berbagai penyakit. Lebah yang dibudidayakan oleh kebanyakan peternak di dunia ini, awalnya, berasal dari daratan Eropa.

CARA TERNAK LEBAH MADU YANG ALAMI

Modal yang diperlukan dalam beternak lebah madu adalah pengetahuan dasar dalam beternak lebah madu. Adapun investasi modal tetap yang diperlukan dalam kegiatan budidaya lebah madu selama beberapa periode pemanenan adalah alat-alat produksi dan koloni lebah madu minimal 40 kotak--idealnya adalah 100 kotak koloni lebah madu.
Pemilihan bibit lebah madu jenis unggul

Ciri-ciri bibit lebah madu kualitas super:

1. Mempunyai ratu lebah yang, secara fisik, bagus dan berusia antara 3 bulan sampai 1 tahun.
2. Jumlah dan kualitas telur, yang dihasilkan ratu lebah, banyak.
3. Hasil panen lebih banyak, baik hasil madu, bee pollen, royal jelly, dan propolis.
4. Larva lebah yang dihasilkan lebih segar.
5. Lebah biasanya lebih agresif.


Memperbanyak koloni lebah madu

Dalam beternak lebah madu agar menghasilkan keuntungan yang optimal, seorang peternak lebah madu harus mempunyai--minimal--100 kotak koloni lebah madu.

Langkah-langkah untuk meningkatkan jumlah koloni lebah madu adalah sebagai berikut.


  1. Gembalakan lebah madu pada lokasi yang di sana tersedia pakan cukup banyak. Dengan tersedianya pakan yang cukup maka ratu lebah akan lebih banyak menghasilkan telur dan lebah pekerja juga lebih giat membuat sarang baru.
  2. Menyiapkan calon ratu lebah madu untuk ditempatkan dalam koloni lebah madu yang baru.
  3. Memisahkan koloni lebah madu yang sudah padat ke dalam kotak koloni lebah madu yang baru, dan menempatkan calon ratu lebah baru atau ratu lain yang sudah jadi.


Membuat calon ratu lebah

  • Ambil larva lebah madu yang baru menetas; usia 1 hari.
  • Masukan ke dalam satu potong frame royal jelly.
  • Frame royal jelly yang sudah terisi larva lebah madu ditempatkan pada kotak super (kotak lebah madu yang berisi koloni lebah madu, minimal 2 tingkat).
  • Sekat/pisahkan kotak super lebah madu tersebut, ratu lebah berada di kotak bawah, dan frame royal jelly calon ratu lebah madu ditempatkan pada kotak atasnya. Dengan demikian, ratu lebah madu tidak bisa mendekati calon ratu lebah madu.
  • Diamkan selama 11 hari sampai calon ratu lebah menjadi kepompong.
  • Setelah sebelas hari, calon ratu lebah dipindahkan ke kotak lebah yang besisi koloni lebah tanpa ada ratunya.
  • Setelah 13 hari, calon ratu lebah keluar kepompong dan langsung diangkat menjadi ratu lebah oleh koloni lebah tersebut
  • Biasanya, setelah seminggu, ratu lebah siap untuk kawin dan mengembangkan koloni lebah yang baru di tempat tersebut.

Peralatan beternak lebah madu

  • Kotak lebah, yang merupakan tempat koloni lebah madu, terbuat dari kayu suren atau mahoni
  • Alat pengasap untuk menjinakan lebah madu yang agresif
  • Masker pelindung serangan lebah madu
  • Pengungkit sisiran
  • Sikat sisiran lebah madu
  • Sisiran yang terbuat dari rangka kayu dan di tengahnya diberi kawat sebagai penahan landasan sarang lebah madu
  • Pollen trap untuk panen bee pollen
  • Frame royal jelly untuk panen royal jelly dan membuat calon ratu lebah
  • Ekstraktor untuk panen madu.

Penggembalaan lebah madu

Antara bulan Mei hingga September adalah masa peternak lebah menggembalakan lebah madunya ke perkebunan-perkebunan yang menyediakan pakan lebah madu cukup banyak.
Peternak lebah madu di pulau Jawa, umumnya, menggembalakan lebah madu ke perkebunan karet, kapuk, rambutan, lengkeng, mangga, kopi, dan duwet, sehingga dihasilkan madu berdasarkan spesifikasi jenis bunga.
Antara bulan Mei hinga September inilah saat peternak lebah madu menikmati "manisnya" pendapatan dari hasil lebah madu, seperti: madu dari berbagai jenis bunga, bee pollen, dan royal jelly.
Setelah bulan September, peternak lebah madu mengalami masa paceklik, karena musim madu telah lewat. Untuk menutupi biaya perawatan lebah madu, umumnya, peternak menggembalakan lebahnya ke perkebunan jagung. Di sini, peternak lebah madu dapat menghasilkan bee pollen jagung dan royal jelly.

Hama Lebah Madu

Hama yg sering mengganggu lebah antara lain:
  1. Burung, sebagai hewan yg juga pemakan serangga menjadikan Lebah sebagai salah satu makanannya.
  2. Kadal & Katak, gangguan yg ditimbulkan sama dgn yg dilakukan oleh burung.
  3. Semut, membangun sarang dlm stup & merampas makanan Lebah.
  4. Kupu-kupu, telur kupu-kupu yg menetas dlm sisiran menjadi ulat yg dapat merusak sisiran.
  5. Tikus, merampas madu & merusak sisiran.
Sumber : http://carabrink.blogspot.com/2015/11/panduan-budidaya-ternak-lebah-madu.html


Rabu, 09 Oktober 2019

Cara budidaya kacang kedelai



Info Pertanian Online - Kedelai, atau kacang kedelai, adalah salah satu tanaman jenis polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Wikipedia

Saat ini tanaman kedelai merupakan salah satu bahan pangan yang penting setelah beras disamping sebagai bahan pakan dan industri olahan. Karena hampir 90% digunakan sebagai bahan pangan maka ketersediaan kedelai menjadi faktor yang cukup penting (Anonimous, 2004c). Selain itu, kedelai juga merupakan tanaman palawija yang kaya akan protein yang memiliki arti penting sebagai sumber protein nabati untuk peningkatan gizi dan mengatasi penyakit kurang gizi seperti busung lapar Perkembangan manfaat kedelai di samping sebagai sumber protein, makanan berbahan kedelai dapat dipakai juga sebagai penurun cholesterol darah yang dapat mencegah penyakit jantung.

Selain itu, kedelai dapat berfungsi sebagai antioksidan dan dapat mencegah penyakit kanker. Oleh karena itu, ke depan proyeksi kebutuhan kedelai akan meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat tentang makanan sehat. Produk kedelai sebagai bahan olahan pangan berpotensi dan berperan dalam menumbuhkembangkan industri kecil menengah bahkan sebagai komoditas ekspor. Kebutuhan kedelai pada tahun 2004 sebesar 2,02 juta ton, sedangkan produksi dalam negeri baru mencapai 0,71 juta ton dan kekurangannya diimpor sebesar 1,31 juta ton (Anonimous 2005c) Hanya sekitar 35% dari total kebutuhan dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri sendiri.

Upaya untuk menekan lajuimpor tersebut dapat ditempuh melalui strategi peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam, peningkatan efisiensi produksi, penguatan kelembagaan petani, peningkatan kualitas produk, peningkatan nilai tambah, perbaikan akses pasar, perbaikan sistem permodalan, pengembangan infra struktur, serta pengaturan tataniaga dan insentif usaha (Anonimous, 2004c; 2005c). Mengingat Indonesia dengan jumlah penduduk yang cukup besar, dan industri pangan berbahan baku kedelai berkembang pesat maka komoditas kedelai perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan di dalam negeri untuk menekan laju impor (Anoniomus, 2005b).

Teknik Budidaya
1.     Pembibitan
a.      Penyiapan Benih
Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai, sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin, (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan, tanah, kompos untuk memulai aktifitas biologinya (Rhizobium japonicum). Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain, berarti sudah mengandung bakteri tersebut. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara.
Cara pemberian legin:
a)     sebanyak 5-10 gram legin dibasahi dengan air sekitar 10 cc;
b)     legin dicampur dengan 1 kg benih dan kocok hingga merata (agar seluruh kulit biji terbungkus dengan inokulum;
c)     setelah diinokulasi, benih dibiarkan sekitar 15 menit baru dapat ditanam. Dapat juga benih diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum ditanam, tetapi tidak lebih dari 6 jam.
Selain itu, yang perlu diperhatikan dalam hal memilih benih yang baik adalah:
kondisi dan lama penyimpanan benih tersebut. Biji kedelai mudah menurun daya kecambah/daya tumbuhnya (terutama bila kadar air dalam biji ≥ 13% dan disimpan di ruangan bersuhu ≥ 25 derajat C, dengan kelembaban nisbi ruang ≥ 80%.
b.     Teknik Penyemaian Benih
Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang, atau dengan memperpendek jarak tanam. Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek, sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang, supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu.

c.      Pemindahan Bibit
Ketika memindah yaitu menunjuk akar tanaman di kebun, perlu memperhatikan cara-cara yang baik dan benar. Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman, sehingga pada saat bibit telah ditanam maka akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan bahkan mati.
d.     Pengolahan Media Tanam
a)     Persiapan
Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai, yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan
persiapan dengan pengolahan tanah (intensif). Persiapan tanam pada tanah
tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan.
Pertama dibiarkan bongkahan terangin-angin 5-7 hari, pencangkulan ke 2
sekaligus meratakan, memupuk, menggemburkan dan membersihkan tanah dari
sisa-sia akar. Jarak antara waktu pengolahan tanah dengan waktu penanaman
sekitar 3 minggu.
b)     Pembentukan Bedengan
Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun denga bajak lebar 50-60 cm, tinggi 20 cm. Apabila akan dibuat drainase, maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m.
c)     Pengapuran
Tanah dengan keasaman kurang dari 5,5 seperti tanah podsolik merah-kuning, harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik. Kapur dapat diberikan dengan cara menyebar di permukaan tanah, kemudian dicampur sedalam lapisan olah tanah sekitar 15 cm. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam, dengan dosis 2-3 ton/ha. Diharapkan pada saat musim tanam kapur sudah bereaksi dengan tanah, dan pH tanah sudah meningkat sesuai dengan yang diinginkan.
Kapur halus memberikan reaksi lebih cepat daripada kapur kasar. Sebagai
sumber kapur dapat digunakan batu kapur atau kapur tembok. Pemberian kapur
tidak harus dilakukan setiap kali tanam, tetapi setiap 3-4 tahun sekali. Dengan
pengapuran, tanah menjadi kaya akan Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) dan
pH-nya meningkat. Selain itu peningkatan pH dapat menaikkan tingkat persediaan Molibdenum (Mo) yang berperan penting untuk produksi kedelai dan golongan ketela pohon.
d)     Waktu Tanam
Pemilihan waktu tanam kedelai ini harus tepat, agar tanaman yang masih muda tidak terkena banjir atau kekeringan. Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75-120 hari, maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan, yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air.
Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda. Sebagai pedoman: bila ditanam di tanah tegalan, waktu tanam terbaik adalah permulaan musim penghujan. Bila ditanam di tanah sawah, waktu tanam paling tepat adalah menjelang akhir musim penghujan. Di lahan sawah dengan irigasi, kedelai dapat ditanam pada awal sampai pertengahan musim kemarau.
e.      Pemeliharaan Tanaman
a)     Penjarangan dan Penyulaman
Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, sehingga akan terlihat tidak
seragam. Untuk menjaga agar produksi tetap baik, benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur
Legin atau Nitrogen. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak
tumbuh mencapai lebih dari 10 %. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore
hari.
b)     Penyiangan
Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu.
Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga, sekitar 6 minggu setelah tanam. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan). Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret. Apabila lahannya luas, dapat juga dengan menggunakan herbisida.

c)     Pembubunan
Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.
d)     Pemupukan
Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondis tanah. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi, pemupukan tidak diperlukan. Pada tanah yang kurang subur, pemupukan dapat menaikkan hasil. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut:
·       Sawah kondisi tanah subur: pupuk Urea=50 kg/ha.
·       Sawah kondisi tanah subur sedang: pupuk Urea=50 kg/ha, TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha.
·       Sawah kondisi tanah subur rendah: pupuk Urea=100 kg/ha, TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha.
·       Lahan kering kondisi tanah kurang subur: pupuk kandang=2000-5000 kg/ha;
·       Urea=50-100 kg/ha, TSP=50-75 kg/ha dan KCl=50-75 kg/ha.
e)     Pengairan dan Penyiraman
Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Saat menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil, bahkan dapat
menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya.
kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan
kegagalan panen.
Di lahan sawah irigasi, pemberian air di sawah bisa diatur. Namun bila tidak ada irigasi, penyediaan air hanya hanya dapat dilakukan dengan mengatur waktu tanamnya dan pemberian mulsa. Mulsa berupa jerami atau potongan-potongan tanaman lainnya yang dihamparkan pada permukaan tanah. Mulsa ini akan mencegah penguapan air secara berlebihan.
Apabila ada irigasi dan tidak ada hujan selama lebih dari 7 hari, tanah harus diairi. Caranya tanaman digenangi air selama 30-60 menit. Pengairan seperti ini diulangi setiap 7-10 hari. Pengairan tidak dilakukan lagi apabila polong telah terisi hujan.
f)      Waktu Penyemprotan Pestisida
Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya.
·       Lalat bibit, diberi insektisida Marshal 200 EC, dicampur dengan benih,dilakukan sebelum benih ditanam.
·       Ulat prodenia dilakukan penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC, Huslation 40 EC, Thiodon 35 EC dan Barudin 60 EC sebanyak 2 kali seminggu setelah ditemukan telur.
·       Wereng kedelai atau kumbang daun, disemprot dengan insektisida Surecide
25 EC, Kharpos 50 EC, Hosthathion 40 EC, Azodrin 15 WSC, Sevin 85 SP atau Tamaron pada tanaman setelah berumur di atas 20 hari.
·       Kepik coklat disemprot dengan Azodrin 15 WSC, Diazinois 60 EC dan Dusban
20 EC atau Bayrusil setiap 1-2 minggu, setelah tanam 50 hari.
·       Ulat penggerek polong, disemprot dengan insektisida Agrothion 50 EC, Dursban 20 EC, Azodrin 115 WSC, Thiodan 35 EC pada waktu pembentukan polong.
f.      Pemeliharaan Lain
Kedelai termasuk tanaman yang membutuhkan banyak sinar matahari maka membutuhkan tanaman pelindung. Tanaman kedelai yang terlindung akan selalu muda sehingga proses pembentukan buah kurang baik, dan hasilnya akan sedikit, bahkan tidak berbuah sama sekali. Tanaman kedelai akan rusak bila tertimpa cabang -cabang kering tanaman pelindung yang jatuh.
g.     Hama Dan Penyakit
1.     Hama
a)     Aphis SPP (Aphis Glycine)
Kutu dewasa ukuran kecil 1-1,5 mm berwarna hitam, ada yang bersayap dan tidak. Kutu ini dapat dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong.
Gejala: layu, pertumbuhannya terhambat.
Pengendalian:
·       Menanam kedelai
Pada waktunya, mengolah tanah dengan baik, bersih, memenuhi syarat, tidak
ditumbuhi tanaman inang seperti: terung-terungan, kapas-kapasan atau kacangkacangan;
·       Membuang bagian tanaman yang terserang hama dan membakarnya;
·       Menggunakan musuh alami (predator maupun parasit);
·       Penyemprotan insektisida dilakukan pada permukaan daun bagian atas dan bawah.
b)     Melano Agromyza Phaseoli, kecil sekali (1,5 mm)
Lalat bertelur pada leher akar, larva masuk ke dalam batang memakan isi batang, kemudian menjadi lalat dan bertelur. Lebih berbahaya bagi kedelai yang ditanam di ladang.
Pengendalian:
·       waktu tanam pada saat tanah masih lembab dan subur (tidak pada bulan-bulan kering);
·       penyemprotan Agrothion 50 EC, Azodrin 15 WSC, Sumithoin 50 EC, Surecide 25 EC
c)     Kumbang daun tembukur (Phaedonia Inclusa)
Bertubuh kecil, hitam bergaris kuning. Bertelur pada permukaan daun. Gejala: larva dan kumbang memakan daun, bunga, pucuk, polong muda, bahkan seluruh tanaman.  Pengendalian: penyemprotan Agrothion 50 EC, Basudin 50 EC, Diazinon 60 EC, dan Agrothion 50 EC.
d)     Cantalan (Epilachana Soyae)
Kumbang berwarna merah dan larvanya yang berbulu duri, pemakan daun dan merusak bunga. Pengendalian: sama dengan terhadap kumbang daun tembukur.
e)     Ulat polong (Etiela Zinchenella)
Ulat yang berasal dari kupu-kupu ini bertelur di bawah daun buah, setelah
menetas, ulat masuk ke dalam buah sampai besar, memakan buah muda. Gejala:
pada buah terdapat lubang kecil. Waktu buah masih hijau, polong bagian luar
berubah warna, di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya.
Pengendalian:
·       kedelai ditanam tepat pada waktunya (setelah panen padi),
sebelum ulat berkembang biak;
·       penyemprotan obat Dursban 20 EC sampai 15 hari sebelum panen.
f)      Kepala polong (Riptortis Lincearis)
Gejala: polong bercak-bercak hitam dan menjadi hampa.
Pengendalian: penyemprotan Surecide 25 EC, Azodrin 15 WSC.
g)     Lalat kacang (Ophiomyia Phaseoli)
Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh.
Pengendalian:
Saat benih ditanam, tanah diberi Furadan 36, kemudian setelah benih ditanam, tanah ditutup dengan jerami . Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan
penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC, dengan dosis 2 cc/liter air,
volume larutan 1000 liter/ha. Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan.
h)     Kepik hijau (Nezara Viridula)
Panjang 16 mm, telur di bawah permukaan daun, berkelompok. Setelah 6 hari telur menetas menjadi nimfa (kepik muda), yang berwarna hitam bintik putih. Pagi hari berada di atas daun, saat matahari bersinar turun ke polong, memakan polong dan bertelur. Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan.
Gejala: polong dan biji mengempis serta kering. Biji bagian dalam atau kulit
polong berbintik coklat.
Pengendalian: Azodrin 15 WCS, Dursban 20 EC, Fomodol 50 EC.
i)      Ulat grayak (Prodenia Litura)
Seranggan: mendadak dan dalam jumlah besar, bermula dari kupu-kupu berwarna keabu-abuan, panjang 2 cm dan sayapnya 3-5 cm, bertelur di permukaan daun. Tiap kelompok telur terdiri dari 350 butir.
Gejala: kerusakan pada daun, ulat hidup bergerombol, memakan daun, dan berpencar mencari rumpun lain.
Pengendalian: (1) dengan cara sanitasi; (2) disemprotkan pada sore/malam hari
(saat ulat menyerang tanaman) beberapa insektisida yang efektif seperti Dursban 20
EC, Azodrin 15 WSC dan Basudin 50 EC.
2.     Penyakit
a.      Penyakit layu lakteri (Pseudomonas solanacearum)
Penyakit ini menyerang pangkal batang. Penyerangan pada saat tanaman berumur 2-3 minggu. Penularan melalui tanah dan irigasi.
Gejala: layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat. Pengendalian:
b.     biji yang ditanam sebaiknya dari varietas yang tahan layu dan kebersihan sekitar tanaman dijaga, pergiliran tanaman dilakukan dengan tanaman yang bukan merupakan tanaman inang penyakit tersebut. Pemberantasan: belum ada.
Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii) P enyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu, saat udara lembab, dan tanaman berjarak tanam pendek.
Gejala: daun sedikit demi sedikit layu, menguning. Penularan melalui tanah dan irigasi. Pengendalian:
·       varietas yang ditanam sebaiknya yang tahan terhadap penyakit layu;
·       menyemprotkan Dithane M 45, dengan dosis 2 gram/liter air.
h.     Panen
Pemungutan hasil kedelai dilakukan pada saat tidak hujan, agar hasilnya segera dapat dijemur.
a)     Pemungutan dengan cara mencabut
Sebelum tanaman dicabut, keadaan tanah perlu diperhatikan terlebih dulu. Pada tanah ringan dan berpasir, proses pencabutan akan lebih mudah. Cara pencabutan yang benar ialah dengan memegang batang poko, tangan dalam posisi tepat di bawah ranting dan cabang yang berbuah. Pencabutan harus dilakukan dengan hati-hati sebab kedelai yang sudah tua mudah sekali rontok bila tersentuh tangan.
b)     Pemungutan dengan cara memotong
Alat yang biasanya digunakan untuk memotong adalah sabit yang cukup tajam, sehingga tidak terlalu banyak menimbulkan goncangan. Di samping itu dengan alat pemotong yang tajam, pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat dan jumlah buah yang rontok akibat goncangan bisa ditekan. Pemungutan dengan cara memotong bisa meningkatkan kesuburan tanah, karena akar dengan bintilbintilnya yang menyimpan banyak senyawa nitrat tidak ikut tercabut, tapi tertinggal di dalam tanah. Pada tanah yang keras, pemungutan dengan cara mencabut sukar dilakukan, maka dengan memotong akan lebih cepat.

DAFTAR PUSTAKA

Adisarwanto, T. 2004. Strategi peningkatan produksi kedelai sebagai upaya untuk
memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mengurangi impor. Orasi
Pengukuhan APU. Badan Litbang Pertanian. 50 hlm.
Anonimuos, 2004a. Dukungan inovasi teknologi dalam program bangkit kedelai.
Puslitbangtan. Makalah disampaikan pada Bangkit Kedelai di Cisarua.
Ditjentan. Bogor. 36 hlm.
Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. 27 hlm. IV-187
Anonimous, 2005 c. Renstra Balitkabi 2005-2009, Balitkabi (Proses Publikasi)
Gonzales, L.A. , F. Kasryno, N.D. Perez and M.W. Rosegrant. 1993. Economic
Incentives and Comparative Advantage in Indonesian Food Crop Production.

Senin, 16 September 2019

Cara menanam pohon buah-buahan pada pot di rumah



Info Pertanian Online - Budidaya tanaman buah dalam pot, sangat dianjurkan karena dengan adanya kepemilikan lahan yang sempit, lahan pekarangan yang semakin sempit, kebutuhan akan konsumsi buah semakin meningkat. Ini mendorong kita untuk lebih meningkatkan akan budidaya tanaman buah dalam pot. 

Budidaya tanaman dalam pot dilingkungan rumah tangga tidak hanya sekedar  dapat meningkatkan kebutuhan gizi keluarga tetapi mempunyai unsur , pendidikan didalamnya. Rekayasa teknologi pelaksanaan Budidaya tanaman dalam Pot sangat kita harapkan, hal ini akan lebih mendorong para masyarakat akan kemauan untuk lebih meningkatkan kegiatan Budidaya tanaman buah dalam Pot.

Budidaya tanaman buah dalam Pot, pada hal teknologinya sangat sederhana, dan apabila dilaksanakan dengan baik terutama, dipelihara dengan baik akan sangat membuahkan hasil yang sangat memuaskan, ini merupakan peluang usaha, terutama terlebih bila dilakukan secara agribisnis juga dapat memberikan keuntungan yang cukup besar, karena dengan adanya sentuhan teknis akan menambah, keindahan hal ini yang akan meningkatkan nilai jual, pembeli tidak hanya menilai tanaman saja tapi menilai dari segi keindahan tanaman tersebut. Yang harganya tidak terbatas

Fungsi dan manfaat menanam pohon buah-buahan pada pot

  1. Secara teknis budidaya tanaman dalam Pot, dapat meningkatkan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan secara maxsimal, walaupun dalam lahan yang sempit
  2. Ssecara Estetika : budidaya tanaman dalam pot dapat menambah keindahan , penataan ruangan baik didalam rumah maupun diluar rumah/ lahan pekarangan, membuat lingkungan kita nampak asri, nyaman
  3. Secara Paedagogies : budidaya tanaman dalam pot akan dapat digunakan sebagai media pendidikan dibidang pertanian, menumbuhkan minat keluarga untuk cinta , menekuni bidang pertanian
  4. Secara ekonomis : budidaya tanaman buah dalam Pot akan menambah pendapatan keluarga, dapat mencukupi kebutuhan gizi keluarga.


Bahan yang harus di siapkan menanam pohon buah-buahan pada pot


Untuk  melakukan budidaya tanaman buah dalam pot, sebelumnya kita dapat melakukan pengumpulan bahan, misalnya Jenis Pot: pot dapat dicarikan bahan yang sudah jadi misalnya pot plastik, drum bekas dan lain-lain, media tanam: dapat berasal dari tanah, pupuk kandang, arang sekam, cangkang padi , jenis tanaman yang akan kita tanam : diambilkan jenis tanaman yang kita sukai yang mempunyai keunggulan tertentu misalnya buahnya lebat, rasanya manis dll, punya nilai adaptasi lingkungan yang tinggi, tahan terhadap cuaca, suhu dll, sedangkan  alat lain seperti pisau, gunting pangkas, cetok dll, perlu kita siapkan sebelum budidaya tanaman buah dalam pot dimulai. Agar pada saat tanam dan pemeliharaan nanti dapat dilaksanakan dengan baik.

CARA MENANAM

Pot, yang telah kita pilih kita siapkan dengan cara mengecek lubang bawah pot sudah ada atau belum, bila belum kita harus melubangi sesuai dengan kebutuhan, pada prinsipnya agar pembuangan air siraman/ air hujan dapat terbuang dengan tuntas, kelembaban tanahnya dapat terjaga dengan baik. Kemudian kita isi 1/3 bagian pot yang ada dibawah kita isi dengan bahan pecahan bata merah/ genteng/ arang. Kemudian diatasnya kita isi campuran tanah, pasir, pupuk kandang / pupuk bokhashi, arang sekam.

Setelah itu masukkan campuran bahan tersebut kedalam pot sampai ketinggian 2/3 bagian. Selanjutnya kita dapat menanam tanaman buah yang telah kita pilih, tanaman yang kita tanam dapat berasal dari tanaman okulasi , cangkoan atau stek, setelah itu pot diisi agak penuh, tanah yang ada disekitar tanaman kita padatkan dengan cara ditekan dengan tangan, setelah itu kita siram secukupnya. Sebaiknya pada saat tanam, agar tanaman dapat tumbuh tegak dan tidak bergoyang supaya diberi ajir, sebagai penguat tumbuhnya tanaman.

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman buah dalam pot, diantaranya dilakukan penyiraman apabila kondisi tanah dalam pot tidak lembab/ kondisi kering, penyiraman dapat dilakukan setiap pagi bila cuaca panas tetapi apabila pada musim hujan dapat dilakukan penyiraman sesuai kebutuhan. Pemupukan dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali. Bila diperlukan pemupukan melalui media cair dengan pupuk NPK yang telah dilarutkan, dapat diberikan pada saat menyiram , dapat dilakukan stiap 1 mg sekali, tergantung kondisi tanaman.

Untuk pemangkasan tanaman dapat dilakukan pemangkasan bentuk sesuai dengan selera pemilik. Hal ini dilakukan pada saat tanaman sudah mulai tumbuh membentuk percabangan.

Sumber : https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2017/12/menanam-tanaman-buah-buahan-dalam-pot.html

Sabtu, 14 September 2019

cara menghitung takaran kebutuhan pupuk untuk padi sawah



Info Pertanian Online - Cara menghitung takaran Kebutuhan Pupuk Untuk Padi sawah - Mengapa kita perlu menghitung kebutuhan pupuk untuk padi sawah ?, hal ini dimaksudkan supaya kebutuhan akan unsur hara baik unsur hara makro dan mikro dapat kita cukupi sehingga tanaman mampu memberikan produksi yang maksimal. Suatu tanaman akan tumbuh dengn baik apabila unsur hara yang dibutuhkan baik unsur hara Makro dan Unsur hara mikro tercukupi jumlahnya, banyak petani yang tidak tahu bagaimana cara menghitung kebutuhan unsur hara tanaman, terutama unsur hara makro N, P, K, dan S. Sehingga petani sering dihadapkan oleh permasalahan tanamannya yang tidak tumbuh dengan subur dan tidak mampu memberikan produksi yang optimum bahkan produksi tanamannya rendah, tidak sesuai dengan potensi yang ada.

Fungsi dan Maanfaat

1.     Tanaman tercukupi akan unsur hara makronya sesuai dengan dosis anjuran
2.     Tidak akan terjadi kelebihan maupun kekurangan dosis pupuk yang diberikan
3.     Petani dapat melakukan pemupukan dengan tepat ( tepat jenis, tepat jumlah, tepat cara dan tepat waktu )

Cara Menghitung :

Sebelum kita menghitung kebutuhan pupuk, suatu jenis tanaman sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu berapa kebutuhan unsur hara yang harus dipenuhi dalam satu periode tanaman, berikut ini contoh kebutuhan unsur hara komoditas padi, jagung, kedele, dan bawang merah dan lombok

Sebagai contoh tanaman padi akan dipupuk sebanyak, (135 kg N, 35 kg P2O5 dan 20 kg K2O per ha) , Cara menghitung takaran pupuk
adalah sebagai berikut :
1.     Apabila semuanya digunakan pupuk tunggal, maka jumlah pupuk yang dibutuhkan sebagai berikut:
N = 135/45 x 100 =  300 kg Urea (urea mengandung 45% N)
      P2O5 = 35/36 x100 = 100 kg SP-36 (SP-36 mengandung 36% P2O5)
      K2O = 20/60 x 100 = 33 kg/ha KCl (KCl mengandung 60% K2O )
2.     Menggunakan pupuk majemuk
Apabila digunakan pupuk tunggal dan majemuk, maka jumlah pupuk tunggal dan majemuk yang dibutuhkan sebagai berikut:
Contoh Phonska (15, 15, 15) yang berarti pupuk tersebut mengandung 15% N, 15% P2O5 , dan 15% K2O. Berapa kg Phonska yang diperlukan, maka gunakan standar dari kebutuhan pupuk tunggal yang paling rendah, yaitu 20 kg K2O/ha.
Cara menghitung takaran pupuk
(135 kg N, 35 kg P2O5 dan 20 kg K2O per ha)
Pupuk Phonska yang diperlukan = 20/15 x 100 = 133 kg/ha.
Dalam 133 kg pupuk Phonska mengandung 20 kg N, 20 kg P2O5, dan 20 kg K2O. Oleh sebab itu kebutuhan hara K sebesar 20 kg/ha sudah terpenuhi, namun keperluan hara N dan P belum tercukupi.
Kekurangan hara N adalah 135 kg N – 20 kg N = 115 kg N                              atau sama dengan 115 /45 x 100 = 256 kg urea.
Kekurangan hara P adalah 35 kg P2O5 - 20 kg P2O5 = 15 kg P2O5 atau sama dengan 15 /36 x 100 = 42 kg SP-36.

Sumber ; https://wibowopenyuluh.blogspot.com/2017/12/cara-menghitung-takaran-kebutuhan-pupuk.html